Tips setting trafik data internet di Windows Phone
Selanjutnya...
Cara update OS pada Blackberry Black Market
Beberapa poin minus dari menggunakan produk BB10 Black Market di antaranya tentu saja ketidaktersediaan layanan garansi resmi dan dukungan update untuk sistem operasi yang digunakan. Untuk masalah update OS, sebenarnya ada trik yang bisa dilakukan agar pengguna tetap mendapatkannya berikut cara rincinya:
Selanjutnya...
Nokia Lumia 625 support 4G LTE dengan layar lebar
Selanjutnya...
Advan Vandroid S5D, Quadcore sejutaan
Selanjutnya...
HTC One Mini versi lite dari HTC One
Selanjutnya...
Nokia Lumia 1020 dengan kamera 41 MPx
Selanjutnya...
Galaxy Dual On CDMA GSM Samsung Infinite SCH-I759
Selanjutnya...
Memaksimalkan fitur Google Photos di Android
Selanjutnya...
Tips sinkronisasi dokumen di perangkat android
Selanjutnya...
Ponsel antiAir Sony Xperia ZR
Selanjutnya...
Backup data Windows Phone 8 ke cloud storage
Backup otomatis ini akan menyimpan data-data yang ada di smartphone ke layanan cloud Windows, yakni SkyDrive. Sebagai catatan, data yang bisa Anda simpan di layanan cloud ini cukup beragam. Mulai lis aplikasi, setting, text message dan foto.
Sebelum Anda melakukan dan mengaktifkan proses back up, pastikan terlebih dulu untuk mengatur akun live dan SkyDrive Anda di menu `email+account'. Jika sudah, Anda pun bisa langsung melakukan pengaturan auto-back up ini.
- Geser tampilan home screen ke kiri, untuk menampilkan jajaran menu.
- Geser ke bawah untuk menemukan menu 'settings'.
- Pilih menu 'back up'. Di tampilan selanjutnya, Anda akan mendapatkan tiga pilihan menu untuk di-back up.
- Aktifkan modus back up di masing-masing pilihan tersebut.
Prosesnya, di opsi App list+setting pilih "back up now". Di sini, anda juga bisa kapan saja menghapus hasil back up dan menggantinya dengan back up baru. Selanjutnya...
Smart Shoot untuk memaksimalkan fitur kamera di WP 8
Untuk Anda yang hobi foto, biasanya akan membutuhkan beberapa kali jepretan untuk mendapatkan hasil foto yang sesuai dengan harapan. Namun, secara default kamera Lumia 520 tak didukung dengan kemampuan menjepret dalam mode 'Burst' layaknya kamera di smartphone premium, yang sekali jepret bisa langsung beberapa foto.
Nah, di Nokia Lumia 520 terdapat fasilitas `Lenses' yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan aplikasi khusus untuk memaksimalkan performa kamera. Yang dibutuhkan di sini adalah aplikasi 'Smart Shoot' yang tersedia di katalog aplikasi khas Nokia.
- Download aplikasi smart shoot dari menu "lenses"
- Instal ke Lumia 520, selanjutnya buka aplikasi tersebut dari jajaran menu. Atau bisa langsung dari fitur kamera.
- Berikutnya, masuk ke menu viewfinder kamera di Smart Shoot.
- Anda bisa memanfaatkan tombol shutter kamera, atau dengan menyentuh layar untuk mulai menjepret obyek foto. Secara otomatis, kamera akan menjepret 5 foto sekaligus.
- Untuk memilih foto yang kualitasnya paling baik, tinggal menggeser (flick) hasil foto.
- Terakhir, pilih save untuk menyimpannya atau Anda juga bisa mengedit hasil jepretan tersebut.
BlackBerry Q10 dengan keypad qwerty
Berbeda dengan BlackBerry Z10 yang cenderung mirip dengan iPhone 5, Q10 dibuat kembali ke bentukan tradisonal BlackBerry. Lengkap dengan tombol QWERTY fisik. Bodinya melebar ke samping, mengingatkan kita pada card type-nya BlackBerry Bold, namun membawa layar yang sedikit lebih luas. Jika Anda bertanya mengapa harus luas, maka jawabannya ada pada susunan keyboard qwerty fisik. Ternyata kita tidak lagi menemukan trackpad ataupun trackball di ponsel ini. Jadi, layar sentuh akan menjadi satu-satunya cara untuk mengontrol layar ponsel.
