Google Nexus 4 LG E960
Selanjutnya...
LG Optimus Hub (LG E510)
Pada penghujung tahun 2011 kemarin LG sempat meluncurkan smartphone varian Optimus-nya. Kali ini dengan kode nama E510 atau dikenal dengan Optimus Hub, LG kembali hadirkan Optimus untuk kelas menengah. Hub dibandrol dengan harga yang relatif murah, namun memiliki koneksi yang mumpuni.
Disain
Seperti kebanyakan ponsel Optimus milik LG, Hub memiliki disain yang hampir sama yaitu dengan bentukan candy bar dengan Full touchscreen. Yang membuat ponsel ini lebih canggih dari Optimus lainnya adalah pada tombol sensitif sentuh yang lebih nyaman digunakan ketimbang menggunakan tombol konvensional.
Optimus Hub punya bodi yang sedikit agak tebal, namun tetap nyaman digenggam karena terasa mantap, meski mengunakan jenis yang glossy. Tapi tetap saja tidak dapat terbebas dari nempelnya noda dari tangan.
Hub sudah menggunakan layar jenis Gorilla Glass yang tahan goresan, jadi anda nggak perlu lagi menggunakan lapisan anti gores. Layar terbilang luas di kelasnya, sayangnya kedalaman warna tidak ditingkatkan kualitasnya yakni hanya sebatas 256 ribu warna seperti pada Optimus One. Namun meski begitu layar masih nyaman digunakan apalagi saat merasakan responsibilitas layar. Tidak hanya itu saat digunakan di luar ruang masih cukup jelas di mata.
Benchmark
Saat menggunakan aplikasi Quadrant standard, hanya mampu mendapatkan angka 841 sehingga berada pada posisi di antara Galaxy S dan Nexus One yang menggunakan Android versi di bawahnya yaitu 2.1. Sedangkan pada aplikasi Benchmark kedua dengan aplikasi Antutu Benchmark, ponsel ini mendapat nilai 1391 dan menempatkannya di bawah Nexus One. Dengan hasil ini maka Optimus Hub merupakan ponsel Android yang tergolong memiliki kinerja yang baik.
Kamera
Untuk fitur kamera hanya memuat fitur-fitur untuk fotografi standar seperti zoom, pengaturan exposure value, resolusi, ISO, white balance, timer, kualitas gambar, scene mode dan 4 color effect.
Hasilnya di ruangan dengan pencahayaan cukup, foto tidak tampak noise yang terlalu banyak mengganggu gambar. Kualitas fokus yang tergolong baik, namun reproduksi warna kurang representatif karena tampak lebih pudar dari objek sebenarnya. Sedangkan pada kondisi luar ruangan pada siang hari, kamera mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang baik.
Selain untuk mengambil foto, kamera juga mampu digunakan untuk merekam video. Sayangnya fitur di dalamnya dikurangi dibanding saat berada pada mode kamera foto. Di situ anda hanya akan tetap menemukan fitur zoom, pengaturan EV, batas waktu perekaman, color effect, kualitas video, dan perekam suara.
Koneksi
Untuk urusan koneksi Hub punya segalanya mulai dari koneksi jaringan operator HSDPA dan HSUPA, sampai dengan koneksi Wi-Fi, Bluetooth, kabel data microUSB v2.0. Tidak hanya itu Optimus juga ditambahkan aplikasi LG On-Screen Phone yang merupakan aplikasi untuk mengkoneksikan ponsel Android dengan layar TV.
Selain pilihan konektifitas standar juga sudah mendukung LG On-Screen Phone dimana Anda dapat mengontrol ponsel melalui komputer. Untuk melakukannya Anda harus menginstal software tersebut pada komputer terlebih dahulu.
Hub juga punya WiFi Direct dan WiFi Cast yang memungkinkan perangkat dengan fitur yang sama dan terhubung dengan jaringan WiFi yang sama dapat saling terhubung dan saling berkirim file seperti gambar, video dan musik.
