Showing posts with label Slide Geser. Show all posts
Showing posts with label Slide Geser. Show all posts

LG GT350i Wink Plus review Internet dan Kamera

Ponselnya anak muda. Nampaknya tagline itu cocok mengingat baik desain maupun fitur dan antarmuka LG Wink ini membawa hal-hal yang digemari usia ABG hingga remaja tersebut. Beberapa fitur khas dan aplikasi khusus situs jejaring sosial favorit pun diyakini bisa menjadi nilai jual tersendiri. Serta kehadiran WLAN yang kini juga sedang digandrungi.

Namun tetap saja beberapa kekurangan seperti yang dialami selama masa pengetesan bisa menjadi batu sandungan, apalagi itu terjadi di fitur andalannya. Juga absennya 3G dengan video callnya sedikit disayangkan.

Internet
Mengandalkan koneksi maksimal EDGE ternyata sudah cukup maksimal, walau ini semua tergantung oleh jaringan operator yang anda gunakan. Jika pulsa tidak mencukupi atau mau lebih hemat dalam berselancar di dunia maya, gunakan saja koneksi nirkabel lokal tanpa kabel (WLAN) yang disediakan.
LG si tukang kedip ini pada dasarnya mengandalkan Social Networking Service atau SNS Manager yang memungkinkan anda mengakses status Facebook Et Twitter teman-teman dalam daftar kontak secara langsung. Yah, mirip-mirip Timescape milik Sony Ericsson lah.

Selain itu ada pula aplikasi Facebook & Twitter khusus LG yang tercatat masih memiliki beberapa kelemahan, terutama untuk Facebook. Pertama adalah walaupun kita telah diminta untuk memasukkan password tiap kali akan login kembali, namun halaman yang kita akses seperti profit kita acap kali belum di-update sehingga harus dilakukan secara manual.
Nah, catatan berikutnya terkait dengan refresh ini. Lebih dari tiga kali ponsel yang dites tiba-tiba mati dan restart ketika proses loading masih berjalan. Padahal halaman Facebook yang dibuka tidak mengandung konten terlalu besar.

Kamera
Media pengambil gambar yang dibenamkan pada ponsel ini tergolong standar, melihat dari resolusi yang baru mencapai 2 MP tanpa dilengkapi lampu kilat.

Karena merasa hasil yang didapat di luar ruangan dengan cahaya melimpah sudah dapat ditebak, mencoba mengambil gambar menggunakan modus malam pada obyek luar ruang yang masih mendapatkan sedikit cahaya dari langit pukul 6 sore. Hasilnya adalah obyek terlihat samar dengan sekelilingnya yang gelap seperti siluet.

Mungkin anda justru akan lebih menyukai hasil kamera indoornya. Baik dengan modus malam maupun tidak, warna dari obyek terlihat natural serta hasilnya cukup tajam. Noise memang ada namun tidak sampai taraf mengganggu. Sementara videonya menghasilkan ukuran maksimal QVGA 12 fps dengan format 3gp yang jadul. Hasilnya bisa ditebak, gambar bergerak baik ketika proses perekaman berlangsung maupun saat playback nampak `lompat-lompat', apalagi jika direkam dengan gerakan cukup tinggi.

Review sebelumnya: LG GT350i Wink Plus review Disain, Display dan Fitur
Selanjutnya...

LG GT350i Wink Plus review Disain, Display dan Fitur

Di negara lain, LG mengeluarkan tipe ini tanpa WLAN dan bernama LG Town atau LG Etna Plus. Mungkin pihak pabrikan asal Korea Selatan ini sadar bahwa fasilitas wireless networking tersebut bisa mendongkrak penjualan, maka LG GT350 yang diluncurkan di Indonesia ditambah embel-embel `i' dengan disuntikkan kemampuan tersebut.

Disain
Secara keseluruhan, desain LG GT350i yang di Indonesia diluncurkan dengan nama `Wink Plus' ini dapat dikatakan cukup manis. Hanya tampak tiga tombol di bawah layar sehingga menciptakan kesan minimalis. Pilihan warna-warna ceria seakan menegaskan pasar yang dituju: anak muda.
Penempatan jack 3.5 mm di atas bodi membuatnya mudah diakses saat ponsel dimasukkan ke dalam saku celana sambil mendengarkan musik metatui headset. Demikian juga slot microSD yang berada sebaris dengan tombol pengatur suara, memudahkan anda dalam menggonta-ganti kartu memori tambahan berukuran sangat kecil tersebut.

Geser penampang ke samping, maka akan anda temukan papan tombol qwerty 4 baris yang mengikuti kontur keyboard komputer. Sayangnya, tombol-tombol berbentuk bulat itu kurang nyaman ketika diakses. Penggunaan dalam jangka waktu lama dan sering akan membuat ujung jari terasa sedikit nyeri.

Anda bisa saja sesekali salah menekan antara spasi dan tombol IM. Hal ini terjadi terutama saat mengetik cepat. Padahal khusus tombol spasi dan enter sudah merupakan gabungan dua tombol sekaligus. Satu lagi nilai plus adalah tersedianya tombol kamera yang bisa sangat membantu dalam mengambil gambar agar ponsel tidak goyang, seperti halnya ketika menyentuh ikon di layar yang acap kali justru membuat tangan menjadi tidak stabil.

