Samsung Galaxy S4 new superphone


Ads:

Meski seolah tidak henti-hentinya menghadirkan produk baru untuk berbagai segmen pasar, namun penerima tongkat estafet trah Samsung Galaxy S tetaplah menjadi produk paling ditunggu dari vendor asal negeri ginseng tersebut. Wajar saja, sebagai produk flagship Samsung pastinya berusaha memberikan usaha terbesar dan mengaplikasikan teknologi paling mutakhir untuk menghadirkan produk terbaik dalam fisik Samsung Galaxy S4.Seperti telah diketahui dari berita yang beredar, fisik Galaxy 54 memang tampak sangat mirip dengan pendahulunya. Hanya saja, secara lebih rinci S4 memiliki dimensi bodi yang 0.8mm lebih langsing, 0.7mm lebih tipis dan 3 gram lebih ringan. Suatu kemajuan mengingat ponsel ini membawa layar lebih luas dan baterai berkapasitas daya lebih besar.

Kami juga mengagumi margin antara layar dan bezel metal yang begitu tipis. S4 yang Kami uji berwarna putih, dan sepertinya ketipisan ponsel ini akan lebih terasa pada unit yang berwarna hitam. Hal ini hanya merupakan efek ilusi optikal karena lebih kontrasnya warna silver bezel logam tipis yang mengelilingi ponsel dengan backcover pada unit berwarna hitam dibandingkan dengan unit yang Kami uji. Sayangnya di sektor desain tidak semuanya indah pada S4, karena Samsung masih saja memilihkan bahan plastik seperti pada pendahulunya yang tak sedikit menerima kritik.

Dibandingkan para kompetitor seperti iPhone 5 dan HTC One dengan pilihan bahan aluminumnya, atau Sony yang memilihkan bahan kaca tahan gores pada hampir seturuh bagian bodi Xperia Z, Galaxy S4 memang terlihat lebih "murah".

Seperti disinggung sebelumnya, Samsung memperluas layar produk flagshipnya menjadi 5 inci, sedikit lebih besar dari milik Samsung Galaxy SIII (4.8 inci). Tak hanya itu, resolusinya juga mengikuti tren yang banyak digunakan produk flagship dari vendor kompetitor, membuat penggunanya seolah mengantongi TV layar datar. Teknologi AMOLED khas Samsung mempunyai karakteristik kontras yang impresif, serta saturasi warna yang lebih baik dibandinng panel LCD. Ponsel ini juga mempunyai viewing angle yang lebar,bahkan pada sudut yang cukup ekstrim sekalipun tidak tampak penurunan kualitas warna pada layar. Kekurangan panel AMOLED yang biasanya memperlihatkan semacam pola garis (cross hatch pattern) bahkan tidak terlihat pada layar S4. Kami menduga ini berkat tingkat kerapatan piksel layar yang begitu tinggi.

Samsung membekali S4 dengan Android Jelly Bean versi paling gress yang tersedia saat ini. Dibalut dengan TouchWIZ, pengguna setia smartphone besutan Samsung dijamin hanya akan membutuhkan waktu adaptasi sekejap saja. Namun bukan berarti 54 tidak menyertakan fitur anyar, bahkan saking banyaknya, kami akan membahasnya secara khusus setelah ini.


S4 masih bergantung pada 3 tombol di bawah layar untuk melakukan sebagian besar kontrol. Selain fungsi standamya, 3 tombol tersebut juga berfungsi ganda. Tombol menu akan membawa pengguna menuju fitur Google Now dengan menahannya, sedang tombol Home akan menampilkan tampilan task switcher dan tombol back memunculkan Side Bar untuk fitur Multi Window. Fungsi lainnya, pengguna bisa mengakses asisten virtual pengenal suara, S Voice, dengan menekan tombol Home dua kali. Fitur anyar Android 4.2 berupa widget lockscreen juga bisa dinikmati pada S4. Bahkan tak hanya itu, lockscreen juga bisa menyajikan beberapa panel seperti halnya homescreen.

Samsung juga menambahkan dan menyempurnakan sejumlah fitur yang telah muncul pada S3 di ponsel ini. Yang terbaru adalah Air View, fitur ini sebenarnya sudah lebih dulu muncul pada Galaxy Note 2. Bedanya, jika pada Galaxy Note 2 Anda membutuhkan S Pen, maka pada S4 Anda hanya membutuhkan jari Anda untuk menggunakan fitur ini. Bagi yang belum tahu, fitur Air View memungkinkan pengguna untuk menjalankan fungsi tertentu hanya dengan meletakkan jari di depan layar tanpa menyentuhnya (hovering). Fungsi yang tersedia diantaranya menampilkan informasi event yang dimiliki pada S Planner, mengintip isi dari album pada menu gallery, preview video dengan melakukan hovering pada garis timeline video, atau memperbesar tampilan halaman situs. Air View bisa mendeteksi jari Anda ketika berada pada jarak 1 cm di depan layar.


