Showing posts with label Apple. Show all posts
Showing posts with label Apple. Show all posts

Apple iPad Mini versi WiFi

Suatu saat, mendiang Steve Jobs pernah mengutarakan bahwa tablet 7 inchi akan `layu sebelum berkembang' alias Dead on Arrival. Untuk itu kabar kehadiran sebuah tablet mungil berlayar 7.9 inchi dari Apple cukup mengejutkan para pengamat teknologi. Keputusan ini tentu didasari oleh alasan yang sangat kuat. Namun apakah alasan itu cukup kuat untuk membuat Anda berfikir membelinya saat ini juga?
Selanjutnya...

Menggunakan fitur Facetime di iPad 2

Melanjutkan artikel tentang review tablet iPad 2 beberapa waktu lalu, artikel kali ini kita akan bahas semua hal tentang Facetime di iPad 2. Bagaimana mengaktifkannya, dan hal apa saja yang bisa kita lakukan.
Seperti yang telah kita maklumi bersama, fitur ini merupakan killer app yang digadang mampu menarik perhatian pasar. Dengan hadirnya kamera di iPad baru ini, maka kita dapat saling berhubungan antar pengguna iPad 2, iPhone 4 dan Mac secara face to face dimana pun berada.

facetime on ipad 2
Aplikasi ini muncul pertama kali bersama dengan peluncuran ponsel Apple anyar saat itu, iPhone 4. Fitur ini dianggap sebagai jawaban Apple terhadap fitur serupa di ponsel-ponsel 3G. Tapi bukan Apple namanya kalau hanya mencomot ide aplikasi lain tanpa ada modifikasi.
Berbeda dengan video call yang menjadi salah satu layanan 3G, Facetime sengaja tidak dibuat untuk berjalan di jalur seluler. Beberapa pihak menduga hal ini sengaja dilakukan Apple untuk main aman, menghilangkan `faktor luar' penyebab mundurnya kualitas ber-videocall. Jadi, Facetime hanya bisa digunakan via jalur WiFi. (kecuali jika iPhone 4 Anda sudah dijailbreak).

Dengan berjalan di jalur WiFi maka koneksi akan relatif stabil dan kualitas pembicaraan tentu akan lebih baik ketimbang menggunakan jalur 3G.
Cerita berlanjut dan iPad 2 pun muncul membawa fitur yang sama. Satu-satunya keuntungan adalah pada lebar layar yang akan lebih memuaskan ketika Anda benar-benar ingin melepas rindu dengan Facetime. Meskipun dengan resolusi yang sama (VGA) akan tampak tidak padat di layar selebar itu.

Lalu bagaimana cara menggunakannya?
1 . Akses Facetime melalui ikon aplikasi-nya.

2. Masukkan ID Apple Anda. Email pada ID Apple Anda akan menjadi semacam nomor telepon alias ID Facetime untuk bisa dihubungi dari perangkat lain. Artinya berbeda dari Facetime iPhone 4 yang menggunakan nomor telepon yang terpasang di perangkat.

3. Jika belum punya, atau ingin membedakan dengan akun yang terdaftar di Macbook misalnya, bikin baru saja. Klik create new account. Masukkan data-data akurat pada kolom-kolom yang muncul.

4. Jika sudah sign in, Anda akan menemukan halaman dimana nama kontak akan ada di sisi kanan. Jika di iPad 2 Anda belum ada kontak, klik tanda plus untuk memasukkan email Facetime rekan dan keluarga Anda.

5. Klik kontak untuk melakukan sambungan Facetime.

Apa saja yang bisa kita lakukan di Facetime?
A. Anda bisa memindahkan layar kecil (yang menjadi preview tampilan kita yang dilihat lawan bicara) ke semua sudut layar untuk video call yang lebih baik. Tapi Anda tidak bisa menghilangkannya.

B. Anda bisa mengubah posisi layar, hanya dengan merotasi iPad dari portrait ke landscape atau sebaliknya. lni sangat bermanfaat jika Anda bermaksud menghadirkan lebih banyak orang di satu kamera sekaligus.

C. Anda bisa menekan tombol home untuk membuka aplikasi lain. Pembicaraan (voice) dengan lawan bicara akan tetap berlangsung, hanya saja di seberang sana, Anda dianggap tengah mem-pause Facetime. Anda bisa melanjutkannya kembali dengan menyentuh bar hijau yang berada di atas home screen.

