Apple iPad Mini versi WiFi


Ads:

Suatu saat, mendiang Steve Jobs pernah mengutarakan bahwa tablet 7 inchi akan `layu sebelum berkembang' alias Dead on Arrival. Untuk itu kabar kehadiran sebuah tablet mungil berlayar 7.9 inchi dari Apple cukup mengejutkan para pengamat teknologi. Keputusan ini tentu didasari oleh alasan yang sangat kuat. Namun apakah alasan itu cukup kuat untuk membuat Anda berfikir membelinya saat ini juga?


Jika boleh dibandingkan, teknologi di iPad Mini merupakan teknologi yang sama dengan produk Apple di tahun 2011, yakni iPad 2. Mulai dari resolusi layar hingga chipset yang digunakan. Chipset Apple A5 merupakan chipset yang sudah berumur 2 generasi lebih tua. Karena sebelumnya sudah ada A5x dan A6, belum lagi A6x yang digunakan iPad 4.
Kinerjanya masih terbilang baik. Di aplikasi-aplikasi biasa, Anda hampir tidak banyak menemukan perbedaan saat menggunakan iPac Mini dan iPad 3. Kalaupun ada, kit hampir tidak bisa menyadarinya. Perbedaan mencolok terasa saat menggunakannya untuk bermain game. Bagaimanapun RAM 1 GB milik iPad 3 bisa mengungguli RAM milik iPad mini. Meskipun ukuran dan resolusi layarnya terpaut jauh.
Saat menggunakan aplikasi benchmark, GeekBench 2, hasilnya memang tidak terpaut jauh dan iPad 2.

Tidak seperti dugaan sebelum peluncurannya, iPad mini ternyata adalah sebuah iPad. Artinya, saat ada perubahan ratio layar di iPhone 5, para editor di berfikir bahwa iPad mini akan dibuat dengan rasio layar yang sama dengan iPhone 5, yakni 16:9. Sebuah rasio layar yang banyak digunakan oleh tablet- tablet dari kubu Android. Ternyata tidak.
iPad Mini adalah sebuah iPad yang diperkecil. Rasio layar yang dibawa tetap 4:3. Salah satu fungsinya adalah agar semua yang bisa diinstal di iPad lawas bisa berjalan sempurna di iPad mini tanpa ada konversi sedikit pun dan itu adalah satu hal positif yang bisa kita temukan di produk mungil ini.
Layar berukuran 7.9 inchi dengan rasio 4:3 tidak bisa dibilang `sangat kecil'. Karena kenyataannya iPad mini jadi terlihat sedikit lebih besar dari tablet Android 7 inchi, meskipun margin di antara layar sudah dipersempit hingga ujung layar hampir menyentuh ujung bodi. Mungkin karena terlihat lebih lebar saat diposisikan portrait?
Lalu apakah memang terasa lebar? Awalnya kami berfikir demikian. Ketika diposisikan portrait kita bisa menggunakan dua ibu jari untuk mengetik di tablet Android 7 inchi, karena kedua ibu jari bisa mengakses semua area layar. Di iPad mini hal ini sangat bisa dilakukan tapi tidak senyaman Android. Tapi berkat interface keyboard iPad yang bisa dibelah, penggunaan dengan dua ibu jari ini jadi terasa lebih baik. Jadi, faktor lebar tidak lagi menjadi masalah.

Kenyamanan optimal hadir ketika kita menggunakannya bak sebuah buku digital. Ditopang oleh satu telapak tangan, lalu layar dikontrol dengan satu tangan yang lain. Karena ringan, tangan tidak akan cepat merasa capek. Kita tidak lagi membutuhkan kickstand atau smart cover untuk menopangnya di atas meja. Dengan layar 7.9 inchi kita masih bisa melakukan banyak multitouch gesture khas iPad, semisal dengan 4 jari membuka layar multitasking atau pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain hanya dengan menggesernya ke kanan dan kiri.
Sayangnya, terlihat ada pengurangan kualitas di sisi material yang digunakan oleh iPad mini. Meski masih mempertahankan kesan mewah, bahan yang digunakan baik di depan maupun belakang iPad mini terasa lebih generik.