Beralih ke bagian sisi ponsel, kita akan menemukan sejumlah tombol dan ports. Secara berurutan ada tombol volume rocker, port micro USB, Micro HDMI, port audio 3.5 mm dan sebuah tombol power/steep. Jadi tidak ada lagi ditemukan tombol convenience ala BlackBerry-BlackBerry lawas. Sekarang masuk ke faktor yang lebih subyektif, yakni kenyamanan. Entah karena material yang memang dipilih secara khusus atau memang pasarnya yang mencoba lebih ke pebisnis yang eksklusif, ponsel ini terasa nyaman di genggaman. Akses menuju ke layar pun tidak sesulit yang awalnya dibayangkan. Dan itu adalah poin yang positif karena bagaimanapun awalnya agak canggung untuk berpindah-pindah dari layar ke keyboard fisik.
Bicara software akan membawa kita ke sebuah sistem operasi anyar yang disebut BlackBerry 10 sebagai sebuah sistem yang digadang mampu mengembalikan BlackBerry di medan peperangan produk-produk pintar. Seperti yang telah kita ketahui BlackBerry 10 lahir dari nenek moyang yang sama dengan iOS dan Android, yakni Linux. Sehingga tidak heran jika ada yang menyebut beberapa apk Android bisa diinstal di ponsel BlackBerry 10. Jumlah aplikasi yang bisa didownload dan diinstal di ponsel ini memang tidak sebanyak Android dan iOS, namun yang pasti terus berkembang. Anda bisa melakukan transaksi dengan kartu kredit dan PayPal, sebuah alternatif yang dirasa membantu.
Tapi ada satu fitur yang membuatnya tetap bertahan menjadi idola di Indonesia, yakni BlackBerry Messenger. Bahkan di BlackBerry 10 ini sejumlah fitur tambahan akan memudahkan Anda berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sesama pengguna BlackBerry 10. Diantaranya adalah BBM Video, yang memungkinkan kita melakukan video call dengan sejumlah fitur tambahan semisal screen share. Anda bisa berbagi layar yang Anda lihat dengan teman Anda. Hal ini bisa digunakan semisal untuk memperlihatkan hasil kerja Anda ke pemimpin atau melaporkan kerusakan software pada teman yang jago memperbaiki.
Menjadi sebuah ponsel bisnis mengharuskan ponsel ini membawa semua sarana koneksi yang ada. Produk yang kami tes kali ini adalah SQN100-3 yang membawa hanya HSDPA dan LTE. Anda mungkin akan menemukan Q10 CDMA jika masuk dalam model SQN100-2 dan AQN100-4. Cek sebelum Anda membelinya. Jika sementara LTE masih belum dapat digunakan di Indonesia, maka jaringan HSDPA dan WiFi sudah cukup mumpuni mengawal kemampuannya terkoneksi dengan internet. Cara terhubung antara ponsel dengan internet bisa dikatakan mudah. Anda bisa dengan cepat melakukan koneksi tanpa butuh bantuan orang lain. Demikian juga saat melakukan sinkronisasi dengan PC. Anda bisa mendownload/instal aplikasi tertentu seperti BlackBerry Link, atau hanya melakukan transfer file via WiFi
Sebagai ujung tombak, Q10 menyediakan sebuah browser yang mumpuni. Jangan samakan dengan browser BlackBerry lawas karena browser ini memiliki banyak fitur yang memudahkan penggunanya saat mencari informasi di internet. Dan karena berformat HTML 5 maka akan terasa lebih powerful dan paling cocok untuk perangkat mobile.
Layaknya layar Super AMOLED lain, apa yang dipancarkan layar ponsel Q10 termasuk dalam kualitas baik. Meskipun ada kecenderungan yang khas. Dimana hitam akan terlihat sangat bagus sementara warna-warna cerah akan tampak (kadang) terlalu tersaturasi. Tapi itu hanya penilaian pribadi. Mungkin mata Anda akan berbeda menilainya. Untuk akurasi layar sentuh, kami tidak punya keluhan. Setiap sentuhan dan gesture berhasil diterjemahkan dengan baik, membuat kontrol dengan layar (tanpa touchpad) pun semakin mudah dilakukan. Butuh membiasakan diri memang, tapi tidak sesulit itu.
Hanya saja aspek rasio yang 1 berbanding 1 membuatnya terlihat seperti foto-foto di Instagram. Meskipun diklaim sudah beresolusi HD (720 x 720 pixel), dan kepadatan pikset yang cukup bagus dibandingkan retina disptay-nya iPhone, sayang beberapa file video disiapkan dengan rasio 16:9 alias wide, sehingga akan tertampit cukup kecit di layar ponsel. Jika dimaksudkan untuk menampilkan sebuah file presentasi berasio 4:3 sih akan ter-lihat cukup besar dan apik. Tapi jika file presentasi tadi memiliki rasio 16:9 maka akan terlihat cukup kecil di layar dengan menyisakan banyak layar hitam atas maupun di bawah file presentasi tadi.