Fitur Air lainnya adalah Air Gesture, fitur ini juga membuat pengguna bisa mengontrol ponsel tanpa menyentuhnya. Fitur ini memanfaatkan sensor khusus yang terletak di atas layar tepatnya di samping earpiece, dengan fitur ini pengguna dapat melakukan scroll ketika membuka halaman situs atau membaca email hanya dengan mengerakkan tangan di depan sensor ke atas/bawah atau berpindah antar gambar ketika menampilkan koleksi di gallery dengan melambaikan tangan ke kanan atau kiri. Adapula fitur motion dan palm motion yang sudah ada sejak Galaxy S3.

Beralih ke fitur Smart Screen, fitur ini dibagi ke dalam 4 fungsi yang dua diantaranya telah di temukan pada produk Samsung sebelumnya, Smart Stay sejak Galaxy S3 dan Smart Rotation sejak Galaxy Note2.

Dua fungsi tambahan lainnya adalah Smart Pause yang ketika diaktifkan bisa menghentikan sementara (pause) video yang diputar ketika mata pengguna tidak sedang menatap ke layar dan Smart scroll dimana ponsel akan mendeteksi mata pengguna dan melakukan scrolling sesuai arah pandangan. Sayangnya ketika dicoba, fungsi ini tidak berjalan selancar yang diharapkan. Ponsel membutuhkan waktu beberapa saat untuk mendeteksi mata pengguna.


Secara Global S4 tersedia dalam 4 varian dibedakan atas chipset dan clockspeed prosesor, serta kapabiltas dual SIM dan 4G yang dimiliki.
Varian pertama adalah GT-I9500 yang menggunakan chipset Exynos 5 Octa 5410 yang termasuk prosesor Octacore (Quad-core 1.6 GHz Cortex-A15 + Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7) dan GPU tri-core PowerVR SGX 544.
Selanjutnya GT-I9502 dengan spesifikasi sama ditambah kapabilitas dual SIM yang tersedia bagi pasar Cina.
Varian ketiga adalah SHV-E300, juga menggunakan chipset yang sama namun dengan clockspeed prosesor Cortex Al 5 mencapai 1,8 GHz dan mendukung konektifitas 4G LTE. Varian ini disediakan eksklusif bagi päsar Korea Selatan.
Dan yang terakhir adalah tipe GT-19505 yang menggunakan chipset Snapdragon 600 (APQ8064T) besutan Qualcomm yang bermuatan prosesor quad-core 1.9 GHz Krait 300 dan GPU Adreno 320. Tipe ini juga mendukung 4G LTE.
Tipe yang Kami uji saat ini adalah GT-I9500 yang sekaligus merupakan tipe yang beredar secara resmi untuk pasar tanah air. Chipset yang digunakan tipe ini bersama dua tipe lainnya (GT-I9502 dan SHV-E300) merupakan yang pertama mengaplikasikan arsitektur heterogen big. LITTLE yang dikembangkan ARM Holdings. Secara sederhana,arsitektur ini menyandingkan 2 buah prosesor quadcore berbeda, satu prosesor berkinerja lebih kuat yang disebut "big" (dalam hat ini Cortex A15) dan sebuah prosesor yang tebih lambat namun mengkonsumsi daya tebih hemat (Cortex A7) yang disebut "LITTLE".

Hal tersebut memungkinkan S4 untuk bekerja sesuai kebutuhan, apakah dengan performa atau pun efesiensi daya yang maksimal. Lalu sebagian dari Anda mungkin bertanya, mana lebih baik yang menggunakan chipset Exynos 5 Octa atau Snapdragon 600?Sayangnya Kami tidak berkesempatan untuk menguji tipe GT-9505 untuk membandingkannya sendiri. Hanya saja, jika metihat hasil pengujian benchmark pada tipe GT-9505 yang dilakukan banyak reviewer asing, tipe tersebut kerap mendapatkan skor di kisaran angka 24 hingga 25 ribuan pada aplikasi Antutu. Sedang tipe yang Kami uji mendapatkan nilai fantastis yaitu 27449. Sementara pada aplikasi Quadrant, S4 kami dihadiahi angka 12571.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, S4 yang Kami uji tidak mendukung konektifitas 4G LTE. Namun di luar itu, segala pilihan konektifitas yang dibutuhkan telah tersedia pada ponsel ini. Port micro USB di sisi bawah ponsel bisa digunakan sebagai koneksi data dan pengisian daya. Tidak hanya mendukung teknologi USB OTG, port ini juga mendukung MHL versi baru 2.0, artinya Anda bisa menyambungkan S4 ke TV dengan output 3D 1080p tanpa bantuan sumber daya eksternal. Sebelumnya pada versi 1.0 pengguna harus menyambungkan charger pada adapter yang digunakan. Pilihan konektifitas lain yang kini menjadi barang langka pun tersedia pada S4 yaitu pemancar infra merah. Infra merah juga didukung oleh aplikasi remote control sehingga pengguna bisa memfungsikan S4 sebagai pengendali jarak jauh untuk berbagai perangkat elektronik di rumah.



Baca Artikel menarik berikutnya:



Comments :

1

keren nih smartphone cuman sayang casenya masih plastik.
tapi processornya ga nahan banget nih, hehehe..
pasti lancar jaya buat maen game HD

anonymous Indonesia said...
on 

Post a Comment

doFollow blog dengan pagerank 3, jadi... banyak manfaatnya untuk Backlink blog anda.