Untuk berselancar, Hub memiliki browser yang kaya fitur yaitu seperti multitab, RSS dan share page pun tersedia. Uniknya pada browser ini adalah menyediakan fitur Read it later, di mana pengguna dapat menandai halaman situs yang belum sempat dibaca untuk dibuka kemudian. Fitur yang mirip bookmark ini mampu membuka halaman yang telah dibuka sebelumnya dari daftar. Fitur yang mirip juga ditemukan pada browser Safari milik perangkat iOS versi 5.
Kesimpulan
Optimus Hub sepertinya diposisikan untuk menggantikan ponsel Android terdahulu yaitu Optimus One yang lama dipasarkan. Kali ini Hub datang dengan Android versi terbaru dan peningkatan prosesor sehingga mengakibatkan kinerja lebih sempurna. Dengan harga yang relative murah Hub juga dilengkapi dengan koneksi yang mumpuni.
Selanjutnya...
LG T515 Cookie Duo Review
Pasar low-end kembali menjadi lahan bidikan LG Mobile saat menggarap seri teranyarnya, LG T515. Mengetengahkan fitur dual on GSM-GSM dan WiFi sebagai andalan pada ponsel moda layar sentuh ini. Seberapa besar peluang ponsel ini menjadi idols di tengah kepungan ponsel branded dan lokal yang lebih dulu mengusung teknologi ini?
Kita masih ingat dengan disain LG T500? Yups benar banget, LG T515 adalah generasi penerus dari seri T (Touchscreen) di LG. Jika sebelumnya LG T500 tidak menambatkan WiFi dan tidak Dual GSM, kini fasilitas tersebut tersedia di LG T515. Kalau ditilik dari sisi disain, toh tidak berbeda jauh dengan pendahulunya. Bentuk tubuh LG T515 membulat tanpa lekukan tajam di keempat sisinya. Dengan ukuran 105 x 57,3 x 12,9 mm, bentuknya ergonomis, terasa nyaman dalam genggaman.
Memakai material plastik chrome, menjadikan ponsel ini memiliki bobot yang ringan dan tidak licin di telapak tangan yang berkeringat. Dominasi layar amat terasa pada bagian depan ponsel. Hanya terdapat 3 tombol, yakni back, call dan disconnect. Sedangkan beragam port dan tombol fisik bertebaran di sisi bodi ponsel. Yakni port earphone 3,5mm, tombol penguncian/ power, tombol volume, port microUSB, dan hotswap MicroSD.
Buat Kita yang hobi internetan, ponsel ini didukung oleh jaringan EDGE. Aktivitas berselancar ke dunia maya di area hotspot semakin asyik, karena LG T515 menyediakan WiFi yang tersedia ikonnya untuk terhubung dengan WiFi Iangsung. Tap sekali, dan Refresh jaringan yang akan terkoneksi, lalu geser pengaman Log Connection-nya. Cukup mudah bukan? Proses pairing WiFi-nya pun mudah dan cepat, menghasilkan kinerja internetan yang terbilang stabil dan cepat, termasuk akses ke sejumlah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google, dan situs lainnya. Layarnya yang luas menjamin kenyamanan buat Kita saat membuka link-link yang bermuatan video.
Memenuhi fungsi hiburan di sektor audio. LG T515 menghadirkan fitur audio player dan FM Radio. Tampilan audio playernya cukup atraktif dengan menampilkan cover album dari lagu yang diputar. Terdapat panel audio, dan judul lagu dan penyanyinya. Opsi pengaturan musiknya cukup lengkap, di dalamnya Kita dapat melakukan personalisasi Music Equalizer dan lakukan multitasking jika Kita ingin juga membuka halaman lainnya sambil menikmati musik. Kualitas semburan audionya empuk.
Sebagai alternatif hiburan audio, LG T515 menyediakan FM Radio dengan storing 20 lebih kanal stasiun radio. Bekerja multitasking, kualitas tangkapan radionya yang jernih, juga dilengkapi dengan fasilitas FM Radio recording, yang memungkinkan Kita merekam lagu-lagu Top Chart yang sedang diputar di radio.