Sementara itu, layar ponsel ini pun terbilang kurang siap digunakan di bawah cahaya matahari langsung. Sedikit menyulitkan ketika membalas email sambil berjalan di luar ruangan saat siang dan dalam kondisi panas. Dalam ranah interface, aman rasanya jika kami sebut Q10 dengan BlackBerry 10 nya sudah siap di pelajari. Artinya ada sejumlah shortcut yang rnemudahkan pengguna saat mengkombinasikan interface fisik (keyboard) dan sentuh (layar dan kontrol), termasuk hub-hub yang memudahkan kita meraih informasi terkini, yang biasa kita akses hanya dengan satu dua kali sentuhan saja.
Tidak banyak yang bisa dibahas di sisi ini. Yang pasti fitur timeshift lah yang pertama kita coba, karena dengan fitur ini kamera akan menangkap gambar dalam rentang waktu tertentu sehingga kita bisa memilih bagian mana yang terbaik untuk dianggap sebagai hasil foto jadi.
Fitur HDR hadir di sini, setelah pada awalnya tidak dimasukkan ke dalam kamera Z10 (versi awal). Fitur ini memungkinkan kita mengambil gambar dengan tone warna dan kontras yang apik ketika berada di terik matahari. Hasilnya, seperti yang sudah ditebak, cukup memuaskan. Artinya meski kurang bagus di auto fokus dan pemotretan di ruangan minim cahaya, hasil foto di kondisi luar ruang bisa diadu dengan hasil kamera ponsel kelas atas Lain.
Dari spesifikasi yang dibawa Q10 diharapkan mampu mengejar ketertinggalannya dari produk-produk teratas vendor dan OS lain. Semisal iPhone 5, Samsung Galaxy S4 atau pun Lumia 920. Hal ini bisa saja menjadi kenyataan saat metakukan booting di awal aktivasi ponsel yang terbilang cukup singkat jika dibandingkan BlackBerry -BlackBerry lawas.
Beralih ke akselerasi secara keseluruhan, pada dasarnya Q10 sudah siap menjalankan aplikasi-aplikasi berat. termasuk game. Namun bukan untuk itu produk ini dibuat. Meskipun kita bisa memaksakannya. Namun jika Anda pengguna iPhone, Anda akan merasa bahwa Q10 membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka sebuah aplikasi. Tapi ini bukan karena hardware rasanya, melainkan karena sifat ekosistem BlackBerry. Tapi jika Anda tidak terlalu memperhatikan, hal ini tidak akan terasa. Selanjutnya...
Samsung Galaxy S4 new superphone
Meski seolah tidak henti-hentinya menghadirkan produk baru untuk berbagai segmen pasar, namun penerima tongkat estafet trah Samsung Galaxy S tetaplah menjadi produk paling ditunggu dari vendor asal negeri ginseng tersebut. Wajar saja, sebagai produk flagship Samsung pastinya berusaha memberikan usaha terbesar dan mengaplikasikan teknologi paling mutakhir untuk menghadirkan produk terbaik dalam fisik Samsung Galaxy S4.Seperti telah diketahui dari berita yang beredar, fisik Galaxy 54 memang tampak sangat mirip dengan pendahulunya. Hanya saja, secara lebih rinci S4 memiliki dimensi bodi yang 0.8mm lebih langsing, 0.7mm lebih tipis dan 3 gram lebih ringan. Suatu kemajuan mengingat ponsel ini membawa layar lebih luas dan baterai berkapasitas daya lebih besar.
Kami juga mengagumi margin antara layar dan bezel metal yang begitu tipis. S4 yang Kami uji berwarna putih, dan sepertinya ketipisan ponsel ini akan lebih terasa pada unit yang berwarna hitam. Hal ini hanya merupakan efek ilusi optikal karena lebih kontrasnya warna silver bezel logam tipis yang mengelilingi ponsel dengan backcover pada unit berwarna hitam dibandingkan dengan unit yang Kami uji. Sayangnya di sektor desain tidak semuanya indah pada S4, karena Samsung masih saja memilihkan bahan plastik seperti pada pendahulunya yang tak sedikit menerima kritik.
Dibandingkan para kompetitor seperti iPhone 5 dan HTC One dengan pilihan bahan aluminumnya, atau Sony yang memilihkan bahan kaca tahan gores pada hampir seturuh bagian bodi Xperia Z, Galaxy S4 memang terlihat lebih "murah".