Display
Walau kedalamannya belum mencapai jutaan, warna-warna yang terpancar justru mampu tampil alami termasuk dalam menampilkan hasil jepretan kameranya.
Yang menarik tentu saja ada pada antarmuka. Sangat kental nuansa anak mudanya. Lihat saja tampilan bingkai yang bisa dipilih. Selain gambar-gambar pemandangan dan interior rumah, anda juga dapat menemukan sket-sket kartun yang menarik serta colourful. Sangat pas untuk pengguna usia sekolah menengah hingga mahasiswa sekalipun.Sekedar catatan, orientasi layar baru akan otomatis berubah jika anda membuka slide papan qwerty.

Fitur
Beberapa fitur unik bisa ditemukan di ponsel ini. Sebut saja Lilin lunak, merupakan lilin elektronik yang untuk menyalakan dan mematikannya bisa dengan cara sentuhan atau ditiup! Walau butuh tenaga ekstra, namun hal ini cukup menyenangkan, bukan?
Memori internalnya 56 MB tentu tidak akan cukup untuk semua aktivitas anda. Oleh karena itu LG telah menyertakan microSD 2 GB di dalam paket pembelian, dan mampu diekspansi hingga 8 GB.

Review selanjutnya: Internet dan Kamera
Selanjutnya...

Nokia X5, review Pemutar Audio, Internet, dan Fitur

Ponsel ini sangat direkomendasikan untuk anda yang membutuhkan piranti cerdas namun dengan dana terbatas. Lengkap dengan koneksi handal HSDPA, WLAN, kamera 5 MP serta kemudahan menggunakan papan tombol QWERTY sehingga sayang untuk dilewatkan.
Mungkin kekurangan yang paling terasa ada di hilangnya kamera video call serta ketiadaan autofokus. Atau menurut anda kini eranya Android sehingga Symbian dirasa ketinggalan zaman? Akan tetapi sebelumnya tidak ada salahnya membaca review ponsel ini, dimulai Nokia X5, review Desain dan Layar serta Kamera.

Pemutar Audio
Ada beberapa ekualiser yang ditawarkan, mulai dari Bass Booster, Klasik, Jazz, Pop dan Rock. Namun entah mengapa ketika didengarkan via speaker eksternalnya, tak ada perubahan yang berarti antara satu ekualiser dengan ekualiser lainnya. Berbeda jika didengarkan via earphone.

Speaker eksternalnya sendiri terletak di bawah bodi bawah sebanyak 2 buah (stereo), menghasilkan keluaran suara yang begitu keras dengan dinamika yang terjaga. Ingin sedikit bersenang-senang dengan ponsel anda? Saat memutar lagu, putar (spin) ponsel di atas bidang datar seperti meja. Ketika putaran berhenti, akan terdengar efek suara random dan lagu akan berganti secara acak pula. Fitur ini dinamakan Surprise Me.

Tak sampai di situ, di folder Musik sendiri masih terdapat beberapa fitur lainnya. Mulai dari Shazam yang berfungsi sebagai Perpustakaan Musik, atau DJ Playlist yang akan terhubung ke jaringan guna mengategorikan musik untuk lagu anda. Ada juga Radio FM dan Radio Internet yang bisa didengarkan tanpa antena serta mencakup berbagai siaran dari seluruh stasiun radio dunia.

Tentu kita tidak bisa melupakan layanan khas Nokia dari Ovi, yakni Musik Ovi, sebagai pusat belanja musik anda secara online. Jika butuh informasi tentang lagu yang sedang didengarkan, gunakan saja fitur Pencari Musik yang akan merekam selama beberapa detik lagu yang ingin anda ketahui identitasnya, lalu terhubung ke internet dan dalam sekejap informasi tersebut sudah berada di hadapan. Praktis.

Internet
Hadirnya teknologi HSDPA membuat koneksi internet X5 dapat diandalkan, apalagi jika sedang berada di luar jangkauan WLAN. Selain itu tak ketinggalan aplikasi Facebook yang bisa melakukan update sendiri jika diperlukan. Masih berada di folder yang sama, anda juga dapat menemukan aplikasi twitter, hi5, MySpace serta Share Online.
Sayangnya halaman web tidak dapat diperbesar, walau memang sudah screen fit sehingga baik tulisan maupun gambar dapat tampil dengan jelas.

Fitur
Pesona dari X5 makin diperkaya dengan hadirnya fitur Kotak Pesan atau Message Box yang memungkinkan anda mengecek pesan masuk yang belum terbaca dengan atraktif. Ketika ponsel dalam keadaan terkunci, atau sedang mendengarkan lagu, anda cukup menekan salah satu dari 2 tombol volume, lalu goyangkan ponsel. Nanti ponsel akan mengeluarkan bunyi yang jumlahnya menunjukkan jumlah pesan yang belum anda baca.

Anda juga bisa mengaktifkan Nada 3-D untuk keluaran deringan yang lebih keren. Empat games yang tersedia di sini cukup menghibur, terutama DanceFabulous, yang mengajak anda menarikan jemari anda di atas tombol diiringi oleh musik. Untuk yang mau sedikit serius, jangan khawatir, aplikasi untuk membuat serta menyunting dokumen masih turut menyertai dengan QuickOffice.