D. Anda bisa merubah kamera yang digunakan untuk tertampil di layar lawan bicara dengan menyentuh tombol switch kamera (paling kanan bergambar kamera dengan tanda panah di kedua sisi).

TIPS Meningkatkan Kualitas Facetime
1. Pastikan Anda memulai gunakan Facetime di ruangan yang penuh dengan cahaya. Atau setidaknya cukup lah. Karena apabila Anda melakukannya di ruangan yang kurang cahaya, gambar akan terlihat ber-noise.

2. Gunakan jalur WiFi yang sinyalnya paling kuat dan menggunakan provider internet berkecepatan tinggi.

3. Jika wajah Anda terlalu besar untuk Facetime. Coba gunakan orientasi landscape
Selanjutnya...

Lebih Tipis dan Semakin Cepat, iPad 2

Meski dianggap sebagal tablet terpopuler selama hidupnya setahun terkahir, iPad orisinil (iPad 1) masih memiliki beberapa kekurangan yang kadang cukup mengganggu. Hal ltu kemudian menjadi sasaran tembak vendor-vendor tablet kelas dua yang mencoba menawarkan tablet alternatif dengan menawarkan 'sesuatu' yang tidak dimiliki oleh iPad.

iPad 2
Produk iPad generasi terbaru ini dilepas untuk menutupi kekurangan iPad terdahulu dengan cara mereka sendiri. Karena, diakui atau tidak, iPad telah menjadi trendsetter selama ini. Apple berhasil menggiring bentuk tablet yang sudah ada menuju bentuk yang seperti kita lihat belakangan. Wajar apabila kemudian sebuah perbaikan yang dilakukan trendsetter akan ditunggu-tunggu, baik oleh penggemar maupun mereka yang membencinya.

Secara resmi iPad 2 diluncurkan di Amerika Serikat pada Maret 2011, dengan 2 varian, yakni WiFi dan WiFi + 3G. Keduanya dilepas dengan tiga pilihan besaran storage, yaitu 16 GB, 32 GB, dan 64 GB. Beruntung, tak perlu menunggu lama produk inipun bisa didapatkan di pasar Indonesia, pada pusat perdagangan ponsel, Roxy Mas Jakarta dengan harga Rp 10.750.000,- untuk varian WiFi+3G 32 GB, berwarna putih. Lebih mahal dari harga resmi nya yang $729.99.

Desain iPad 2
Salah satu kekurangan iPad adalah besaran layarnya yang `nanggung'. 10 inchi dengan rasio 4:3 bukanlah hal yang membuatnya populer. Pencinta video akan memilih rasio 16:9, dan pencinta gadget tentu lebih memilih layar yang lebih kecil untuk perangkat setipis iPad.
Layar iPad 2
Tahukah Anda? iPad 2 tidak memperbaiki hal ini. Diagonal layar iPad 2 tetap sama dengan pendahulunya- 10 inchi dengan aspek rasio yang sama pula. Tapi semua hal positif yang dimiliki Wad lawas tetap dibawa oleh iPad2. Layar TFT LED-Backlit 16 juta warna dengan perlindungan permukaan oleophobic terasa paling nyaman jika dibandingkan tablet-tablet dari vendor lain.

iPad 2 dilepas dengan dua pilihan warna, yakni hitam dan putih. Namun pewarnaan tersebut sebatas bagian yang mengelilingi layar saja. Karena bagian penutup belakang iPad 2 dihiasi material unibodi berwarna silvermetalik. Baik iPad 2 berwarna hitam maupun putih akan memiliki warna `punggung' yang sama.

back cover iPad 2
Perbedaan akan terlihat ketika Anda membandingkan produk ber-3G dan tidak. Karena produk ber-3G dilengkapi dengan bagian penguat sinyal yang berwarna hitam pada ujung atas bagian cover belakang. Hal ini setidaknya bisa memudahkan kita untuk membedakan antara iPad 2 ber-3G dan tidak.

