Anda tentunya sudah familiar dengan nama Kaspersky. Tapi mungkin sebelumnya Anda lebih mengenal aplikasi ini sebagai anti-virus untuk komputer. Tak jauh berbeda dengan versi komputer, aplikasi ini juga diciptakan untuk memproteksi ponsel Anda, bukan hanya dari virus ponsel tapi berbagai hal yang tidak Anda inginkan, misalnya akses dan pencurian data pribadi Anda.
Aplikasi ini memiliki beberapa fitur keamanan. Yang pertama tentunya `Anti-Virus' yang akan melindungi ponsel Anda dari serangan virus ponsel. Seperti halnya program anti-virus pada komputer, Anda dapat mengaktifkan fitur auto-scan sehingga ponsel Anda tetap terlindung.
Ada juga fitur 'Privacy Protection'. Dalam fitur ini Anda dapat mengatur agar SMS, daftar panggilan, detail dari kontak tertentu dapat dilihat atau tidak. Misalnya jika Anda mengaktifkan fitur ini dan memasukkan kontak seseorang kedalam daftar kontak 'Privacy Protection', maka setiap komunikasi Anda dengan kontak tersebut dalam bentuk SMS maupun panggilan telepon tidak dapat terlacak dalam inbox, outbox ataupun call history (log). Anda bahkan dapat mengatur apakah kontak tersebut bisa dilihat dalam phonebook ponsel atau tidak.
Terdapat pula fitur 'Anti-Theft', dimana Anda dapat mem-block dan menghapus data ponsel dari jarak jauh menggunakan SMS command jika ponsel Anda dicuri. Fitur ini juga memungkinkan Anda untuk melacak posisi ponsel melalui GPS.
Yang tak kalah penting yaitu fitur `Encryption' yang bekerja seperti 'Privacy Protection', hanya saja yang dapat Anda sembunyikan adalah file atau folder pribadi. Sehingga tak ada lagi akses data pribadi yang tidak diinginkan.
Selain fitur-fitur diatas, Kaspersky Mobile Security juga memiliki fitur seperti Anti- Spam, Parental Control dan Firewall. Dengan segala keunggulan tersebut tak heran jika aplikasi ini dibanderol dengan harga yang lumayan mahal. Anda harus mengeluarkan uang sejumlah $29.95 untuk satu lisensi yang bisa digunakan untuk satu ponsel selama satu tahun. Tapi jika hanya sekedar ingin mencoba aplikasi ini, Anda dapat mengunduh versi gratisnya selama 6 bulan.
1) Download & install Kaspersky Mobile Security di ponsel anda
2) Klik http://promo.kaspersky.com/chip
3) Masukkan email, lalu masukan kode berikut: D4N7D-PD625 (credit: WarriorMax) dan klik submit
4) Dalam 2 menit anda akan mendapatkan kode lisensi yang dikirim lewat email.
5) Lalu register aplikasi ini dengan kode tersebut, selesai.
Selanjutnya...
Kaspersky Mobile Security v.9
Nokia C5-03 mungil berfitur lengkap
Melengkapi pendahulunya Nokia C5, kembali pabrikan asal Finlandia ini merilis keluarga C5 baru namun dengan konsep layar sentuh. Tak seperti pendahulunya yang mengadopsi model lawas dengan papan akses alfanumerik, C5-03 memiliki tampilan teknologi layar sentuh khas smartphone. Secara keseluruhan, apa yang membedakan ponsel ini dengan pendahulunya, baik dari sisi fitur maupun inovasi?
Beberapa ponsel bergenre 'C' yang belakangan dirilis Nokia kini lebih banyak mengadaptasi teknologi touchscreen sebagai pendongkrak nilai jual, dan nampaknya hal tersebut telah menyasar pada semua segmen.
Kemasan Nokia C5-03 yang berdimensi 105.8 x 51 x 13.8 mm berbobot 93 gram, cukup ringan untuk smartphone kelas menengah. Wajar saja karena ponsel ini hadir dengan bodi berbahan plastik glossy dengan ukuran nyaman di genggaman maupun saku. Pada bodi ponsel tak ditemukan komponen berbahan dasar logam.
Menyisir sisi ponsel hanya tersemat port charger dan micro USB pada bagian atas serta switch zoom (+/-) dan lock/unlock pada sisi kanan. Simpel dan ergonomic.
Tampilan muka pun begitu, hanya layar lapang berdiagonal 3,2 inci menemani jajaran akses call, menu dan end/power (on/off).