Butuh kamus? X5 menyediakan 2 buah yakni kamus bahasa Inggris dan Mandarin. Untuk yang pertama anda masih dapat menambahkannya dengan bahasa lain dengan cara mengunduh langsung dari aplikasi tersebut. Selebihnya, OS Symbian pasti sudah sangat akrab bagi pengguna Nokia umumnya sehingga tidak perlu lagi dijelaskan panjang lebar di sini.



Selanjutnya...

Nokia X5, review Desain dan Layar serta Kamera

Nokia kembali meluncurkan ponsel berbentuk uniknya, secara sepintas terlihat persegi (square) dengan menganut konsep geser. Yang menarik adalah keberadaan papan tombol qwerty serta bermacam fitur mumpuni dengan harga tak sampai 2juta rupiah. Strategi Nokia untuk kembali merebut pasarnya.

Desain dan Layar
Awas, jangan sampai tertukar dengan kotak bedak di dalam tas jika tiba-tiba X5 berbunyi dan anda perlu merogohkan tangan ke dalam tas untuk mencarinya. Bentuk yang hampir kotak mungkin memang hanya dapat disaingi oleh alat kecantikan wanita tersebut, begitu pula dengan dimensi serta bobotnya. Bukan apa-apa, tak lucu kan jika saking panik atau buru-burunya, anda malah menempelkan kotak bedak di pipi lalu mengucap, "Halo?"

Di bodinya yang unik ini dapat anda temukan jack untuk microUSB dan 3.5 mm audio, tombol pengatur volume, navigasi 5 arah dan 2 kelompok tombol. Di sebelah kanan ponsel adalah tombol bergambar rumah yang akan membawa anda masuk ke daftar menu, serta softkey kiri dan tombol jawab panggilan. Sedangkan untuk kelompok sebelah kiri dapat anda temukan tombol softkey kanan, pemutus panggilan sekaligus tombol power dan tombol akses langsung ke pemutar musik.

Nah, yang menjadi keunggulan pertamanya terletak di balik bodi atas, yakni susunan tombol QWERTY yang sangat nyaman digunakan terutama untuk mengetik panjang. Jumlahnya sekitar 37 buah dengan beberapa fungsi yang perlu diapresiasi. Simak saja pada tombol Sym yang juga disisipi logo Bluetooth. Dengan menekan dan menahan tombol ini di layar utama, Bluetooth tanpa basa-basi akan langsung aktif.

Jika dengan cara manual? anda harus melakukan empat hingga lima langkah sebelum benar-benar menemukan Bluetooth, merepotkan bukan? Satu lagi, penempatan tombol tanda tanya (?) tanpa harus menekan Shift juga terbukti mampu memperlancar proses olah pesan.

Layarnya berorientasi landscape mengingat ponsel ini juga cenderung melebar, sehingga foto maupun video yang tertampil layar penuh sangat nyaman dipandang. Digunakan di bawah sinar matahari? Masalah yang akan anda temukan justru bukan pada tidak jelasnya layar, melainkan refleksi dari bayangan anda sendiri yang terpantul pada bingkai layar. Singkatnya, X5 ini benar-benar bisa dipakai untuk bercermin!

Secara default pada layar muka anda bisa mengakses Langsung kontak, email, pemindaian WLAN, Pesan, Chat, Facebook, twitter, Layanan Ovi dan game hingga kamera. anda pun dapat mengatur skin sesuai dengan selera. Beberapa yang disediakan yakni GraphiteBlack, Azure, hingga Pink, Purple dan Yellow. Masih kurang? Tinggal unduh saja. Oya, perhatikan pada kotak navigasi lima arahnya. Pada kondisi siaga, akan berpendar sesekali. Jika ada telepon tak terjawab atau pesan masuk, akan lebih sering bersinar. Menarik.

Kamera
Mungkin anda tak percaya dengan budget yang minim bisa mendapatkan ponsel berkamera 5 megapiksel.


X5 tidak dilengkapi fungsi fokus otomatis sehingga ketika digunakan dalam beberapa kesempatan hasilnya kurang maksimal. Namun tak perlu khawatir dengan hasil secara umumnya karena masih dapat diandalkan. Apalagi dilengkapi dengan lampu kilat sehingga masih dapat digunakan dalam ruang minim cahaya sekalipun. Disarankan menggunakan lampu kilat, ini hanya jika memang benar-benar dibutuhkan, karena bila tidak akan menghilangkan warna asli dari obyek yang anda foto.

Bagaimana dengan videonya? Sebenarnya hasilnya tergolong baik, hanya saja kadang terjadi seperti lag baik di visual maupun audionya. Padahal saat mengambil gambar, sudah diupayakan dengan gerakan lambat dan minim getaran.
Namun hal ini tidak cukup mengganggu secara keseluruhan karena selain hasil suaranya cukup lantang, lampu kamera juga dapat digunakan selama perekaman berlangsung. Sekedar catatan, ketika proses perekaman berlangsung, tombol navigasi akan kembali berperdar tiap beberapa detik.

Baca selanjutnya Nokia X5, review Pemutar Audio, Internet, dan Fitur
Selanjutnya...

Nokia N900 Maemo

Nokia N900 merupakan produk yang benar-benar baru dan segar. Pemilihan OS yang tepat menjadi salah satu kunci utama karena mampu menyuguhkan kemudahan pengoperasian, bahkan untuk mereka yang sudah terbiasa dengan tipe ponsel tertentu.
Interface yang disuguhkan mampu mendukung secara aktif fungsi-fungsi yang terkandung di dalamnya. Sayangnya, karena masih baru, dukungan software tambahan pun masih terbilang minim. Meski sudah didukung oleh OVi store yang terintegrasi dengan layanan MAEMO.