Fitur dual GSM bekerja dengan apik dengan penerimaan sinyal yang kuat. Terdapat pengaturan SIM ganda, yang di dalamnya dapat mengaktifkan dan menonaktifkan SIM yang ingin digunakan. Meski Dual on GSM, akan tetapi tidak dual standby, karena pada saat diuji coba bercakap dengan salah satu SIM, dan SIM kedua dihubungi dari nomor lain tidak tersambung.
Soal mengabadikan gambar, LG T515 dibekali kamera berkualitas 2 MP (1600x1200 piksel). Hasil foto yang dihasilkan tajam dan detail. Terutama saat membidik objek di luar ruangan. Apalagi kameranya ditopang oleh beragam pengaturan yang cukup lengkap, di antaranya adalah effect, night mode dan white balance. Saat Kita membidik objek luar ruang, cukup lakukan settingan moda malam, agar jepretan lebih prima dan tajam. Sayangnya, LG T515 belum membekali diri dengan flash light dan auto focus, agar menghasilkan foto yang lebih memuaskan.
Kamera yang dimiliki oleh LG T515 memang terbilang standar, akan tetapi dengan Kita merbunculkan fitur dan pengaturan Iainnya untuk berkreasi, cukup berpengaruh pada hasil akhir foto. Untuk memfoto jarak dekat, berhubung ponsel ini belum dilengkapi dengan Macro Shoot, jarak ideal pingambilan paling dekat adalah + 30 cm. Hal ini agar detail tetap terjaga dan komposisi warna tetap baik.
Alihkan fungsi kamera sebagai media perekam video. Hasil rekamrya cukup baik dan tidak patah-patah. Terutama saat merekam objek orang yang sedang berbicara, gerak bibir dengan suara berbarengan, dan tidak lag. Format videonya mampu merekam dengan kualitas tertinggi QCIF.
Kesimpulan
LG sebagai salah satu merk global, memiliki karakteristik seperti kebanyakan ponsel lokal. Ada dual slot SIM card, layar sentuh resistif, dan browser WAP. Namun, LG menggarap seri teranyarnya ini lebih matang, di sektor koneksi, jaringan internet, pemutar musik yang lebih baik, dan layar sentuh yang memiliki sentitivitas lebih respon. Ini yang kemudian menjadikan LG T515 patut diperhitungkam LG T515 patut waspada dengan LG GX200 dan Samsung GT-E3322.
Selanjutnya...
LG GT350i Wink Plus review Internet dan Kamera
Ponselnya anak muda. Nampaknya tagline itu cocok mengingat baik desain maupun fitur dan antarmuka LG Wink ini membawa hal-hal yang digemari usia ABG hingga remaja tersebut. Beberapa fitur khas dan aplikasi khusus situs jejaring sosial favorit pun diyakini bisa menjadi nilai jual tersendiri. Serta kehadiran WLAN yang kini juga sedang digandrungi.
Namun tetap saja beberapa kekurangan seperti yang dialami selama masa pengetesan bisa menjadi batu sandungan, apalagi itu terjadi di fitur andalannya. Juga absennya 3G dengan video callnya sedikit disayangkan.
Internet
Mengandalkan koneksi maksimal EDGE ternyata sudah cukup maksimal, walau ini semua tergantung oleh jaringan operator yang anda gunakan. Jika pulsa tidak mencukupi atau mau lebih hemat dalam berselancar di dunia maya, gunakan saja koneksi nirkabel lokal tanpa kabel (WLAN) yang disediakan.
LG si tukang kedip ini pada dasarnya mengandalkan Social Networking Service atau SNS Manager yang memungkinkan anda mengakses status Facebook Et Twitter teman-teman dalam daftar kontak secara langsung. Yah, mirip-mirip Timescape milik Sony Ericsson lah.