Tampilan belakang cukup dihiasi kamera berkekuatan 5 megapiksel dan speaker stereo yang tampil pada grid bawah ponsel. Secara keseluruhan baik bentukan maupun akses fisik ponsel mengemas karakter minimalis.

Pada sektor interface alias antarmuka, C5-03 tampil dengan teknologi layar sentuh berkarakter TFT resistif, yang mengakomodasi 16 juta warna dengan kerapatan 360x640 piksel. Pada desktop utama, C5-03 membesut OVI profile (add), email, dan network dalam widget. Sedangkan ikon shortcut yang hadir adalah Messages, Ovi Maps, Ovi Store dan kamera.
Masuk pada jajaran menu, kita mendapati beberapa fitur khas Nokia semisal Ovi Store, Ovi Maps dan komunitas social networking yang di dalamnya dapat kita temui akses jejaring sosial semacam Facebook, Twitter maupun Friendster.
Selain itu beberapa aplikasi berbasis office juga disediakan C5-03 dalam memaksimalkan jajaran fiturnya. Diantaranya adalah Quick Office, Dictionary dan Converter. Tak hanya itu, tersedia juga toko online amazon.com secara default pada jajaran menu, ditambah kita bisa bercengkrama dengan mengoptimalkan Ovi chat sebagai sarana interaksi.
Smartphone mungil ini menyertakan kamera 5 megapiksel (2592 x 1944 piksel) sebagai sarana jepret gambar atau rekam gerak. Walau minus penyokong cahaya, ponsel ini cukup layak dalam menghasilkan rekaman gambar maupun gerak. Beberapa fitur seperti geo-tagging, editor foto dan variasi foto pun tersemat di dalamnya. Seperti pengaturan density (terang/gelap), light sense (iso), dan colour tone (sephia, BW, vivid, negative).
Ketika dijajal untuk melakukan sesi pemotretan, hasil foto di dalam dan luar ruangan tajam dan cerah. Namun semuanya harus didukung dengan pencahayaan memadai. Dari hasil pengambilan gambar kedua sesi tadi cukup menghasilkan keluaran warna yang natural.
Tak puas optimal pada sesi potret, jajaran audio ponsel ini juga dibekali speaker stereo yang mampu mengeluarkan suara cukup jernih, terasa nyaman baik saat menggunakan speaker maupun headphone. Mendukung beragam format seperti MP3/WAV/eAAC+i WMA, kita cukup leluasa menikmati lantunan audio beragam konversi.
Sebagai alternatif, kita dapat mendengarkan radio yang telah disematkan teknologi RDS. Guna merekam audio dari beragam momentum, ponsel ini juga menyediakan sarana audio recording yang mendukung format AMR. Dilihat secara keseluruhan fasilitas multimedia yang diterapkan ponsel ini cukup mewakili kebutuhan pengguna.
Tak mau kalah dengan sektor audio, pada ranah video player, ponsel yang mampu menjalankan format MP4/ 3GP/WMV ini membekali diri dengan tampilan fullscreen guna menikmati audio visual. Hanya saja fitur ini hanya dapat berjalan pada posisi landscape alias horizontal.
Ponsel yang membekali diri dengan HSDPA 10.2 Mbps dan HSUPA 2 Mbps cukup memberikan kelancaran dalam mengakses internet. Menjelajah ranah maya itu bisa dilakukan via jaringan operator maupun akses Wi-Fi. Selebihnya sarana kabel data dan Bluetooth menjadi andalan lain dalam melakukan koneksi tukar data.
Beberapa link yang terintegrasi dengan layanan online pun siap memberikan keasyikan selancar maya, baik untuk kepentingan jejaring sosial, chatting, pemetaan, GPS maupun belanja online. Nokia sendiri membenamkan aplikasi OVI (Ovi Mail, Ovi Chat, Ovi Maps, Ovi Store) secara lengkap pada ponsel ini dengan tujuan mengoptimalkan layanan online secara terpadu.
Walaupun canggih, ponsel ini masih berjalan pada platform Symbian S60 versi 5 sebagai penyokong kinerjanya. Dipersenjatai prosesor CPU ARM 11 600 MHz, cukup memberi greget dalam menjajal kelancaran aplikasi dan fitur.
Beberapa aplikasi penunjang semisal multimedia, office, community, maupun fitur khas dari Nokia bisa dijadikan sarana pengusir kebosanan. Kita pun sejatinya dapat membenamkan aplikasi favorit baik koneksi PC maupun download langsung via ponsel, semuanya tersimpan rapi dalam folder aplikasi.