Sesuai dengan rumor yang beredar sebelum kemunculannya iPad 2 memang dibuat dengan disain yang lebih ringkas. Artinya, ia dibuat lebih tipis dan ringan jika dibandingkan iPad lawas. Banyak hal positif yang kita dapatkan. Selain akan terlihat lebih elegan ketika menenteng produk ini, jemari pun akan lebih mudah mengakses layar. Sayangnya kenyataan ini berlaku terbalik bagi mereka yang menggunakannya tanpa cover tambahan. Ketakutan akan tergelincirnya iPad 2 dari tangan semakin besar karena ketipisannya itu.
Smart cover
Di awal peluncuran iPad 2, semua orang meramaikan smart cover. Itu loh, penutup iPad 2 yang disebut-sebut pintar karena bisa berubah bentuk! Sayangnya tidak mendapatkan ini di paket pembelian.

Kamera & Facetime
Satu kekurangan iPad lawas adalah ketidakhadiran kamera. Dimana kemudian Samsung Galaxy Tab kerap menggunakan alasan ini untuk dianggap lebih baik. Di satu sisi, ya, kamera iPad 2 mampu membuatnya tampil lebih baik ketimbang iPad. Sayangnya.di sisi lain, tidak, kamera Galaxy Tab tetap lebih baik dari kamera iPad 2.

Kalau boleh beralasan, Apple pasti akan bilang: ini tablet, bung! Apa yang bisa Anda lakukan dengan tablet? Memotret orang sambil menodongkan iPad yang lebar di jalanan juga kayaknya tidak memungkinkan. Kecuali memang Anda sedang pamer iPad 2. Atau jangan-jangan Anda akan dikira sedang melukis, bukan memotret.



Sebagai gambaran saja iPad 2 memiliki 2 kamera. Satu di depan, satu di belakang. Dimana kamera depan memiliki resolusi VGA (640 x 480 pixel), sementara kamera belakang membawa resolusi 0.7 megapixel (960 x 720 pixel). Beruntung, kamera belakang mampu merekam video HD 720p (1280 x 720 pixel) yang berasio 19:6. Aneh ya?

Facetime iPad 2Kamera depan bisa digunakan untuk foto-foto diri. Tapi utamanya, kamera ini disiapkan untuk Facetime. Fitur videochat via jaringan WiFi yang mulai muncul sejak kehadiran iPhone 4 ini kerap dianggap sebagai fitur killer guna menantang fitur video call milik 3G.

Sebelum beranjak membicarakan kinerjanya, masa depan Facetime di Indonesia masih menjadi pertanyaan besar. Pertama, karena facetime mutlak membutuhkan WiFi yang stabil. Di Indonesia, bahkan di kota-kota besar sekalipun, hotspot WiFi yang stabil masih menjadi barang langka. Kedua, Facetime akan berpacu melawan waktu, sebelum Video Chat Yahoo Messenger for iOS bisa digunakan di Indonesia.

Masuk ke kinerja. Mencoba melakukan panggilan Facetime dari iPhone 4 ke iPad 2 dan sebaliknya. Saat iPhone 4 sudah tersambung, kami bahkan belum bisa log in ke facetime dengan beberapa akun Apple yang dimiliki. Banyak faktor yang berpengaruh di sini, dan masalah firewall di jaringan WiFi bisa jadi kendala.

Review selajutnya Sistem Operasi dan Performa
Selanjutnya...

Tablet iPad 2 rasa Apel episode kedua

iPad 2 sepertinya dilepas untuk pasar baru. Bukan pemilik iPad lawas. Karena tidak banyak perubahan berarti di iPad 2. Terutama di sisi software. Tapi jika Anda berniat mengganti tablet yang tengah Anda miliki ke tablet yang lebih baik, iPad 2 adalah satu rekomendasi yang belum ada lawannya (sampai tulisan ini dibuat).
Soal harga, itu sangat relatif. Menurut kami sih, jika harganya di Indonesia terlalu jauh dari harga resmi yang ditawarkan Apple, lebih baik tunggu saja dulu sampai harganya menjadi stabil.

iPad 2 membawa software yang sama dengan iPad. Tentu dengan beberapa update-an versi. Tapi, sebagai catatan, iPad lawas pun bisa diupgrade ke versi OS ini. Artinya dari sisi software, iPad 2 tidak punya perbedaan berarti dibanding iPad. Kecuali sejumlah aplikasi anyar yang berhubungan dengan fungsi kamera, semisal Photo Booth dan Facetime.