Selain itu ada pula aplikasi Facebook & Twitter khusus LG yang tercatat masih memiliki beberapa kelemahan, terutama untuk Facebook. Pertama adalah walaupun kita telah diminta untuk memasukkan password tiap kali akan login kembali, namun halaman yang kita akses seperti profit kita acap kali belum di-update sehingga harus dilakukan secara manual.
Nah, catatan berikutnya terkait dengan refresh ini. Lebih dari tiga kali ponsel yang dites tiba-tiba mati dan restart ketika proses loading masih berjalan. Padahal halaman Facebook yang dibuka tidak mengandung konten terlalu besar.
Kamera
Media pengambil gambar yang dibenamkan pada ponsel ini tergolong standar, melihat dari resolusi yang baru mencapai 2 MP tanpa dilengkapi lampu kilat.
Karena merasa hasil yang didapat di luar ruangan dengan cahaya melimpah sudah dapat ditebak, mencoba mengambil gambar menggunakan modus malam pada obyek luar ruang yang masih mendapatkan sedikit cahaya dari langit pukul 6 sore. Hasilnya adalah obyek terlihat samar dengan sekelilingnya yang gelap seperti siluet.
Mungkin anda justru akan lebih menyukai hasil kamera indoornya. Baik dengan modus malam maupun tidak, warna dari obyek terlihat natural serta hasilnya cukup tajam. Noise memang ada namun tidak sampai taraf mengganggu. Sementara videonya menghasilkan ukuran maksimal QVGA 12 fps dengan format 3gp yang jadul. Hasilnya bisa ditebak, gambar bergerak baik ketika proses perekaman berlangsung maupun saat playback nampak `lompat-lompat', apalagi jika direkam dengan gerakan cukup tinggi.
Review sebelumnya: LG GT350i Wink Plus review Disain, Display dan Fitur
Selanjutnya...
LG GT350i Wink Plus review Disain, Display dan Fitur
Di negara lain, LG mengeluarkan tipe ini tanpa WLAN dan bernama LG Town atau LG Etna Plus. Mungkin pihak pabrikan asal Korea Selatan ini sadar bahwa fasilitas wireless networking tersebut bisa mendongkrak penjualan, maka LG GT350 yang diluncurkan di Indonesia ditambah embel-embel `i' dengan disuntikkan kemampuan tersebut.
Disain
Secara keseluruhan, desain LG GT350i yang di Indonesia diluncurkan dengan nama `Wink Plus' ini dapat dikatakan cukup manis. Hanya tampak tiga tombol di bawah layar sehingga menciptakan kesan minimalis. Pilihan warna-warna ceria seakan menegaskan pasar yang dituju: anak muda.
Penempatan jack 3.5 mm di atas bodi membuatnya mudah diakses saat ponsel dimasukkan ke dalam saku celana sambil mendengarkan musik metatui headset. Demikian juga slot microSD yang berada sebaris dengan tombol pengatur suara, memudahkan anda dalam menggonta-ganti kartu memori tambahan berukuran sangat kecil tersebut.
Geser penampang ke samping, maka akan anda temukan papan tombol qwerty 4 baris yang mengikuti kontur keyboard komputer. Sayangnya, tombol-tombol berbentuk bulat itu kurang nyaman ketika diakses. Penggunaan dalam jangka waktu lama dan sering akan membuat ujung jari terasa sedikit nyeri.
Anda bisa saja sesekali salah menekan antara spasi dan tombol IM. Hal ini terjadi terutama saat mengetik cepat. Padahal khusus tombol spasi dan enter sudah merupakan gabungan dua tombol sekaligus. Satu lagi nilai plus adalah tersedianya tombol kamera yang bisa sangat membantu dalam mengambil gambar agar ponsel tidak goyang, seperti halnya ketika menyentuh ikon di layar yang acap kali justru membuat tangan menjadi tidak stabil.