Sebagai sarana penyimpanan data, Nokia C5-03 dibekali 40 MB storage dan 128 MB RAM sebagai kantong data internal. Apabila tak cukup, memori ekspansi bertipe microSD sebesar 16 GB pun bisa dijejalkan dalam ponsel ini.
Sebagai ponsel layar sentuh kelas menengah ke bawah, tampilan C5-03 yang ringkas termasuk menarik. Ditambah dengan fitur lumayan lengkap di kelasnya dan kehandalan kinerjanya berkat dukungan prosesor dan platform Symbian S60 5th edition versi terbaru.
Dengan kisaran harga di bawah $200, Nokia C5-03 adalah primadona baru untuk kelas ponsel layar sentuh segmen komunitas. Sejatinya baik harga maupun kemasan yang ditawarkan cukup rasional bagi kita yang bermimpi memiliki ponsel dengan paket lengkap dari vendor ternama.
Selanjutnya...
Aplikasi kecil penghemat baterai
Advance Battery Saver adalah aplikasi yang dapat membantu anda melakukan penghematan pada konsumsi baterai ponsel. Dengan aplikasi ini, Anda dapat menyesuaikan konsumsi baterai dengan membatasi atau menon-aktifkan berbagai fitur ponsel yang tidak sering Anda gunakan, seperti lampu display, fitur getaran, Bluetooth, koneksi internet, dan layanan aplikasi.
Terdapat 3 mode yang dapat dipilih secara default, Saver Off dimana fitur penghemat sama sekali tidak bekerja. Basic Saver yang akan meredupkan cahaya pada layar ponsel dan membatasi beberapa fitur ponsel. Dan Max Saver yang mematikan berbagai fitur dan fungsi ponsel, namun tetap bisa digunakan untuk menelepon.
Pengembang mengklaim bahwa aplikasi ini dapat menghemat konsumsi daya hingga 30%.
Selain 3 mode tersebut Anda juga dapat membuat mode Anda sendiri dengan melakukan pengaturan penghematan fitur lampu layar, getar, Bluetooth, koneksi internet, aplikasi, suara dan jaringan. Anda juga bisa menamai mode yang dibuat.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur auto saver yang akan berjalan otomatis berdasarkan sisa daya pada baterai dalam satuan bar. Anda juga bisa melihat perbandingan konsumsi daya baterai pada setiap mode melalui saving chart.
Selain mengurangi frekuensi pengisian dan memperpanjang umur baterai, Anda juga sudah menyelamatkan lingkungan dengan menghemat energy listrik. Sayang aplikasi ini hanya memberikan waktu 7 hari untuk dicoba, jika ingin terus menggunakannya Anda harus menebus aplikasi ini seharga 1,99 US dollar.
Selanjutnya...
Menggunakan fitur speech pada ponsel pintar Symbian
Fitur speech pada Windows Phone 7 tentu membuat anda iri. Di Saat ponsel lain baru mampu melakukan voice dial (melakukan panggilan hanya dengan berbicara kepada ponsel), salah satu fitur andalan di OS terbaru besutan microsoft ini mampu melakukan lebih. Mulai dari menelepon, membuka aplikasi, atau melakukan pencarian, semua hanya melalui perintah verbal. Kedengaran canggih bukan?
Ternyata anda juga bisa memiliki fitur keren tersebut di ponsel symbian anda, tapi tentunya dengan bantuan aplikasi pihak ketiga bernama Vlingo. Aplikasi ini akan membuat ponsel melakukan perintah verbal dari anda. Mulai dari menulis dan mengirim SMS atau email, menelepon, membuka aplikasi tertentu, melakukan pencarian di internet, mencatat kata-kata anda ke dalam note, bahkan meng-update status facebook anda.
Pengoperasiannya sederhana, terlebih dahulu anda download aplikasinya disini, setelah diinstall lalu jalankan aplikasinya. Setelah itu anda bisa menekan tombol softkey sebelah kanan, dan berbicara kepada ponsel anda. Sayangnya aplikasi ini belum mendukung bahasa lokal, jadi cara termudah adalah memilih bahasa inggris sebagai bahasa dasar aplikasi.
Selanjutnya...