Sementara kemampuan multimedia standar seperti audio dan video masih tak berubah. Positif untuk masalah audio tapi kurang sempurna di sisi video. Masalah koneksi yang terbatas menjadi kendala utama. Terutama ketika kita mencoba untuk memindahkan file video HD berformat MOV. Harus diuOload ke iTunes dulu, baru disinkronisasikan, sudah begitu, kita tetap harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua bitrate yang didukung oleh iPad 2.

Buat Anda yang kerap berkutat dengan dokumen milik Windows, semisal words, Excel dan sebagainya, iPad memang bukan pilihan utama. Demikian juga iPad 2. Asal tahu saja, Apple iPad punya aplikasi yang setara untuk kegiatan tersebut, tapi Anda harus membelinya secara terpisah.

Performa
Pertanyaan ini muncul pertama kali ketika baru mengaktifkan iPad 2. Apakah benar iPad 2 lebih cepat dari iPad original? Secara teori sih, harusnya begitu. Jika dibandingkan, iPad 2 memiliki prosesor ganda 1 GHz. Sementara iPad hanya menggunakan prosesor single 1 GHz. Di sisi RAM iPad 2 punya memori yang lebih besar 2 kali lipat, yakni 512 MB, sementara iPad hanya 256 MB.



Lalu ketika kami coba, kecepatan akselerasi ini sangat terasa saat pergantian fitur, saat menutup aplikasi, hingga membukanya kembali dari task manager. Hampir tidak ditemukan jeda, yang sering kami temui di iPad. Terbukti! Belum lagi responsivitas layar juga meningkat karena prosesor anyar ini. Hal yang sangat dibutuhkan oleh perangkat berlayar sentuh seperti iPad 2.



Tidak berhenti sampai situ, keingintahuan kami akhirnya memutuskan untuk melakukan benchmark. Dan Geekbench adalah pilihan kami. Sejatinya aplikasi ini diperuntukkan bagi iPhone. Namun versi teranyarnya diklaim sudah bisa mendeteksi performa iOS dengan dual processor.

Selanjutnya, review pada desain dan kamera
Selanjutnya...

iPhone 4, review App Store, iPod, Koneksi, Kamera dan Baterai

Melihat harganya yang masih mahal dan dengan melihat kenyataan bahwa belum ada operator resmi Tanah Air yang menggandengnya secara resmi, aman rasanya jika menahan dulu keinginan Anda untuk membelinya. Apalagi jika Anda sudah memiliki iPhone 3GS. Upgrade saja OS-nya ke iOS4 untuk merasakan fitur-fitur iPhone 4.

Kemampuannya yang khas iPhone memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Meski kadang terasa tertinggal beberapa tahun dari ponsel lain, hal-hal yang bersifat tampilan, misalnya desain dan display sudah mendapat perhatian lebih dari Apple.

App Store
Jika setahun lalu akun asal regional Indonesia tidak diberi keleluasaan mengakses iTunes Store, maka kali ini sudah bisa. Anda bisa mendownload video podcast, serial video pendek dan sebagainya dengan akun Indonesia. Tapi, masih ada tapinya lagi nih. Akun Indonesia belum bisa untuk mendownload konten musik berbayar milik iTunes. Alias masih sebatas mendownload podcast gratisan saja.

Sementara itu, tidak ada masalah di sisi App Store. Seperti biasa, Anda bisa mendownload aplikasi berbayar maupun tidak, lalu menginstalnya di iPhone Anda. Masih sama dengan pengalaman App Store di ponsel-ponsel Apple sebelumnya.

iPod
Setiap penggemar musik pasti kenal dengan yang namanya iPod. Perangkat pemutar musik bikinan Apple ini terkenal dengan kualitas playback dan display-nya. Seperti biasa iPhone menyertakan fitur ini sebagai salah satu unggulan utama.
Tidak banyak perkembangan di sisi kualitas musik ketimbang iPhone 3Gs, namun jika Anda bicara loud speaker, maka speaker iPhone 4 ini terasa sedikit mengalami peningkatan kualitas.

Koneksi
Ponsel ini dilengkapi koneksi yang lengkap. Ketika kita berada di jangkauan WIFi, maka gunakan WiFi berkecepatan tinggi 801.11 b/g/n. Apabila kita tidak dalam hotspot, maka pilihannya adalah menggunakan jaringan HSDPA. Yang pasti Anda harus selalu terhubung dengan internet untuk bisa memantau semua email dan messenger.