Seperti disinggung sebelumnya, Samsung memperluas layar produk flagshipnya menjadi 5 inci, sedikit lebih besar dari milik Samsung Galaxy SIII (4.8 inci). Tak hanya itu, resolusinya juga mengikuti tren yang banyak digunakan produk flagship dari vendor kompetitor, membuat penggunanya seolah mengantongi TV layar datar. Teknologi AMOLED khas Samsung mempunyai karakteristik kontras yang impresif, serta saturasi warna yang lebih baik dibandinng panel LCD. Ponsel ini juga mempunyai viewing angle yang lebar,bahkan pada sudut yang cukup ekstrim sekalipun tidak tampak penurunan kualitas warna pada layar. Kekurangan panel AMOLED yang biasanya memperlihatkan semacam pola garis (cross hatch pattern) bahkan tidak terlihat pada layar S4. Kami menduga ini berkat tingkat kerapatan piksel layar yang begitu tinggi.
Samsung membekali S4 dengan Android Jelly Bean versi paling gress yang tersedia saat ini. Dibalut dengan TouchWIZ, pengguna setia smartphone besutan Samsung dijamin hanya akan membutuhkan waktu adaptasi sekejap saja. Namun bukan berarti 54 tidak menyertakan fitur anyar, bahkan saking banyaknya, kami akan membahasnya secara khusus setelah ini.
S4 masih bergantung pada 3 tombol di bawah layar untuk melakukan sebagian besar kontrol. Selain fungsi standamya, 3 tombol tersebut juga berfungsi ganda. Tombol menu akan membawa pengguna menuju fitur Google Now dengan menahannya, sedang tombol Home akan menampilkan tampilan task switcher dan tombol back memunculkan Side Bar untuk fitur Multi Window. Fungsi lainnya, pengguna bisa mengakses asisten virtual pengenal suara, S Voice, dengan menekan tombol Home dua kali. Fitur anyar Android 4.2 berupa widget lockscreen juga bisa dinikmati pada S4. Bahkan tak hanya itu, lockscreen juga bisa menyajikan beberapa panel seperti halnya homescreen.
Samsung juga menambahkan dan menyempurnakan sejumlah fitur yang telah muncul pada S3 di ponsel ini. Yang terbaru adalah Air View, fitur ini sebenarnya sudah lebih dulu muncul pada Galaxy Note 2. Bedanya, jika pada Galaxy Note 2 Anda membutuhkan S Pen, maka pada S4 Anda hanya membutuhkan jari Anda untuk menggunakan fitur ini. Bagi yang belum tahu, fitur Air View memungkinkan pengguna untuk menjalankan fungsi tertentu hanya dengan meletakkan jari di depan layar tanpa menyentuhnya (hovering). Fungsi yang tersedia diantaranya menampilkan informasi event yang dimiliki pada S Planner, mengintip isi dari album pada menu gallery, preview video dengan melakukan hovering pada garis timeline video, atau memperbesar tampilan halaman situs. Air View bisa mendeteksi jari Anda ketika berada pada jarak 1 cm di depan layar.
Fitur Air lainnya adalah Air Gesture, fitur ini juga membuat pengguna bisa mengontrol ponsel tanpa menyentuhnya. Fitur ini memanfaatkan sensor khusus yang terletak di atas layar tepatnya di samping earpiece, dengan fitur ini pengguna dapat melakukan scroll ketika membuka halaman situs atau membaca email hanya dengan mengerakkan tangan di depan sensor ke atas/bawah atau berpindah antar gambar ketika menampilkan koleksi di gallery dengan melambaikan tangan ke kanan atau kiri. Adapula fitur motion dan palm motion yang sudah ada sejak Galaxy S3.
Beralih ke fitur Smart Screen, fitur ini dibagi ke dalam 4 fungsi yang dua diantaranya telah di temukan pada produk Samsung sebelumnya, Smart Stay sejak Galaxy S3 dan Smart Rotation sejak Galaxy Note2.
Dua fungsi tambahan lainnya adalah Smart Pause yang ketika diaktifkan bisa menghentikan sementara (pause) video yang diputar ketika mata pengguna tidak sedang menatap ke layar dan Smart scroll dimana ponsel akan mendeteksi mata pengguna dan melakukan scrolling sesuai arah pandangan. Sayangnya ketika dicoba, fungsi ini tidak berjalan selancar yang diharapkan. Ponsel membutuhkan waktu beberapa saat untuk mendeteksi mata pengguna.
Secara Global S4 tersedia dalam 4 varian dibedakan atas chipset dan clockspeed prosesor, serta kapabiltas dual SIM dan 4G yang dimiliki.
Varian pertama adalah GT-I9500 yang menggunakan chipset Exynos 5 Octa 5410 yang termasuk prosesor Octacore (Quad-core 1.6 GHz Cortex-A15 + Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7) dan GPU tri-core PowerVR SGX 544.
Selanjutnya GT-I9502 dengan spesifikasi sama ditambah kapabilitas dual SIM yang tersedia bagi pasar Cina.