Nokia X6
Nokia kembali mengusung ponsel musik pertama dari seri X, Nokia X6, setelah muncul X3. Meski, sebenarnya X sendiri merupakan seri XpressMusic yang popular. Masih tetap berdedikasi untuk mengusung fitur musik sebagai prioritasnya. Nokia X6 ini, benar-benar memberikan nuansa baru. Dimana, memiliki tata letak yang sama sekali berbeda dari Nokia layar sentuh sebelumnya. X6 sendiri seperti kelahiran kembali seri 5800 XpressMusic. Dengan kapasitas touchscreen dan berbodi ramping. Boleh jadi, untuk desain dan hardware yang berbeda. Namun, Nokia X6 tampaknya memiliki darah sama dengan 5800 XpressMusic. Keduanya menjalankan sistem operasi Symbian OS S60 V5.
Desain
Tidak seperti Nokia layar sentuh sebelumnya, dimana hampir semua ponsel musik Nokia memiliki sudut yang bulat. Namun, tidak halnya dengan Nokia X6 yang cenderung memiliki sudut body tajam. Tapi, bukan berarti tidak membuat merasa nyaman saat memegangnya, karena proporsi bentuknya yang ramping.


Pada bagian layar 3.2 inci, terdapat kaca anti goresan di permukaannya. Hal ini disesuaikan dengan kapasitas layar sentuh yang membuatnya lebih reponsif dan sensitive. Juga, memiliki resolusi 360 x 640 piksel dan mampu menampilkan 16 juta warna. Di bawah layar, Anda akan melihat ada tombol reguler berupa Call, Menu dan End. Ada sentuhan sensitif juga.



Secara keseluruhan, X6 memiliki ukuran 111 x 51 x 13.8 mm. Ukuran ini memang dianggap cukup tebal. Namun, struktur bangunnya tampak lebih ramping dan kompak.
Lihat Videonya:
Musik
Ini merupakan poin utama dari Nokia X6, yakni fitur musik. Dengan mengusung musik digital yang dimiliki Nseries seperti MP3, AAC, WMA, SPMidi dan eAAC. Selain itu, Anda juga dapat mengurutkan playlist menurut artis, komposer, album dan genre. Menariknya lagi, setiap album memiliki tampilan grafis itu. Pemutar musik ini memiliki kemampuan untuk memilih daftar putar lagu, tergantung pada suasana hati Anda dan disebut dengan Playlist DJ.
X6 juga memiliki perangkat Comes With Music. Dimana, memudahkan pengguna untuk melakukan download musik secara gratis dari Music Store untuk tahun pertama. Setelah satu tahun pertama, Anda harus memperbarui dengan berlangganan Comes With Music. File musik yang terdapat di dalamnya sengaja dikode untuk hanya diputar di ponsel Anda. Sehingga, Anda tidak dapat memutar file musik di pemutar musik lainnya.
Sebagai ponsel musik, Nokia X6 juga memiliki tombol musik khusus di sisi samping sebagai akses cepat ke pemutar musik. Dalam hal kualitas audio, X6 bisa diandalkan. Pasalnya terdapat chip audio yang jernih dengan kualitas suara hi-fi. Selain itu, Anda juga dapat mengatur efek musik dengan grafts Equaliser 8-band untuk mendengarkan musik lebih baik. Juga, memiliki jack headphone standar 3,5 mm. Nokia telah membuat perangkat ini mampu memainkan musik non-stop sampai 35 jam. Sehingga, Anda dapat mendengarkan musik, meski sedang dalam kondisi tidur.
Sebuah radio FM stereo juga jadi fitur musik andalan lain.
Video
Selain kemampuan musik, Nokia X6 juga memiliki kemampuan pemutaran video yang sangat baik. Anda dapat memutar video dalam layar lebar dengan radio aspek 16:9 dan dukungan WMV, RV, MP4 dan 3GP file video
Kamera
Nokia X6 juga hadir dengan kamera 5 megapiksel di lensa CarlZeiss yang beroperasi pada resolusi 2592 x 1944 piksel. Kamera ini juga dilengkapi dengan autofocus dan dual LED flash fantastis untuk gambar besar, Bahkan untuk kondisi di malam hari. Dibarengi pula dengan kualitas gambar sangat bagus.
Gambar yang jelas dan memiliki keseimbangan kontras dan Anda akan terkesan dengan kecepatan shutter. Jadi, Anda dapat mengambil foto tanpa harus menunggu waktu. Disini, kamera juga mampu menangkap video dalam kualitas yang berbeda. Seperti 640 x 480 piksel dengan 30 fps (untuk kualitas TV), 640 x 352 piksel dengan 30 fps (untuk kualitas layar lebar), 320 x 240 piksel dengan 30 fps/15 fps (untuk email atau kualitas normal) dan terakhir 176 x 144 dengan 15 fps (untuk kualitas share).