Kekurangan utama terletak pada ketidakmampuan ponsel ini dalam menerima dan berkirim file via Bluetooth. Pasrah? Jangan dong! Masih ada aplikasi yang memungkinkan hal ini terjadi, tapi kita harus membelinya dulu di App Store. Kabar gembiranya kita masih bisa mendengarkan musik via A2DP.

Lalu bagaimana dengan sifat koneksi USB-nya yang membutuhkan sinkronisasi dengan perangkat tertentu? Masih sih. Tapi dengan iOS4-nya yang baru ini, kita tidak lagi perlu kehilangan file musik ketika disinkronisasikan dengan perangkat komputer berbeda. Ada proses backup yang berlangsung. Tapi ya, kalau mau nambah musik masih sedikit repot.

Video Call
Teknologi ini sudah lama ada di ponsel-ponsel 3G generasi pertama. Bahkan ketika iPhone 4 muncul dengan fitur kamera depan, layanan video call rasanya sudah berkurang popularitasnya. Setidaknya untuk sebuah iPhone, ini adalah hal baru. Khusus di iPhone 4, layanan video call masih berbasis internet via jaringan WiFi. Mirip dengan Skype. Kabarnya Apple masih tengah mengupayakan agar fitur ini dapat berjalan di lingkungan 3G juga. Namun yang pasti dengan perangkat sekecil ponsel, maka ketika kita menatap mata lawan bicara di layar, seakan-akan Anda melihat ke kameranya yang berada di sudut sempit. Akan memproyeksikan muka Anda di layar lawan bicara yang tengah menatap mata mereka.

Bandingkan jika Anda melakukan video chat di komputer, ketika melihat lawan bicara, maka kita tidak melihat kamera, sehingga yang terlihat oleh lawan bicara, kita tengah menatap bidang yang lain.
Sayangnya fitur ini masih belum dapat digunakan di iPhone 4 kami, meskipun WiFi sudah aktif, dan nomor ponsel sudah tercatat. Apakah ini pertanda FaceTime belum bisa digunakan di Indonesia, atau membutuhkan iPhone 4 lain agar bisa terhubung, atau masalah ada pada operator yang digunakan.

Kamera
Sampai saat ini, besaran 5 megapixel pada kamera iPhone merupakan besaran resolusi kamera terbesar. Tapi tidak ada apa-apanya memang jika Anda membandingkannya dengan kamera ponsel dari pabrikan lain yang sudah mencapai 8 bahkan 10 megapixel. Tak ada yang dikeluhkan dari kemampuannya memotret.

Satu hal yang menarik adalah kemampuannya merekam video HD hingga 720p. Sejalan dengan diluncurkannya TV-TV HD, dan dukungan video HD di situs upload video seperti Youtube, maka ini adalah pertanda baik. Sayang memori yang dibutuhkan untuk menyimpan video HD lebih besar dari video kebanyakan. Terlebih ketika iPhone tidak menyediakan ruang tambahan untuk memori eksternal.
Untuk Anda yang masih membutuhkan informasi tentang keberadaan editor video atau foto di sebuah ponsel, di iPhone 4 ini sudah tersedia fitur editor video dengan melakukan trim. Tapi untuk foto, Anda perlu mendownload dan menginstal aplikasi yang lebih baik.

Baterai
Banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika mereview baterai. Secara kasat mata, baterai iPhone 4 sudah lebih baik dari iPhone 3Gs. Dengan pemakaian yang normal, plus email feed, messenger dan penggunaan kamera, ponsel ini bisa bertahan hampir dua hari. Hampir loh. Karena bagaimanapun jaringan HSDPA dan WiFi menyedot daya yang tidak sedikit. Bila dibandingkan dengan ponsel pintar dari kubu sebelah, semisal BlackBerry Bold 9700, maka pengalaman yang dirasakan, iPhone 4 memberikan daya tahan yang sedikit lebih baik. Sayangnya, seperti biasa kita tidak diberi keleluasaan untuk menggantinya dengan baterai cadangan misalnya.