Varian ketiga adalah SHV-E300, juga menggunakan chipset yang sama namun dengan clockspeed prosesor Cortex Al 5 mencapai 1,8 GHz dan mendukung konektifitas 4G LTE. Varian ini disediakan eksklusif bagi päsar Korea Selatan.
Dan yang terakhir adalah tipe GT-19505 yang menggunakan chipset Snapdragon 600 (APQ8064T) besutan Qualcomm yang bermuatan prosesor quad-core 1.9 GHz Krait 300 dan GPU Adreno 320. Tipe ini juga mendukung 4G LTE.
Tipe yang Kami uji saat ini adalah GT-I9500 yang sekaligus merupakan tipe yang beredar secara resmi untuk pasar tanah air. Chipset yang digunakan tipe ini bersama dua tipe lainnya (GT-I9502 dan SHV-E300) merupakan yang pertama mengaplikasikan arsitektur heterogen big. LITTLE yang dikembangkan ARM Holdings. Secara sederhana,arsitektur ini menyandingkan 2 buah prosesor quadcore berbeda, satu prosesor berkinerja lebih kuat yang disebut "big" (dalam hat ini Cortex A15) dan sebuah prosesor yang tebih lambat namun mengkonsumsi daya tebih hemat (Cortex A7) yang disebut "LITTLE".
Hal tersebut memungkinkan S4 untuk bekerja sesuai kebutuhan, apakah dengan performa atau pun efesiensi daya yang maksimal. Lalu sebagian dari Anda mungkin bertanya, mana lebih baik yang menggunakan chipset Exynos 5 Octa atau Snapdragon 600?Sayangnya Kami tidak berkesempatan untuk menguji tipe GT-9505 untuk membandingkannya sendiri. Hanya saja, jika metihat hasil pengujian benchmark pada tipe GT-9505 yang dilakukan banyak reviewer asing, tipe tersebut kerap mendapatkan skor di kisaran angka 24 hingga 25 ribuan pada aplikasi Antutu. Sedang tipe yang Kami uji mendapatkan nilai fantastis yaitu 27449. Sementara pada aplikasi Quadrant, S4 kami dihadiahi angka 12571.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, S4 yang Kami uji tidak mendukung konektifitas 4G LTE. Namun di luar itu, segala pilihan konektifitas yang dibutuhkan telah tersedia pada ponsel ini. Port micro USB di sisi bawah ponsel bisa digunakan sebagai koneksi data dan pengisian daya. Tidak hanya mendukung teknologi USB OTG, port ini juga mendukung MHL versi baru 2.0, artinya Anda bisa menyambungkan S4 ke TV dengan output 3D 1080p tanpa bantuan sumber daya eksternal. Sebelumnya pada versi 1.0 pengguna harus menyambungkan charger pada adapter yang digunakan. Pilihan konektifitas lain yang kini menjadi barang langka pun tersedia pada S4 yaitu pemancar infra merah. Infra merah juga didukung oleh aplikasi remote control sehingga pengguna bisa memfungsikan S4 sebagai pengendali jarak jauh untuk berbagai perangkat elektronik di rumah.
Selanjutnya...
Nokia Lumia 520 murah dengan performa maksimal
Smartphone ini tetap mempertahankan karakter khas `Lumia' yang trendi dan penuh warna. Dari sisi dimensi, Lumia 520 lebih mungit ketimbang Lumia 620, namun sedikit lebih tebal. Karakter desain Lumia 520 bisa dibilang sedikit beda dibanding Lumia 620. Sisi depan terlihat agak kotak, namun sisi belakang cukup ergonomis.
Sama seperti Lumia 620, Anda juga bisa menggonta-ganti cover belakang Lumia 520 loh. Tapi bagi pengguna baru, pastinya akan kerepotan untuk metepas back cover smartphone ini. Pasalnya, mekanisme untuk membuka cover belakang Lumia 520 beda dibanding smartphone kebanyakan. Bukan dengan cara menggeser sisi cover atau mencongkelnya, melainkan Anda harus menekan bagian depan bodi Lumia 520 ke arah dalam dan menarik cover betakang ke arah yang berlawanan. Mekanisme membuka cover belakang smartphone ini tak jauh beda dengan Lumia 620.
Seperti karakter Lumia lain, tombol-tombol di sisi bodi tak menyertakan keterangan atau ikon yang jelas. Alhasil, pada saat menggunakannya Anda akan kebingungan memilih mana tombol power/lock screen mana yang untuk shutter kamera. Untuk posisi slot kartu SIM dan slot microSD, ada di bagian dalam tertutup back cover. Sebagai catatan, Lumia 520 sudah menggunakan Micro SIM Card.