Nokia mulai mengembangkan sayap dengan memperkenalkan produk baru dengan sistem operasi anyar. Ya, lewat ponsel tablet pertamanya, N900, Nokia juga memperkenalkan sistem operasi baru Maemo 5. Banyak hal menarik di sisi ini banyaknya tampilan baru dan penempatan interface yang sesuai dengan kebutuhan. Sebelum berlanjut ke situ, ada baiknya mengenal struktur ponsel ini lebih dekat. Kita mulai dengan yang terlihat dimana bisa melihat disain yang diterapkan pada N900 tidak begitu inovatif, sudah banyak ponsel dengan mekanisme slide samping seperti ini.

Bedanya, Nokia N900 tidak banyak menyediakan ruang untuk keyboard qwerty sideslide-nya. Ketika menggeser bagian layar ke samping, maka deret keypad qwerty tersebut hanya terlihat kurang dari setengah lebar ponsel. Hal ini bisa disimpulkan bahwa N900 bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran komunikator Nokia yang lama tak terdengar kabarnya. Rasanya ponsel ini lebih sebagai pilihan baru untuk fungsi online dan multimedia, tanpa mengecilkan peran hardware yang sebenarnya sudah siap untuk kegiatan kantoran. Lagi pula ini adalah seri N, seri yang sebelumnya sukses memadukan fungsi kantoran dan multimedia dalam satu paket.

Dengan kecilnya porsi keyboard, dan tersedia layar sentuh TFT resistive dengan ukuran 3,5 inchi berkualitas, maka cara paling benar menikmati isi ponsel ini adalah melalui interface sentuhnya. Meskipun termasuk layar resistive dan tersedia stylus, tapi tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika mengakses menu hanya dengan menggunakan jari. Maemo 5, sistem operasi yang digunakan N900 memiliki UI yang menarik, tampilannya berada pada orientasi landscape. Jadi wajar, apabila di ponsel ini tulisan Nokia dan tipe HP terletak pada bagian sisi menghadap ke arah keyboard sideslide.

Seperti halnya Android, Maemo 5 juga dibuat dengan basis sistem Linux. Jika di Android akan menemukan tiga halaman homescreen, maka di Maemo ada empat. Keempatnya bisa dipersonalisasi sesuai kebutuhan. Namun secara default bisa dibagi menjadi halaman homescreen 1 dibiarkan kosong untuk personalisasi user, homescreen 2 (geser ke kanan) berisi aplikasi-aplikasi online plus GPS, homescreen 3 berisi Personal Information Management dan fungsi telepon, sementara homescreen 4 diisikan dengan link-link belanja aplikasi online.

Lalu, dimana menu tradisional yang kita butuhkan? Berbeda dengan Android yang meletakkannya di menu drop down dengan ikon-ikon widget sebagai menu ponsel, maka di N900 lebih mirip dengan menu ponsel kebanyakan. Aksesnya pun bisa melalui satu ikon yang diletakkan di ujung kiri layar. Kemudian tidak lagi dipusingkan oleh tombol back atau return karena kita bisa kembali ke menu utama, atau homescreen hanya dengan menyentuh bagian layar kosong. OS Maemo 5 dengan dukungan hardware yang tinggi sanggup melakukan multitasking yang luar biasa. Tidak ada penurunan kinerja, semua berlangsung dengan cepat, ketika berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain yang terbuka di layar multitasking. Di setiap aplikasi yang terbuka, akan muncul gambar kotak bertumpuk di sisi kiri atas. Ikon tersebut berfungsi untuk multitasking, yaitu me-minimize tampilan, untuk kemudian dapat membuka aplikasi lain.

Dialog menu yang muncul, juga sub menu dan pilihan-pilihan pada bagian pengaturan dimunculkan dalam grafik yang luar biasa, bahkan lebih baik dibandingkan iPhone yang selama ini dianggap paling atraktif.

Meskipun baru, sistem operasi Maemo 5 tidak akan menyulitkan pengguna N900. Bahkan sebaliknya, membuat tampilan dan UI akan terasa lebih kaya warna dan mudah dioperasikan. Sayangnya, UI ini hanya tertampil landscape, kecuali untuk log telepon dan notifikasi sms. N900 memuat sejumlah fitur multimedia. Beberapa dimasukkan dalam satu kategori media player (MAEMO Media Player) yang tertampil sebagai ikon flash yang enak dilihat. Tampilannya mengingatkan pada tampilan menu Playstation 3 dan PSP Atau kalau boleh membandingkan dengan sesama ponsel, mengingatkan pada tampilan Sony Ericsson Satio dalam keadaan tertutup. Faktanya hampir semua folder fitur dengan fungsi sama, semisal PIM juga ditampilkan dalam bentuk seperti ini.