Display
Walau kedalamannya belum mencapai jutaan, warna-warna yang terpancar justru mampu tampil alami termasuk dalam menampilkan hasil jepretan kameranya.
Yang menarik tentu saja ada pada antarmuka. Sangat kental nuansa anak mudanya. Lihat saja tampilan bingkai yang bisa dipilih. Selain gambar-gambar pemandangan dan interior rumah, anda juga dapat menemukan sket-sket kartun yang menarik serta colourful. Sangat pas untuk pengguna usia sekolah menengah hingga mahasiswa sekalipun.Sekedar catatan, orientasi layar baru akan otomatis berubah jika anda membuka slide papan qwerty.
Fitur
Beberapa fitur unik bisa ditemukan di ponsel ini. Sebut saja Lilin lunak, merupakan lilin elektronik yang untuk menyalakan dan mematikannya bisa dengan cara sentuhan atau ditiup! Walau butuh tenaga ekstra, namun hal ini cukup menyenangkan, bukan?
Memori internalnya 56 MB tentu tidak akan cukup untuk semua aktivitas anda. Oleh karena itu LG telah menyertakan microSD 2 GB di dalam paket pembelian, dan mampu diekspansi hingga 8 GB.
Review selanjutnya: Internet dan Kamera
Selanjutnya...
LG GD580 Lollipop
Penampilan yang feminim mungkin akan menjadikan ponsel ini cocok digunakan oleh wanita muda, sesuai dengan target pasarnya. Namun di luar itu, untuk membidik segmen muda semestinya LG melengkapinya dengan aplikasi-aplikasi yang banyak dipakai oleh anak muda, seperti akses social networking Facebook, Twitter, MySpace, ataupun aplikasi-aplikasi chat berbasis Java. Sehingga pengguna tidak perlu repot menginstalkan aplikasi-aplikasi tambahan ke ponsel modis ini. Berikut ini review lengkapnya.
LG menghadirkan satu seri GD yang berdesain cukup modis, LG GD580 Lollipop. Ponsel ini menonjolkan sisi desain yang cukup elegan sehingga diklaim mampu membuat penggunanya terlihat eksklusif saat menggenggamnya.
Ponsel buatan vendor Korea ini merupakan ponsel fesyen berbentuk clamshell alias flip alias cangkang kerang yang memadukan desain elegan dengan fitur-fitur yang terbilang standar. Terlebih jika dilihat dari harga jualnya. LG sendiri menargetkan ponsel ini untuk dapat masuk ke segmen muda.
Desain
Tampilan luar Lollipop merupakan hal yang paling ditonjolkan, dibandingkan fitur "daleman"-nya sendiri. Khas ponsel fesyen yang selama ini muncul di pasaran. Ada tiga pilihan warna yang tersedia, yakni blueberry (biru), strawberry (merah), dan brown sugar (coklat). Unik yaa? Karena warna disesuaikan dengan rasa buah-buahan yang bisa muncul di permen lollipop.
Dengan model lipat, ponsel berdimensi 10.83 x 5.15 x 1.34 cm ponsel ini terlihat tipis namun cukup panjang. Terlebih saat flipnya dibuka dan dioperasikan untuk aktivitas panggilan, bentangan body-nya dapat menutup dari telinga hingga dagu pengguna.
Saat ponsel dioperasikan, tampilan back cover-nya dihiasi layar OLED bercahaya yang membentuk ikon-ikon unik. Semisal notifikasi panggilan, perpesanan hingga penanda jam digital yang diperkuat dengan fitur akselerometer. Bukan sulap bukan sihir, ketika ponsel tidak aktif, alias idle, layar OLED ini tidak tampak dan bagian penutup flip atas akan terlihat polos tanpa ornamen tambahan.
Ujung atas layar tidak hanya ditempatkan grid lubang audio dan kamera sekunder, tetapi diatasinya dengan bentuk sedikit kurva ditambahkan pelapis plastik bening yang dapat memancarkan lampu warna merah saat flip terbuka, berbarengan menyalanya lampu OLED.