Lumia 520 memiliki ukuran layar lebih luas ketimbang Nokia Lumia 620. Namun soal pixel density, harus bertekuk lutut dengan seniornya tersebut. Hal ini merupakan efek dari ukuran layar berbanding dengan resolusinya. Soal ketajaman dan kejernihan warna layar, tak perlu diragukan lagi. LCDnya sanggup memancarkan warna dan gambar yang natural. Namun, akan sedikit berefleksi jika langsung bersentuhan dengan sinar matahari. Akibatnya gambar, teks maupun ikon-ikon menu akan sedikit kurang jelas. Tenang, cukup manfaatkan pengaturan brightness untuk mengatasi kekurangan tersebut. Atur dan sesuaikan tingkat kecerahan layar ke posisi maksimal secara manual.
Anda yang terbiasa menyelipkan ponsel di saku jins atau memasukannya ke tas dan mencampurnya dengan benda-benda keras/tajam, biasanya akan merusak bodi bahkan layar ponsel. Namun tak perlu khawatir jika ponsel Anda adalah Lumia 520. Pasalnya, smartphone ini memiliki layar yang dilapisi bahan anti gores.
Bergeser ke bagian dalam, rasanya tak perlu membahas tebih jauh lagi soal interface Windows Phone 8. Konsep antarmuka yang dikenal dengan Live Tile ini sudah menjadi pakem dengan struktur kotak-kotak beragam ukurannya. Bahkan, Anda bisa mengatur berbagai notifikasi dari aplikasi tertentu yang akan muncul di layar utama, meski dalam posisi layar terkunci.
Untuk ukuran smartphone berharga kurang dari Rp 2 jutaan, performa hardware yang dimiliki Lumia 520 tergolong cukup tangguh. Bahkan untuk kecepatan prosesor dalam `melibas' semua fitur dan aplikasi, bisa melampaui beberapa smartphone Windows Phone 8 di level atasnya. Supaya lebih jelas, kami menggunakan dua aplikasi benchmark yang umumnya digunakan untuk menguji performa sebuah Windows Phone. Saat menggunakan Antutu Benchmark, mencatatkan skor 7271. Skor ini merupakan nilai tertinggi dari beberapa kali pengujian. Sedangkan saat menggunakan aplikasi WP Bench, mencatat skor tertinggi 177.13.
Untuk mendukung performa hardware dan software, Nokia Lumia 520 mengandalkan baterai lithium ion berkapasitas 1430 mAh. Baterai ini sejatinya dapat memberikan waktu standby (tanpa aktifitas) hingga lebih dari 3 hari. Namun, jika aktif digunakan untuk telpon maupun membuka beragam fitur/aplikasi, baterai Lumia 520 hanya sanggup bertahan sekitar 1 harian. Seperti generasi Lumia lain, karakter user Interface kamera Lumia 520 pun cukup sederhana. Anda akan mendapatkan viewfinder dan pengaturan kamera di sisi kanan, yang mudah diakses jari. Beberapa pengaturan standar di viewfinder kamera Lumia 520 diantaranya Scenes, ISO, Exposure, White Balance dan Aspect ratio.
Namun yang cukup menarik di kamera Lumia 520 adalah fitur 'Lenses'. Di sini, Anda bisa menambahkan berbagai aplikasi tambahan untuk memaksimalkan kemampuan kamera tersebut, sebagai contoh adalah Smart Shoot. Dengan fitur Smart Shoot, Anda bisa meng-capture lima foto sekaligus clalam satu jepretan. Selanjutnya, tinggal memilih (flick) foto yang menurut Anda paling bagus dan sempurna untuk disimpan.
Soal kualitas foto, kameranya memang cukup piawai saat digunakan pada lokasi yang memiliki cahaya berlimpah. Namun, jika Anda memakainya dikondisi minim cahaya, jangan berharap hasilnya maksimal. Pasalnya, tak didukung dengan LED flash. Kameranya juga bisa dimanfaatkan untuk merekam video loh. Kualitasnya 720p dengan speed 30fps. Sayang, smartphone ini tak didukung dengan kamera sekunder di sisi depan. Untuk melihat hasil foto dan video yang lebih jelas.
Selain menyertakan fasilitas standar Windows Phone 8, juga diperkaya dengan beragam aplikasi khas Nokia. Semuanya bisa dicari Nokia Collection Store dan di App Highlights, dan bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan performa fitur-fiturnya. Sebagai contoh aplikasi tambahan untuk kamera seperti Panorama, Smart shoot, Cinemagraph dan Photo studio. Semuanya bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan hasil foto maupun rekam video, sekaligus untuk menyebarkannya ke layanan social networking.
Bagi yang hobi bepergian, bisa memanfaatkan aplikasi HERE Drive dan HERE Maps sebagai panduan perjalanan. Navigasi digital yang disediakan HERE Maps juga telah mendukung panduan suara berbahasa Indonesia. Tinggal tentukan tujuan Anda, peta digital pun siap memandu Anda dalam tampilan 2D maupun 3D untuk sampai dengan selamat tanpa kesasar.