Fungsi media player terdiri dari music player, video player dan radio internet. Tidak ada radio FM, tapi jangan khawatir, pada dasarnya ponsel ini sudah memiliki hardware yang mendukung fungsi tersebut. Terbukti ada FM transmitter di N900, untuk menambahkan fungsi Radio FM, harus mendownload dan menginstal aplikasi pihak ketiga yang bisa ditemukan di situs maemo.org. Hampir semua format musik dapat dieksekusi. Demikian juga dengan format video (avi, mpeg4). Namun, resolusi video yang disupport maksimal hanya sebatas resolusi layar. Bagi yang membutuhkan dukungan file OGG dan FLC bisa mendownload codec yang sudah disiapkan pihak developer.

Output suara difasilitasi oleh dua corong speaker terpisah di sisi kanan dan kiri ponsel (dalam kondisi landscape). Terdengar nyaring dengan pemisahan frekuensi audio sudah bisa terasa. Namun jika Anda memilih menggunakan headset, N900 pun sudah menyediakan konektor 3.5 mm.

Fitur multimedia lain, ponsel ini menyediakan kamera 5 megapixel dengan optik Carl Zeiss yang dilengkapi autofokus, lampu kilat, mode makro dan sejumlah pengaturan kamera lain. Hasilnya tidak mengecewakan. Gambar hasil foto makro memperlihatkan ketajaman gambar di setiap sudut sehingga debu pun akan terlihat jelas. Sementara foto outdoor tertampil jelas meski ditampilkan di PC. Tersedia WiFi, Bluetooth, konektor microUSB, GPS, FM transmitter dan jalur data HSDPA 10 mbps. Semua bisa diakses dan diatur dengan langkah mudah dengan menyentuh bagian ikon koneksi di layar homescreen.

Hal baru yang akan ditemukan terletak pada setting yang hampir semuanya dilakukan secara otomatis, dan browser MAEMO. Browser ini mampu menampilkan file flash dalam sebuah situs fullweb dan dengan proses render yang cepat. Secara default sudah ada game-game menarik di N900, aplikasi office DataViz Document To go (versi viewer), Facebook, Twitter dan berbagai aplikasi online. Termasuk Ovi Maps dengan fasilitas routing gratis dan siap digunakan, sayangnya tidak ada navigasi suara.

N900 telah membawa processor berkecepatan tinggi. Ini adalah penjelasan mengapa multitasking pada ponsel ini berjalan dengan sangat lancar. Processor TI OMAP 3430: ARM Cortex-A8 600 MHz, dan 3D akselerator PowerVR SGX with OpenGL ES 2.0 support. Ruang memori internal mencapai 32 GB dengan slot MicroSD hingga 16 GB. Sementara untuk mendukung semua kerja ponsel menggunakan baterai li-ion 1320 (BL-5J). Saat dicoba hanya mampu bertahan kurang dari 2 hari dengan beberapa aktivitas pengambilan gambar dan navigasi sms, serta sedikit fungsi musik.
Selanjutnya...

Nokia 6700 Slide

Nokia 6700 Slide sudah memiliki fitur multimedia yang cukup mumpuni. Karena di dalamnya dilengkapi kamera berkekuatan maksimal dengan lensa carl zeiss. Selain itu juga memiliki fasilitas koneksi cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
Sayang berbeda dengan Nokia C5 yang sudah menggunakan aplikasi Facebook untuk ponsel Symbian, di ponsel ini masih menggunakan aplikasi klien menuju ke situs mobile Facebook.

Nokia memperkenalkan ponsel 3G terbarunya, Nokia 6700 Slide. Ponsel ini disiapkan untuk konsumen yang sadar akan desain dan gaya. Ponsel dengan desain yang funky ini memang sangat cocok untuk yang berjiwa muda karena ketersediaan enam warna pilihannya (Biru, Ungu, Pink, Merah, Lime, Raw Aluminum).


Dari namanya yang menggunakan Slide sudah dapat ditebak bahwa ponsel ini menggunakan desain slider. Dengan enam pilihan warna yang berbeda dan memiliki dimensi yang pas digenggaman tangan atau ukuran saku.

Contohnya pada Nokia 6700 Slide ini yang berwarna merah dof hampir di seluruh bagian. Yang berbeda hanya pada pinggiran tombol navigasinya saja yang berwarna hitam. Dengan kombinasi warna ini membuatnya nampak lebih colourful. Mekanisme penggeserannya halus sehingga terasa kokoh dan elegan.

Di bagian depan 6700 slider menggunakan tombol navigasi 5 arah yang dilengkapi dua tombol softkey, dua tombol call end yang dibuat merata dengan permukaan bodi dan dua tombol Home dan Back yang dibuat membulat dan menonjol keluar. Saat ponsel digeser, pengguna dapat melihat susunan keypad yang dibuat rata dan menggunakan warna hitam glossy.


Nokia 6700 slide menggunakan interface Symbian seri 60 yang cukup mudah penggunaannya. Dengan layar TFT berukuran 2.2 inchi dan kekuatan resolusi 240 x 320 pixels di 16 juta warna pada layarnya, mampu menampilkan tampilan layar yang lebih hidup.

Dari fitur multimedia menggunakan kamera 5 megapiksel dengan menggunakan lensa optic Carl Zeiss. Tidak hanya itu kamera ini juga dilengkapi dengan lampu LED flash dan fungsi auto focus. Dengan kekuatan ini maka ponsel ini mampu menangkap foto dengan ukuran maksimal 2592x1944 pixels.
Untuk membantu agar mampu menangkap gambar yang maksinal, Nokia memasukan beberapa fasilitas kamera yang cukup maksimal seperti: night mode, self timer, sequence mode, panorama mode dan yang lainnya. Kualitas foto yang dihasilkan memuaskan, karena mampu menghasilkan gambar yang jernih baik, bahkan pada kondisi gelap.