iPad mini dilepas dengan membawa iOS 6. Anda hanya perlu melakukan upgrade ke 6.0.1 via OTA sebelum benar-benar merasakan pengataman iPad Mini dengan OS paling gress. Semuanya sudah ada di situ. Semua yang Anda temukan dalam sebuah iPad lawas akan kita temukan di situ.
Dulu layar iPad dibuat dengan ukuran 9.7 inchi alias mendekati 10 inchi. Sekarang layar diperkecit menjadi 7.9 inchi. Tapi dengan rasio yang sama, maka semua aplikasi iPad sudah langsung bisa digunakan di iPad mini. Bagi developer, ini adalah kabar bagus. Mereka tidak perlu mengupdate aplikasinya seperti saat iPhone 5 hadir.
Sayangnya ada perubahan di sisi resolusi. Kabar buruk bagi pecinta retina display, karena fitur ini tidak muncul di iPad mini. Ya, resolusi iPad mini hanya 768 x 1024 pixel (162 ppi). Sebenarnya bukan resolusi yang kecil jika dibandingkan dengan tablet Android 7 inchi. Tapi jelas kalah jauh dari iPad lawas yang mencapai 1536 x 2048 pixel (264 ppi) atau bahkan iPhone 5 yang mencapai 326 ppi (640 x 1136 pixel).
Efeknya, bagi Anda yang terbiasa menggunakan iPhone 4, 4s, 5 dan iPad 3, akan melihat pengurangan kualitas pada ketajaman gambar. Tampilan layar agak terasa tidak kontras.

Anda tidak salah jika Anda mulai menyebut iPad mini sebagai iPad 2 yang diperkecil. Tapi tentunya itu bisa diperkuat dengan hadirnya sejumlah fitur terkini di perangkat 7 inchi ini. Salah satunya adalah dukungan SIRI. Semakin banyak mendapatkan data dari penggunanya selama satu tahun terakhir, SIRI semakin pintar dan memuaskan bahkan ketika digunakan oleh pengguna yang tidak berbahasa Inggris sekalipun.
Beberapa kesalahan pada pengucapan bisa dimaktumi dan dikenali dengan tepat. Hanya saja jangan terlalu berbeda ya.

Berikutnya, meski tanpa jalur seluler, kita masih bisa berkirim pesan dengan sesama pengguna perangkat iOS via iMessage. Bahkan untuk berhubungan dengan teman kantor yang tengah online di desktop Mac mereka.
Sudah disebutkan sebelumnya, bahwa ukuran iPad mini ini lebih seperti sebuah buku catatan atau novel. Jadi membawanya kemana¬mana untuk membaca buku digital jelas jauh lebih nyaman ketimbang menggunakan iPad lawas. Menunggu di bank atau dokter jelas lebih tidak terlihat `pamer'.

Untuk keperluan itu, Apple sudah menyiapkan aplikasi iBook yang menawarkan ratusan judul buku digital dan audiobook untuk didownload dan dinikmati dimanapun Anda berada.

Produk ini sejatinya memang bukan untuk keperluan fotografi. Untuk itu, kamera yang dibawa pun tidak begitu istimewa layaknya di iPhone dan iPod anyar. Jika dibandingkan dengan iPad lain, mungkin akan setara. Bahkan jika dibandingkan dengan iPad 3 sekalipun. Tidak ada lampu kilat, namun dilengkapi dengan video recorder berkualitas HD.
Setali tiga uang, pun demikian dengan kamera depan. Sebenarnya merupakan teknologi teranyar yang dimiliki oleh sebuah iPad, yakni kamera 1.2 megapixel dengan kemampuan facetime HD. Meski dirasa tidak terlalu portable karena hanya mengandalkan WiFi Hotspot, namun sudah dapat dipastikan kualitas video call antar sesama pengguna perangkat iOS ini akan tampil lebih baik daripada menggunakan perangkat iPad 2.

Kesimpulan
Hal yang paling membuat iPad Mini bersinar adalah ukurannya. Adalah sebuah revolusi bisa membawa semua fitur sebuah iPad 10 inchi ke dalam sebuah perangkat 7 inchi pertama milik Apple, yang berarti lebih ringan, mudah dibawa kemana-mana namun tentu saja masih dapat diandalkan. Meski berbalut material yang terkesan murahan, harus diakui desain iPad mini dengan lengkungan pada tepi layar boleh dibilang manis. Hanya saja, ini adalah produk Apple. Yang mana orang biasa menyebutnya `kemahalan'. Dengan jumlah uang yang sama, kita bisa dengan mudah mendapat tablet dari kubu Google, bahkan dengan fitur yang jauh lebih baik. Beli atau tidak? sesuaikan dengan kebutuhan Anda.



Baca Artikel menarik berikutnya:



Comments :

1

terimakasih infonya, sangat bermanfaat
salam kenal dari saya..
thank you :)

Iphonesia said...
on 

Post a Comment

doFollow blog dengan pagerank 3, jadi... banyak manfaatnya untuk Backlink blog anda.