Layaknya smartphone masa kini, Lumia 520 pun dibekali sarana koneksi yang cukup lengkap. Hanya saja, smartphone ini tak didukung NFC. Untuk sambungan data, berjalan di jalur HSDPA/HSUPA dengan kecepatan maksimal hingga 21.1 Mbps (download) dan 5.76 Mbps (upload). Bagi yang tidak terjangkau jaringan data, bisa memanfaatkan koneksi WiFi. Selanjutnya...
Ponsel Multimedia Nokia Lumia 720
Dengan konsep unibody layaknya Lumia 920, desain Nokia Lumia 720 terlihat solid. Lekuk bodinya pun cukup `aduhai' dan nyaman saat digenggam. Sisi bodi sebelah kanan, dihiasi tombol volume, power/lock screen dan shutter kamera yang tanpa keterangan/ikon khusus yang menunjukan fungsinya. Bagian bawah terdapat port micro USB untuk kebutuhan pengisian daya baterai atau kabel data. Sedangkan sisi atas, terdapat port audio jack 3.5mm yang bersebelahan dengan slot untuk menyisipkan kartu SIM.
Untuk membuka slot micro SIM card tersebut, Anda harus menggunakan `jarum' khusus yang disediakan dalam paket penjualannya. Caranya, tekan ujung jarum tersebut di bagian lubang port hingga tempat micro SIM card sedikit menyembul keluar dan tarik untuk melepaskannya. Mekanisme ini sama seperti yang digunakan pada Lumia 900 maupun 920. Hal yang sama juga berlaku untuk membuka slot kartu memori ekspansi microSD yang posisinya ada di sebelah kiri bodi.
Sisi layar dan interfacenya bisa dibilang sebanding dengan Lumia 820. Ukuran layarnya sama besar, kerapatan pikselnya pun sama termasuk resolusi layarnya. Hanya saja, jenis teknologi layar yang digunakan smartphone ini sedikit berbeda yaitu sudah menggunakan IPS panel yang kabarnya ramah terhadap konsumsi power. Namun, tetap mampu menghadirkan ketajaman dan kejernihan warna maupun gambar yang tertampil. Angle (sudut pandang) mata scat melihat layar pun cukup luas. Hal ini berkat digunakannya teknologi ClearBlack display, yang membuat layar ponsel pintar ini seolah-olah menyatu dengan sisi bodi. Menariknya, meski berada langsung di bawah sinar matahari, tampilan layar masih bisa dilihat dengan cukup jelas, meski masih ada sedikit refleksi.
Poin plus yang juga dimiliki pada layar adalah digunakannya teknologi Corning Gorilla Glass 2, yang mampu melindungi layar smartphone ini terhadap goresan benda tajam sekalipun. Ketahanan teknologi Corning ini setingkat di atas layar anti gores standar yang digunakan beberapa seri Lumia seniornya.
Beralih ke bagian antarmuka, sepertinya tak banyak yang bisa dibahas dari karakter interface Windows Phone 8 yang diusung Lumia 720. Ini. Semuanya sama seperti smartphone Windows Phone 8 lain. Mulai dari konsep Live Tile, yang memungkinkan Anda untuk mengatur ukuran ikon menu hingga pemilihan konten/fitur apa saja yang akan ditampilkan di home screen.
Hardware yang digunakan Lumia 720 sejatinya memiliki karakteristik yang tak jauh beda dengan Lumia 620. Namun soal performa, cukup jauh meninggalkan seniornya tersebut. Sebagai gambaran, kami menggunakan dua aplikasi benchmarking yakni AnTuTu dan WP-Bench.
Seperti dijelaskan pada bagian desain, Lumia 720 menerapkan konsep unibody yang artinya baterai smartphone ini menyatu dengan bodi (Non-removable). Berdasarkan spesifikasi yang tertera, Lumia 720 menggunakan baterai lithium berkapasitas 2000 mAh. Kapasitas ini tergolong cukup besar dan performanya lumayan baik dalam mendukung kinerja software maupun hardware. Untuk standby saja (tanpa aktifitas seluler), baterai Lumia 720 bisa bertahan hingga 4 hari. Namun, jika Anda aktif menggunakannya (telpon, browsing, game, multimedia) baterai smartphone ini hanya bisa bertahan kurang dari 1 hari.
Smartphone ini memiliki jeroan kamera yang ada di antara Lumia 820 dan Lumia 620. Otomatis, performanya pun akan berada di antara kedua suksesornya tersebut. Dibanding Lumia 620, kamera Lumia 720 mampu menghasilkan kualitas lebih baik berkat optik lensa Carl Zeiss yang digunakannya, sama seperti Lumia 820. Hasil foto terlihat natural dan tajam, dengan detail gambar yang jelas. Untuk pengambilan foto di dalam ruangan dan memiliki intensitas cahaya yang redup, tinggal manfaatkan saja LED flash. Seperti generasi Lumia lain, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi Smart Shoot untuk rnendapatkan gambar terbaik.