Seperti halnya ponsel yang dirilis akhir-akhir ini, kemampuan jaringan sosial juga telah ditemukan pada Nokia X6. Anda dapat memiliki kemudahan untuk melakukan akses ke layanan jaringan sosial popular. Seperti YouTube, Yahoo, Window Live, Ovi, MySpace, Facebook dan banyak lagi. Selain itu, Anda dapat memeriksa update Tweets atau Facebook langsung pada homescreen. Daftar kontak Anda juga dapat menyinkronkan teman Facebook dengan kontak Anda. Sehingga, Anda tidak perlu menambahkan gambar secara satu-persatu.
Selanjutnya...
Sony Ericsson U1i Satio (Idou)
Sony Ericsson U1i alias Satio merupakan ponsel berkelas tinggi untuk ukuran multimedia besutan Sony Ericsson. Harganya yang tinggi serta pemilihan material yang apik membuatnya tampil eksklusif. Belum lagi fitur multimedia yang dijejalkan ke dalamnya, sama sekali tidak mempengaruhi akselerasi ponsel secara keseluruhan.
Satio lebih cenderung sebuah ponsel kamera ketimbang multimedia. Bahkan dengan adanya OS Symbian 5th edition, tidak membuatnya menjadi ponsel pintar yang terjun di bidang bisnis. Interface sentuh secara menyeluruh menjadikan hal tersebut wajar adanya.
Kemampuan kamera Satio merupakan satu dari yang terbaik. Resolusi lensa 12 megapixel dan fitur fotografi professional yang dibawa memang lebih baik ketimbang kamera-kamera ponsel yang ada hingga saat ini. Terlebih tanpa pembanding di kelas sama. Namun Satio cukup mengecewakan di sisi multimedia. Kuatitas speaker dan hilangnya konektor audio 3.5 mm menjadi hal kecil yang cukup mengganggu.
Ponsel ini dibuat dalam ukuran yang besar. Tidak lebih besar dari N97 sih, bahkan bisa dibilang ponsel ini jauh lebih ringan dan tipis ketimbang N97. Hal ini dikarenakan Satio tidak memiliki moda input lain selain layar sentuh. Bahkan jika dibandingkan dengan 5800 XpressMusic sekalipun. Ponsel ini lebih tipis dan ringan. Untuk mengurangi berat dan ketebalan, Satio menyembunyikan lensa ke dalam mekanisme slider yang hanya menutupi bagian lensa saja. Di ponsel lain, biasanya penutup lensa ini akan dibuat sebesar back cover. Hal ini lah yang membuat banyak permasalahan pada efektivitas ruang.
Satio dibekali OS Symbian S60 5th Edition. OS yang sama seperti pada 5800 XpressMusic, N97 dan 5530 XpressMusic. Tampilan dan `rasa'-nya pun akan sama dengan ponsel-ponsel tadi. Yang pasti, dengan OS seperti ini maka input teks dan interaksi disokong oleh layar sentuh. Untuk keperluan tersebut, Satio sudah membawa layar sentuh resistive cukup luas, 3.5 inchi bertipe TFT 16,7 juta warna. Resolusi yang ditampilkannya pun 360 x 640 pixel. Standar untuk layar lebar WQVGA Symbian S60 5th. Karena sifat layar yang resistive ini, input dengan menggunakan jemari akan mengalami sedikit kendala meski tidak bisa dibilang tidak bisa. Idealnya Anda bisa menggunakan stylus dongle yang memang disediakan oleh Satio.
Menariknya, menu utama dan layar home Satio diperkaya dengan theme flash. Hal ini bisa dipastikan melalui gagalnya sejumlah usaha mengabadikan layar utama dengan aplikasi screenshot. Aplikasi ini tidak dapat mengabadikan gambar flash, semisal video dan viewfinder kamera. Fungsi fotografi didukung dengan kehadiran sejumlah tombol penting, diantaranya adalah tombol kamera, tombol mode kamera dan tombol view (play). Semua diletakkan pada satu bagman, yakni sisi kanan (dilihat dari arah pengguna). Sementara di sisi sebaliknya kita akan menemukan konektor charger, slot memori dan switch pengunci layar. Artinya, tidak ada konektor audio terpisah. Masuk akal jika kita mengingat bahwa Satio adalah ponsel kamera, tapi cukup mengecewakan jika Satio memang dirujuk sebagai ponsel full multimedia. 