Review sebelumnya: Disain, Retina Display dan Multitasking
Selanjutnya...

iPhone 4, review Disain, Retina Display dan Multitasking

Jika Anda berniat merasakan upgrade-an ponsel Apple yang sebenarnya, maka iPhone 4 lah jawabannya. Menilik produk lawas, semisal dari 3G ke 3Gs, maka hanya ada beberapa hal saja yang ditingkatkan, semisal dari dukungan 3G ke HSDPA. Kini Anda bisa merasakan banyak hal baru di iPhone 4.

Tak ada Gading yang tak Retak, mungkin menjadi peribahasa paling klop untuk menggambarkan iPhone anyar ini. Meski terlihat sempurna, terasa jauh lebih baik dari produk sebelumnya dan memiliki beragam fitur anyar yang menjanjikan, ponsel ini masih memiliki sejumlah kekurangan.

Sebagian orang mungkin akan memaklumi kekurangan tersebut, namun bagi yang lain bisa jadi hal-hal kecil itu menjadi alasan untuk tidak membelinya. Melalui review singkat ini, kita bisa sama-sama mengetahuinya.

Disain
Ada perubahan yang cukup berani dilakukan Apple terhadap iPhone 4 ini. Ketika baru membuka dus karton nya yang seperti biasa dibuat kecil dan memanjang, akan merasakan bentuk candybar iPhone kali ini lebih vulgar.


Ucapkan selamat tinggal pada casing iPhone dengan pinggiran membulat, plus bagian belakang yang membentuk lengkungan. Kini Apple mendisain iPhone 4 dengan bagian tepi yang lebih tegas dan berhias material alumunium.
Bagian 'punggung"-nya pun tak lagi melengkung (atau mencembung), melainkan dibuat rata, sama seperti bagian depan (layar). Dimana baik bagian depan maupun belakang, sama-sama dilapisi plastik kaca tebal. Kalau diingat-ingat lagi, iPhone terdahulu hanya meletakkan lapisan plastik kaca ini di bagian layar saja.

Sekilas hal tersebut akan tampak apik. Setidaknya mampu menciptakan efek futuristik, sekaligus kokoh. Namun disamping itu ada masalah yang siap mengintai. Semisal kerusakan pada casing. Pasalnya, bagian kaca pelindung bagian depan dan belakang cenderung menonjol dan berada di permukaan yang paling luar. Bagian alumunium yang mengelilinginya tidak mampu melindungi bagian ini. Terutama di bagian tepinya yang rentan.

Hal ini terbukti dengan banyaknya pengaduan pemilik iPhone 4 di seluruh dunia yang mengalami pecah kaca pelindung, terutama di bagian belakang, hanya akibat jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi.

Solusinya adalah dengan menggunakan bumper, alias karet pelindung casing atau biasa disebut 'kondom ponsel'. Apple bahkan menawarkan bumper original gratis bagi para pemilik iPhone 4 yang mendaftarkan ponselnya, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab. Atau apabila Anda tidak berniat menggunakan bumper, pastikan iPhone 4 Anda tidak dibanting dengan alasan apapun.

Hal lain yang mengalami perubahan di sisi disain adalah peletakkan antena. Di iPhone terdahulu, antena diletakkan di bagian belakang bawah ponsel, sementara kini diletakkan di bagian sisi kiri. Banyak yang menduga hal inilah yang menjadi penyebab masalah pada saat melakukan telepon. Dimana tiba-tiba kualitas penerimaan sinyal akan nge-drop atau tidak stabil.

Saat mencobanya dengan salah satu produk operator, hampir tidak ditemukan masalah pada penerimaan sinyal. Hampir setiap pembicaraan berlangsung lancar. Sementara pihak Apple sendiri menganggap hal ini adalah masalah kosmetik. Alias masalah yang tidak terlalu besar. Bagaimana untuk Anda?

Satu hal lagi di sisi disain adalah banyaknya perubahan letak tombol dan slot penting. Tombol volume misalnya, kini diletakkan di sebelah yang berlawanan. Begitu juga dengan slot micro sim, dari bagian atas ke sebelah kanan ponsel.