Untuk merekam video, ponsel ini mampu menghasilkan rekaman video dengan kualitas VGA dengan kecepatan rekaman 15 fps. Untuk mendukung fitur 3G-nya, ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera Video Call berkualitas QCIF. Kamera ini juga dapat digunakan untuk mengambil gambar dan video.

Selain fitur kamera 6700 slide juga dilengkapi dengan fitur musik/video player. Dengan interface standart milik Symbian S60, musik playernya mampu memutar format file MP3, WMA,. WAV, RA, AAC dan M4A.
Untuk meningkatkan kualitas suara, Nokia memasang fasilitas equalizer, Bass Booster dan Stereo Widening. Dengan dukungan speaker stereonya pancaran audio yang dihasilkan cukup memuaskan, karena kombinasi bass dan treble-nya terdengar seimbang.

Untuk pemutar videonya mengandalkan Real Player yang mampu memutar file video jenis WMV, RV, MP4 dan 3GP. Fitur multimedia lainnya, ada juga FM radio yang sudah mendukung RDS. Dengan menghubungkan headset sebagai antenna, pengguna dapat menikmati siaran radio dengan balk. Selain itu ada juga voice recorder yang memudahkan pengguna untuk merekam suara.

Nokia 6700 Slide sudah terintegrasi dengan beberapa situs social networking, sehingga memudahkan penggunanya untuk mengupload dan membagi foto atau file lainnya. Kemampuannya tersebut didukung dengan kecepatan koneksi internet 3G dan HSDPA. Sayangnya Nokia melupakan koneksi Wi Fi.

Untuk mentransfer data, Nokia menyediakan koneksi Bluetooth yang sudah mendukung A2DP, dan port jenis microUSB yang dipasang di bagian atas dengan penutupnya. Melalui kabel data microUSB yang sudah termasuk pada paket penjualannya pengguna dapat dengan mudah memindahkan data ke PC atau ke perangkat lain yang mendukung.

Koneksi lainnya adalah GPS receiver sehingga pengguna dapat selalu terhubung dengan GPS dan dapat selalu mengetahui lokasi dimana mereka berada. Dengan dukungan peta dari Ovi maps, navigasi menjadi lebih mudah.

Nokia 6700 Slide menggunakan sistem operasi Symbian OS S60 versi 9.3 sehingga memudahkan pengguna untuk menambahkan aplikasi yang mendukung system operasi ini. Tidak hanya itu dengan dukungan platform java di dalamnya pengguna juga dapat menambahkan dan memperbaharui aplikasi berplatform java.

Untuk aplikasi bawaannya, tidak jauh berbeda dengan seri C5. Nokia juga memasukan aplikasi khas Nokia mulai seperti Ovi Store, Ovi Maps, Ovi Share, Ovi Music, Ovi Sync dan email.

Seperti yang disebutkan di atas ponsel nokia 6700 slider sudah terintegrasi dengan situs jejaring sosial karena di dalamnya sudah dilengkapi dengan aplikasi klien ke berbagai situs jejaring sosial. Tapi tidak seperti C5 yang sudah dilengkapi dengan aplikasi facebook, di ponsel ini hanya mendukung aplikasi klien saja ke Facebook, hi5, MySpace dan YouTube.

Nokia 6700 slide juga tidak dilengkapi dengan aplikasi pendukung pekerjaan seperti QuickOffice, Adobe PDF dan aplikasi zip file. Untuk game, disediakan game Bounce Tales dan Brain Challenge.

Untuk daya tahan baterai, 6700 slide menggunakan baterai standart Li-Ion berkapasitas 860 mAh. Dengan baterai ini maka ponsel mampu digunakan sampai 300 jam dalam keadaan standby. Atau paling tidak mampu bertahan sampai 4 jam waktu bicara

Kebutuhan untuk memasukan file musik, video, games atau aplikasi menjadi semakin penting. Oleh karenanya ponsel Nokia 6700 Slide menawarkan memori yang cukup maksimal. Memori internalnya memiliki 45 MB. Tidak hanya itu, Nokia juga menawarkan kapasitas memori tambahan melalui slot memori eksternal microSD yang mampu menampung sampai 16 GB. Pembeli ponsel ini mendapatkan kapasitas 2 GB kartu memori microSD langsung pada paket penjualannya.

Selanjutnya...

Nokia X3

Generasi Xseries sudah mulai menembus pasar. Ponsel yang diharapkan sebagai pengganti (penerus) XpressMusic di segmen ponsel musik ini membawa beberapa penyegaran. Nokia X3 memiliki tampilan yang berbeda meski sama-sama bermain di segmen ponsel musik. Antara lain kehadiran user interface S40-Series 6th edition yang relatif baru ditunjang integrasi layanan Ovi dan kemampuan multi tasking dasar.