Sony Ericsson U1i Satio (Idou) Video:
12 megapixel artinya Satio mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 4000 x 3000 pixel. Besar sekali, sekalipun Anda membuatnya untuk sebuah poster, gambar hasil foto Satio diklaim tidak akan pecah. Semua opsi fotografi terkini sudah tersedia. Semisal autofocus, smile detection, face detection, Bestpic, Panorama, Touch capture, image stabilizer dan sebagainya. Plus bantuan lampu kilat bertipe Xenon akan membantu pengambilan gambar di ruang yang minim cahaya. Hasilnya cukup memuaskan. Namun kurang memenuhi selera bagi beberapa orang. Tapi itu bisa saja subyektif. 
Pemotretan di luar ruangan menghasilkan gambar yang bagus. Semua warna dapat ditangkap dengan baik, detil dan dengan tingkat saturasi yang tebih baik dari kamera ponsel 8 megapixel. Namun kualitas ini segera turun ketika ada mendung atau perubahan cahaya yang drastis. Hasil foto dalam ruangan memperlihatkan dua kualitas yang cukup berbeda. Ketika mengambit gambar dengan jarak cukup jauh, obyek foto tampak tidak fokus di beberapa bagian. Lampu kilat Xenon yang dibawa rupanya tak cukup kuat, bahkan tidak sehebat Xenon yang dibawa ponsel kamera terdahulu semisal K850i. Namun sebaliknya jika dilakukan dalam jarak dekat hasitnya bisa dibilang bagus. (Lihat hasil kamera: gambar 1 , gambar 2)
Namun tanpa pembanding di kelas yang sama, rasanya sulit untuk menyebut kamera Satio bermasalah. Pada kenyataannya sejumlah fitur andalan di sisi kamera sanggup menutupi hal ini. Seperti kecepatan memproses gambar. Hanya sekitar 1 detik setelah kita memotret, hasil gambar akan tertampang dalam layar preview. Hal ini berarti cepat, bahkan jika dibandingkan dengan kamera ponset 8 megapixel besutan vendor lain.
Sementara itu, Satio juga mampu menghasilkan video MP4 dengan resotusi VGA (640 x 480 pixel) dengan framerate 30 fps. Hasilnya bagus, meski masih ditemukan beberapa titik yang tampak kurang cahaya dan untuk keperluan ini, ponsel berkamera 5 megapixel saja sudah sanggup melakukannya. Bagusnya, Satio juga mampu menghasilkan video dengan ratio widescreen 16:9. Cocok untuk ditayangkan di televisi LCD. (lihat hasil video: video 1)
Seperti ponsel Sony Ericsson lain, Satio dalam jiwa Symbian S60 5th editionnya tetap membawa fitur MEDIA. Fitur yang sama seperti pada ponsel Walkman ini tampil sedikit berbeda. Hanya tiga menu utama saja yang disajikan, yakni Photo, Music dan Video. Dengan layar 3,5 inchi, video dan album art file musik Anda akan tertampil dengan apik. Namun sayang Anda mungkin akan kecewa dengan kualitas suara yang dihasilkan speaker tunggal Satio. Kekuatannya tidak mampu mendukung semua tone yang ingin Anda dengar. Pun jika Anda berharap ada konektor audio 3,5 mm agar anda bisa menggunakan headset favorit di ponsel ini, Anda terpaksa gigit jari. Satio hanya menyediakan konektor audio tradisional yang sekaligus berfungsi untuk daya dan data. Demikian juga dengan headset bawaan yang menggunakan konektor jenis ini.
Disamping pemutar musik dan video, kita pun akan dihibur dengan keberadaan radio FM dengan rds. Seperti radio fm ponsel lain, radio hanya akan aktif ketika kita mencolokkan headset handsfree ke dalam konektor tradisional tadi. Dengan begitu, kabel headset akan berfungsi juga sebagai antenna radio.
Satio dilengkapi teknologi transfer data berkecepatan tinggi. Yakni HSDPA 7.2 mbps dan HSUPA hingga 3.6 mbps. Teknologi yang cukup mumpuni untuk sekedar upload foto ke situs blog dan browsing situs-situs networking. Selain itu, ponsel ini pun dilengkapi Bluetooth dan kabel data.
Sayang sungguh disayang, Satio tidak membenamkan aplikasi Facebook for Symbian S60 5th edition. Di ponsel Nokia, ketika ponsel 5th edition mereka tidak dilengkapi aplikasi macam ini, kita bisa mendownloadnya via OVI store. Nah, lalu bagaimana untuk Sony Ericsson dengan Symbian 5th edition? Beruntung masih banyak hal yang bisa kita temukan di sini, semisal di sisi dukungan fitur chat. Kita bisa mendownload sejumlah aplikasi chatting semisal IM+ Jabber, Google Talk dan IM milik Sony Ericsson sendiri.