Oh iya, ngomong-ngomong Micro SIM, iPhone 4 ini mengikuti jejak iPad 3G. Yakni menggunakan kartu sim berukuran mini. Beberapa operator dikabarkan sudah menyediakan kartu sim ukuran micro ini, namun jika Anda memaksakan diri untuk menggunakan kartu lama, Anda bisa memotongnya secara manual dengan alat yang sudah tersedia di pasar. Masalahnya, Anda tidak bisa menggunakannya kembali di ponsel biasa.

Retina Display
Apple menyebut layar anyarnya dengan retina display. Intinya sih dengan ukuran layar yang dibawa, resolusi layar yang mencapai 960 x 640 pixel dalam bidang 3.5 inchi disebut-sebut setara dengan resolusi maksimal retina mata kita. Kami tak bisa benar-benar mencocokannya, tapi yang pasti layar ponsel ini sangat cemerlang dan mampu menampilkan 'jeroan' nya dengan baik. Baik teks maupun gambar dapat tertampil jelas. Begitu pula dengan video. Dengan resolusi video yang sama (semisal dari Youtube), kami merasakan gambar yang jauh lebih padat di iPhone 4 ketimbang ponsel lain, semisal BlackBerry Torch 9800.

Kami merasakan layar iPhone ini mengalami banyak peningkatan. Jika soal kualitas tampilan sudah terbukti prima, maka di sisi sensitivitas, iPhone 4 ini adalah yang terbaik dibanding sesama iPhone. Teknologi multitouch sangat membantu ketika melakukan browsing internet dan foto. Namun keyboard virtual yang memberikan kenyamanan ini masih akan menjadi masalah bagi mereka penggila keyboard fisik.

Multitasking
Bagian ini adalah upgrade terbesar yang bisa didapatkan dalam sebuah iPhone. Berkat iOS 4 yang disuntikkan ke dalam iPhone 4, maka Anda bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus di satu waktu. Semisal Anda sedang bermain game, lalu ingin membuka ebook, juga email, serta SMS dari teman lama. Anda tak perlu menutup semua itu. Tinggal tekan dua kali tombol HOME, maka Anda bisa melihat semua program yang masih berjalan. Tekan yang lama dan Anda bisa menutupnya satu persatu.

Tapi, ada tapinya nih. Apabila Anda menjalankan aplikasi lama, semisal Anda pernah membeli software di iPhone 3Gs, lalu mentransfernya ke iPhone 4, maka Anda harus mengupdate-nya agar fitur pause dan resume-nya bisa muncul. Sekedar informasi, fitur ini merupakan fitur bawaan iOS 4. Jadi, perangkat iPhone lain, semisal iPhone 3Gs dapat melakukannya jika sudah diupgrade dengan OS ini.

Review selanjutnya: App Store, iPod, Koneksi, Kamera dan Baterai.
Selanjutnya...

Langganan Artikel GRATIS

Tulis alamat email di kotak, lalu tekan Subscribe, ikuti petunjuk selanjutnya:

Delivered by FeedBurner

Followers

Blog Direktori

Mobile Phone Blogs - BlogCatalog Blog Directory Directory of Gadgets Blogs Add to Technorati Favorites blog-indonesia.com

Kategori

·         Advertorial

·         Android

·         Android GingerBread

·         Aplikasi Ponsel

·         Apple

·         Audio Video MP3

·         Berita

·         Beyond

·         Blackberry

·         Blackberry Playbook

·         CDMA

·         Compare

·         Download

·         e-Mail

·         Gadget

·         Games Java

·         Games Symbian

·         HTC

·         Huawei

·         IMO

·         Install _ Un-install

·         Internet GPRS

·         iPad 2

·         iPhone

·         Kamera_Video

·         Layar Sentuh

·         LG

·         Motorola

·         Nokia

·         PC Tablet

·         PC_Software

·         PDA/PPC/O2

·         Ponsel Java

·         Proteksi Security

·         Pustaka

·         Qwerty

·         Review

·         S60v5

·         Samsung

·         Service Ponsel

·         Slide Geser

·         Sony Ericsson

·         Symbian Anna

·         Symbian Belle

·         Symbian S60 v3

·         Symbian S60 v5

·         Symbian S60v2

·         Symbian^3

·         Symbian_s60v3

·         Symbian_SE_UIQ2

·         Symbian_SE_UIQ3

·         Tips Tricks

·         Tutorial

·         Virus Symbian

·         ZTE

Arsip Artikel

 
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]