Nokia X3 adalah sebuah ponsel musik generasi baru dari Nokia yang mengusung harga terjangkau. Namun, X3 menggunakan disain sliding yang umumnya hadir pada ponsel papan. Kendati begitu jangan terlalu mengharapkan fitur papan atas kecuali paket musik lengkap di dalamnya. Nokia X3, memiliki disain relatif simpel yang ditunjang garis tegas dan bodi nan lebar. Sebagai ponsel sliding, X3 terasa cukup solid dan kompak saat digenggam. Sayang, sebagian material penunjangnya masih terasa kurang kokoh karena beberapa komponennya terbuat dari plastik.

Vendor seolah menghindari tampilan sudut membulat yang biasa hadir pada sebagian besar ponsel Nokia yang sudah lebih dulu muncul di pasar. Bahkan, X3 cenderung tebal, pipih dengan garis tegas menyiku di setiap sudutnya. Pada bagian atas ponsel terdapat port data micro USB, port 3.5mm audio jack dan standar port charger. Bagian sisi kiri terdapat slot microSD dan di kanan adalah tombol volume dan kamera.

Permukaan depan ponsel ini saat slider belum dibuka, terdiri dari layar yang dihiasi dua lempengan garis merah pada bagian sisinya. Di lempengan garis merah bagian kiri terdapat tiga tombol musik terdedikasi ala beberapa ponsel XpressMusic. Seperempat bagian permukaan depan di bawah layar hadir tombol navigasi empat arah yang cukup besar. Dilengkapi dengan tombol soft key serta tombol call dan reject di sisi kiri dan kanannya. Setiap tombol relatif nyaman dan empuk saat dipakai.


Klik pada gambar untuk memperbesar


Lantas saat sliding dibuka, pengguna akan menemukan jajaran keypad alfanumerik. Hamparan keypad ini berkomposisi rata terbuat dari lapisan metal. Terdapat garis vertikal dan horizontal yang memisahkan setiap tombol untuk memudahkan penggunaan. Tombol ini empuk dan intuitif saat digunakan meski terbuat dari lempengan logam.


Di sektor interface, diagonal layar 2,2 inci-nya yang sempit dan kecil terlihat kontras dengan bodi X3 yang tebal dan lebar. Tingkat kontras dan warna pada display QVGA dengan 262 ribu warna ini pun relatif kurang tajam. Apalagi dalam kondisi outdoor (tertimpa cahaya matahari) display menjadi kabur. Nokia X3 beroperasi dengan user interface Series 40 6th edition, masih nyaris sama dengan versi terdahulu, namun ada perubahan di sektor Messaging, Gallery dan email. Dukungan multitasking sudah hadir meski belum sempurna. Pasalnya, pengguna tak bisa beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain yang sedang dibuka, kecuali menutupnya.


Pemutar musik menjadi aplikasi unggulan yang terdapat dalam ponsel ini. Kehadiran interface musik dengan fungsi menyeluruh melengkapi kemampuannya dalam mendukung beragam format musik. Nokia X3 juga sudah menggunakan theme yang bisa diutak-atik sesuai selera, tampilannya pun menjadi lebih variatif. Selain itu, pengguna bisa menyortir lagi dalam berbagai kategori mulai dari artis, album dan genre.

Sound yang keluar dari loudspeaker stereo Nokia X3 terdengar jernih dan lantang. Dalam volume maksimal, output dari pemutar musik ini masih mampu menampilkan kualitas terbaik tanpa ada suara pecah. Saat musik tengah mengalun, tombol navigasi yang dilingkari cahaya bisa berpendar mengikuti irama lagu. Pemutar musik pun bisa diatur via tombol musik yang berjajar di sebelah kiri layar.

Untuk menyempurnakan kenikmatan mendengarkan lagu, pengguna bisa memakai headset yang disertakan dalam paket penjualan. Jika dirasa masih kurang lengkap, ponsel ini sudah mendukung profil A2DP yang memungkinkan penggunaan earphone stereo Btuetooth. 5 equalizer preset menjadi pilihan, jika ingin memutar lagu tertentu. Namun, pengguna bisa memodifikasi sendiri equalizer lalu menyimpannya pada slot yang memang sengaja disediakan.

Pemutar video dari Nokia X3 kompatibel dengan 3GP, MP4 dan WMV format. Video dapat diputar dalam modus fullscreen dengan mengaktifkan pilihan menyembunyikan menu keterangan. Video yang diputar dapat dipercepat atau diputar ulang.

Radio FM pun dibenamkan sebagai alternatif hiburan. Menariknya, tak perlu lagi menancapkan headset sebagai sarana penerima siaran, karena vendor sudah menggunakan antena terintegrasi di datam ponsel Radio FM ini ditunjang pula dengan RDS.

Di sektor kamera, X3 hadir dengan kekuatan 3,2 megapiksel. Resolusi maksimal yang bisa diperoleh mencapai 2048x1536 piksel. Seperti Series 40 yang lain, pengaturan kamera relatif terbatas. Namun, tersedia setting standar seperti white balance, effect, hingga pilihan memotret dalam opsi landscape atau portrait. Sayang, tanpa atufokus dan LED flash, hasil jepretan relatif kurang maksimal.