Disamping itu, kita pun akan disuguhi receiver GPS yang sangat sensitive. Artinya, meski di dalam gedung, kita bisa memperoleh info satelit dengan akurat. Berbeda misalnya dengan BtackBerry Bold. Satio pun telah menyediakan dua peta berbeda, Google Maps dan WisePilot navigator untuk keperluan navigasi. Nama terakhir merupakan aplikasi yang sama seperti di Aino. Kinerjanya bagus namun pra lisensinya hanya berlaku 30 hari. 
Selanjutnya...
Nokia N97 Mini pemenang Asia Mobile Awards 2009
The GSM Association mengumumkan Nokia N97 Mini sebagai pemenang kategori handphone terbaik di ajang Asia Mobile Awards 2009 yang berlangsung di Hongkong pada tanggal 18-19 November kemarin.
Asia Mobile Awards diadakan oleh GSMA sebagai platform untuk menunjukkan kepemimpinan dan keragaman konten mobile, produk dan jasa di seluruh Asia. Dinilai oleh sebuah panel independen analis, wartawan dan pakar industri, Penghargaan tahun ini menarik lebih dari 100 peserta dari operator, vendor dan pelaku dari seluruh industri mobile yang menyediakan produk dan layanan yang tersedia secara komersial di setidaknya satu pasar Asia.
Untuk pertama kalinya, tahun ini pemenang juga akan diseleksi untuk ajang Global Mobile Award, yang berlangsung tahun depan di GSMA Mobile World Congress, Barcelona.
Nokia N97 Mini adalah penerus dari Nokia N97 yang telah diluncurkan beberapa bulan yang lalu. Penambahan embel-embel "mini" di belakang ini merujuk pada dimensinya yang lebih kecil. Tidak hanya dimensinya yang dibuat mini, Nokia juga memangkas beberapa fitur yang terdapat pada seri N97 sebelumnya. Namun meski pemangkasan terjadi tapi secara keseluruhan ponsel ini terbilang memiliki fitur yang cukup maksimal. Berikut ini ulasannya yang saya ambil dari Tabloid Pulsa.
Interface
Nokia N97 mini mengadopsi bentuk versi N97 sebelumnya yaitu candybar dengan slider samping bermekanisme jungkat. Hanya saja embel-embel "mini" ponsel ini rupanya memiliki arti sebenarnya dengan memangkas dimensi jadi lebih kecil dibandingkan versi N97 sebelumnya. Panjang dan lebarnya dipangkas hampir setengah centimeter sedangkan tebalnya dipangkas sekitar 1,5 mm. Pemangkasan dimensi mengakibatkan bobot dari ponsel ini menjadi lebih ringan 12 gram dari versi N97 Standar. Dengan ukuran yang lebih simpel membuat ponsel ini lebih nyaman untuk digenggam atau dibawa kemana saja.
Demi mengutamakan kualitas mekanisme jungkat N97 Mini menggunakan engsel yang dibuat sangat solid. Engsel yang didesain langsung dari Finlandia ini memang terasa kokoh. Engsel ini mampu membentuk N97 mini menjadi sebuah komputer mini dengan membangunkan bagian tayar sehingga tombol qwerty dapat terlihat dan dapat digunakan sebagai input.
Kelengkapan yang dimiliki oleh Si Mini tidak jauh berbeda dengan yang standar. Pada sebelah kanan terdapat tombol volume dan tombol kamera/ shutter. Di sebelah kiri terdapat speaker stereo, sedangkan di tengahnya terdapat port microUSB dan tombol switch pengunci layar. Dan di bagian atas terdapat port jack audio 3.5mm standar yang berdampingan dengan tombol power. Meski diperkecil, resolusi layar tidak mengecil yaitu tetap 360 x 640 pixels.
Nokia masih menggunakan sistem operasi “Symbian S60 edisi 5” pada versi ini untuk menangani setiap prosesnya. Dengan tampilan homescreen yang intuitif dan layar sentuh yang cukup responsif dan dilengkapi stylus yang terpisah dengan handset memudahkan pengguna dalam mengoperasikannya.