Satu hal yang menarik, kamera depan 1.3 megapiksel Lumia 720, selain bisa dimanfaatkan untuk video call via aplikasi Skype, Anda juga dapat memanfaatkannya untuk self portrait yang juga terintegrasi dengan aplikasi Nokia Glam Me. Dengan aplikasi ini, Anda bisa mengedit dan menambahkan berbagai efek Keren untuk selanjutnya dibagikan (share) ke social networking.
Selain foto, kamera utama maupun depan juga dapat digunakan untuk merekam video berkualitas HD 720p ®30fps. Sayangnya, saat modus video aktif, Anda tak bisa sekaligus menjepret foto layaknya beberapa smartphone Android kelas atas.
Untuk kebutuhan koneksi dan akses data, Nokia ini mengakomodasi hampir semua sarana yang ada. Mulai WiFi yang mendukung kemampuan untuk berbagi akses internet dengan perangkat lain via fitur Internet sharing, hingga Bluetooth yang telah dibekali fasilitas file transfer serta A2DP. Bahkan, dengan port kabel data micro-USB yang dimiliki Lumia 720, Anda bisa dengan mudah mentransfer foto, audio maupun video langsung dari PC menggunakan modus mass storage, tanpa perlu memanfaatkan Microsoft Zune.
Tak banyak yang bisa dibahas untuk softwarenya. Pasalnya, dengan membawa Windows Phone 8, Lumia 720 juga secara otomatis dijejali fasilitas standar OS besutan Microsoft tersebut. Dengan kata lain, semua aplikasi standar akan sama seperti WP8 vendor lain. Tapi menariknya, Nokia memiliki divisi pengembangan aplikasi sendiri untuk memperkaya seri Lumia-nya. Anda bisa mendapatkan katalog aplikasi/garne khusus Nokia Lumia di menu `App Highlights'. Meski jumlahnya masih terbatas, namun lumayan membantu dalam memaksimatkan kemampuan Lumia Anda.
Ada beberapa fasilitas menarik yang dibawa 720 terkait fitur navigasi dan traveling, diantaranya aplikasi Tixify untuk mencari hotel, Garuda Indonesia, Blue Bird Group serta fasilitas standar Nokia Lumia seperti HERE City Lens, HERE Drive Beta dan HERE Maps. Namun, untuk bisa menikmatinya secara maksimal, Anda harus mengunduh versi terbaru dan perlu juga untuk mengintegrasikannya dengan beragam akun social media termasuk akun Nokia dan Microsoft Windows Anda.
Lumia ini bisa dibilang sebagai Lumia 920 untuk kelas menengah, dengan spesifikasi dan fasilitas yang tentunya mengalami penyesuaian. Performa keseluruhan smartphone ini berada diantara Lumia 620 dan Lumia 820. Dengan harga sekitar Rp 3,5 jutaan untuk Lumia 720, Anda akan mendapatkan kemampuan Lumia 620 plus tambahan kinerja kamera yang lebih baik dnn navigasi yang maksimal.
Namun, konsep desain unibody yang diusungnya tak se-fleksibel rekan Lumia di bawahnya, yang dapat menggonta-ganti back cover dengan mudah. Selain itu, dengan harga yang ditawarkan Lumia 720, Anda sejatinya bisa memilih smartphone Android yang didukung fasilitas tangguh dan sokongan aplikasi/game lebih banyak. Selanjutnya...
Memaksimalkan fitur My Bit Cast di ASUS Memo Pad ME 172V
Lewat aplikasi ini, Anda bisa melakukan sinkronisasi catatan, foto dan rekaman audio ke berbagai perangkat dalam satu waktu. Aplikasi My Bit Cast sendiri didukung oleh produk-produk ASUS berbasis sistem operasi Android seperti Transformer Pad series dan ASUS Memo Pad ME 172V.
Selanjutnya...
Membackup Blackberry lama ke Blackberry baru
Selanjutnya...
Asus MemoPad ME172V penerus Nexus 7
Selanjutnya...
WP 8 Termurah Nokia Lumia 620
Jika HTC punya Windows Phone 8S untuk kelas mid range, Nokia menggebrak dengan Lumia 620. Menariknya, smartphone ini dipatok dengan harga yang lebih murah ketimbang HTC 8S. Bahkan diharapkan menjadi WP 8 termurah untuk saat ini. 






