Foto yang dihasilkan rata-rata, belum mampu menandingi beberapa ponsel Nokia lain sekelasnya. Dalam kondisi kaya cahaya atau outdoor hasilnya masih cukup menjanjikan. Namun di dalam ruangan, tak perlu terlalu berharap banyak karena hadirnya noise serta tingkat ketajaman gambar yang banyak berkurang.
Contoh hasil kamera:


Kamera ponsel ini bisa dipakai merekam video dengan resolusi (QCIF) 176 x 144 piksel ® 15 fps. Sementara kapasitas rekam video 3gp-nya dibatasi tergantung ketersediaan memori. Untuk memutarnya langsung akses video player yang kompatibel dengan format 3GP, MP4 and WMV

Ponsel ini belum mendukung 3G, sehingga akses internet yang bisa diperoleh hanya setingkat jaringan GPRS dan EDGE. Saat dicoba via browser yang mengintegrasikan WebKit-based HTML, aksesnya sudah cukup memadai. Browser ponsel menyediakan pilihan menarik di menu Options > Quick links. Fitur ini memungkinan pengguna melakukan panggilan, membuat pesan atau masuk ke dalam Conversations menu langsung dari browser.

Selain bisa menikmati internet via browser, Nokia X3 pun sudah memasukkan browser pihak ketiga yakni Opera Mini sebagai alternatif. Kemampuan kompresinya lebih baik dan akses lebih cepat. Untuk transfer data seperti file musik atau foto, Nokia X3 menyediakan akses Bluetooth dan kabel data micro USB.

Ponsel ini membenamkan layanan Ovi secara menyeturuh. Antara lain ketersediaan Ovi Contacts, yang bisa dimanfaatkan sebagai IM client selain kehadiran Windows Live Messenger. Share on Ovi, Ovi Store hingga My Nokia pun sudah menjadi bagian X3. Di sektor lain, fungsi email dalam ponsel ini memiliki tampilan baru dan sudah mendukung POP3, SMTP dan IMAP4 protocol dan mendukung beragam akun email. Klien email mendukung SSL yang menunjang akun Gmail. Setting menjadi lebih mudah dan praktis.


Gallery pada ponsel ini pun sudah tidak lagi menggabungkan file manager dan media browser. Tersedia tiga pilihan yakni Photos, Music & videos and All content. Pengguna bisa mengkopi file dan folder, mengganti namanya atau menambah.

Tak ketinggalan Nokia X3 menyediakan beragam game aplikasi standar seperti seperti calendar, note, World clock, calculator, alarm, size converter. Lain dari itu, pengguna bisa menambahkan serta menginstal sendiri aplikasi via Ovi Store atau layanan penyedia aplikasi pihak ketiga lain.


Nokia X3 memiliki memori internal sekitar 48 MB, juga sudah dilengkapi dengan slot kartu memori MicroSD bertipe hot-swap yang ada di sisi kiri bodi ponsel. Vendor sudah membenamkan sebuah kartu memori berkapasitas 2GB dalam paket penjualan, namun ponsel ini bisa menampung MicroSd dengan memori hingga 16GB.

Dukungan baterai lithium ion berkapasitas 860 mAh sebenarnya masih kurang mumpuni menunjang aksi musik ponsel ini. Namun, dalam pemakaian normal setelah pengisian penuh, Nokia X3 bisa bertahan 2 hari lebih.

Kesimpulan
Harus diakui Nokia X3 merupakan ponsel musik dengan kemampuan mumpuni. Fitur musik yang disediakan relatif lengkap, mulai dari tombol musik terintegrasi hingga loudspeaker stereo dengan kualitas handal. Plus kehadiran layanan Ovi yang cukup menyeluruh.
Sayang, di sisi fitur lain, ponsel ini tak memiliki terlalu banyak keunggulan. Lihat saja mulai dari absennya fitur 3G, kemampuan kamera yang relatif terbatas, hingga display yang relatif sempit. User interface S40 Series 6th edition yang dibenamkan pun tak terlalu banyak membantu, karena kompetitor pun mampu menyuguhkan tampilan tak kalah dahsyat di kelasnya.
Selanjutnya...

Langganan Artikel GRATIS

Tulis alamat email di kotak, lalu tekan Subscribe, ikuti petunjuk selanjutnya:

Delivered by FeedBurner

Followers

Blog Direktori

Mobile Phone Blogs - BlogCatalog Blog Directory Directory of Gadgets Blogs Add to Technorati Favorites blog-indonesia.com

Kategori

·         Advertorial

·         Android

·         Android GingerBread

·         Aplikasi Ponsel

·         Apple

·         Audio Video MP3

·         Berita

·         Beyond

·         Blackberry

·         Blackberry Playbook

·         CDMA

·         Compare

·         Download

·         e-Mail

·         Gadget

·         Games Java

·         Games Symbian

·         HTC

·         Huawei

·         IMO

·         Install _ Un-install

·         Internet GPRS

·         iPad 2

·         iPhone

·         Kamera_Video

·         Layar Sentuh

·         LG

·         Motorola

·         Nokia

·         PC Tablet

·         PC_Software

·         PDA/PPC/O2

·         Ponsel Java

·         Proteksi Security

·         Pustaka

·         Qwerty

·         Review

·         S60v5

·         Samsung

·         Service Ponsel

·         Slide Geser

·         Sony Ericsson

·         Symbian Anna

·         Symbian Belle

·         Symbian S60 v3

·         Symbian S60 v5

·         Symbian S60v2

·         Symbian^3

·         Symbian_s60v3

·         Symbian_SE_UIQ2

·         Symbian_SE_UIQ3

·         Tips Tricks

·         Tutorial

·         Virus Symbian

·         ZTE

Arsip Artikel

 
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]