Click pada gambar untuk memperbesar











Multimedia
Sebagai penerus ponsel Nseries, Nokia masih memperhatikan fitur multimedia. Berkemampuan yang sama dengan N97, N97 Mini selain dilengkapi kamera sekunder Videocall juga menggunakan kamera utama berupa kamera 5 megapixel dengan optik Tessar dari Carl Zeiss yang juga dilengkapi dengan sistem autofocus dan lampu flash dual LED. Dengan fasilitas layaknya sebuat kamera digital, hasil jepretannya sangat memuaskan. Hasil foto baik dalam keadaan indoor atau outdoor mampu ditampilkan komposisi warna yang real ditambah dengan kualitas yang jernih dan focus di segala sudut.
Kemampuan yang sama disuguhkan dari pemutar musiknya. Karena di fitur ini nokia masih memasukan pemutar musik yang sama seperti ponsel seri xXressmusic. Dilengkapi dengan Equalizer, Stereo Widening dan kualitas speaker stereonya, kualitas suara tidak kalah dibandingkan dengan seri N97 sebelumnya atau ponsel seri XpressMusic.
Tidak hanya kualitas speaker stereo dengan dua corong terpisahnya yang bagus. N97 mini juga memiliki earset yang tidak kalah oke, terlebih menggunakan port audio 3,5 mm dan profile A2DP pada koneksi Bluetoothnya.
Fitur yang masih ada sepeninggalan dari N97 masih ditemukan juga Pemutar Video, FM radio dan Visual Radio. Sayang versi Mini ini nokia meniadakan Fitur FM Transmitter dan PlatForm N-gage. Tapi N97 Mini masih memasukan 1 Game yaitu DJ Mix Tour.
Konektivitas
Urusan konektivitas, Nokia nampaknya tidak ingin menanggalkan satupun fasilitas koneksi yang dibawa dari N97 sebelumnya. Alhasil semuanya masih dimiliki oleh versi mini ini seperti: Bluetooth, kabel data, WiFi, hingga akses HSDPA.
Kemampuan yang sama ditunjukan pada fitur GPS Recievernya yang menggunakan Nokia Maps yang sudah terintegrasi dengan OVI. Sayangnya seperti biasa navigasi suara hanya disediakan gratis untuk 3 bulan saja.
Aplikasi & Instalasi
Kelengkapan konektivitas dan layar yang lebar nampaknya cukup dimaksimalkan oleh nokia dengan memasukan fasilitas internet yang sangat mumpuni. Mulai dari browser symbian 5th edition yang mudah digunakan dan mendukung halaman web penuh. Dan beberapa aplikasi yang terintegrasi dengan internet seperti Facebook untuk Nokia 5th edition.
Untuk membantu dalam pekerjaan N97 Mini juga dilengkapi dengan Aplikasi PDF Viewer dan Office yang dapat mengedit atau membuat file baru. Sayangnya agar semua fitur tersebut dapat digunakan pengguna harus membelinya lagi.
Kemampuan system operasi Symbian S60 5th edition yang didukung dengan platform MIDP membuat kompabititas aplikasinya lebuh luas dan mudah untuk menambahkan aplikasi pihak ketiga.
Hardware
Tidak seperti pada pendahulunya yang menggunakan baterai berkapasitas 1500 mAh BP-4L Li-Ion. Pada versi ini diperkecil kapasitasnya menjadi 1200mAh BL-4D. Hal ini cukup beralasan mengingat pada ponsel mini ini menggunakan layar yang lebih kecil. Namun meski diperkecil kekuatan baterainya masih mampu berjalan sesuai kebutuhan.
Menggunakan sistem operasi yang sama dengan seri N97 di seri mini ini juga menggunakan hardware yang sama dengan menggunakan prosesor chip ARM11 berkecepatan 434MHz yang didukung oleh RAM berkapasitas 128MB. Namun sayangnya pada N97 mini kapasitas memori internal lagi-lagi dikurangi lagi karena menjadi 8GB saja, padahal sebelumnya N97 sudah memasukan memori sebesar 32 GB. Untungnya masih ada slot memori eksternal MicroSd yang dapat membantu pengguna untuk media penyimpanan.
Kemunculan ponsel Nokia N97 Mini memang cukup beralasan, mengingat seri N97 sebelumnya masih memiliki kekurangan dari segi dimensinya yang bongsor. Untungnya pada versi Mini ini nokia tidak memangkas begitu banyak fitur. Faktanya hanya FM Transmitter dan Platform N-gage saja yang ditiadakan.
Dengan penyempurnaan desain dan harganya yang lebih murah dari versi sebelumnya, pastinya akan mengobati kekecewaan pengguna yang ingin memiliki ponsel N97 versi sebelumnya, meski beberapa fitur ditiadakan.
Selanjutnya...