Di sisi kiri keypad disematkan tombol kontrol volume. Di sisi kanan ditempatkan port headphone yang juga berfungsi sebagai port charger sehingga ponsel ini tidak mengadopsi model port audio jack standar 3.5mm, mini ataupun micro USB. Sedangkan di bawahnya disematkan tombol shortcut kamera.

Interface
Karena membidik target anak muda, ponsel ini menyajikan interface yang bernuansa 'muda' pula. Tampilan halaman utama, dan widget-widget menunya didesain seperti tampilan kartun animasi sehingga layar seolah-olah menampitkan film kartun. Dimensi panjang ponsel ini membuat tayarnya sendiri juga tumayan panjang. Sehingga navigasi cukup nyaman, tampilan layar masih tetap jelas meskipun posisi genggaman tangan agak jauh dari pandangan mata.
Dimensi yang panjang ini juga berimbas positif pada navigasi keypadnya. Keypadnya memiliki tombol-tombol numerik dan navigasi utama yang cukup renggang jaraknya satu dehgan yang lain. Demikian menjadikan navigasinya cukup nyaman. Navigasi utama berupa tombol D-pad empat arah yang di tengahnya disematkan tombol OK. Di kanan dan kirinya ditempatkan empat tombol berupa my stuff dan shortcut homescreen 8 menu utama. Sedangkan disisi kanannya disematkan tombol shortcut kontak dan dan setting lampu OLED.
Kamera
Lollipop dilengkapi kamera standar beresolusi 3.15 megapiksel yang mampu menghasilkan gambar berukuran variatif, mulai dari 240 x 320, 480 x 640, 960 x 1280, 1200 x 1600, hingga 2048 x 1536 piksel. Pengguna dapat mensetting juga tingkat kecerahan (brightness), efek warna (colour effect), kontras (white balance), settingan malam (night mode), timer, shot mode, image quality, dan swap cam untuk men-switch kamera depan dan belakang.
Hasil kamera utamanya cukup cerah saat pengambilan gambar outdoor. Namun sayangnya saat pengambilan gambar indoor hasilnya masih terlihat buram dan kurang jernih. Begitu puta saat pengambilan gambar dari kamera sekunder, misalnya untuk potret user sendiri, gambar yang dihasilkan tak ubahnya sama dengan hasil indoor. Namun khusus untuk settingan kamera sekunder, pengguna dapat mengatur zoom secara lebih presisi.
Audio Player
Audio player yang dimainkan menghasilkan tingkat suara yang tidak terlalu keras meskipun volume sudah dimaksimalkan. Tingkat kejernihan suaranya pun jika boleh dinilai masih kurang. Namun untuk fitur radio yang terjadi justru sebaliknya. Saat headphone terpasang, dan channel didapat, suara yang dihasilkan cukup jernih dan besar. Jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan audio playernya.
Sebagai pelengkap video player pun disediakan, namun tidak begitu wah. Kemampuannya standar ponsel LG lain tanpa ada dukungan Divx. Namun dengan layar yang cukup luas, tentu menonton video akan terasa lebih nyaman.
Konektivitas
Standar HSDPA sudah disematkan di ponsel ini. Sejatinya hal ini akan menjadi poin penting bagi sebuah ponsel fesyen. Namun dilihat dari harganya, pesaing sudah menggunakan fitur ini sebagai standar koneksi mereka. Artinya, ya sudah seharusnya koneksi seperti ini muncul di Lollipop. Bandwidht internet yang tersedia sudah dapat dimaksimalkan hingga 3.6 Mbps.
Ngomong-ngomong Browser, Lollipop sudah menggunakan standar browser ponsel masa kini. Mampu membuka beberapa bahasa tampilan situs dari WAP 2.0/xHTML, hingga HTML. Namun meski dengan koneksi HSDPA, kadang browser membutuhkan waktu lama untuk loading dan berpindah dari satu tampilan ke tampilan lain.
Di luar browser utama, menu utamanya hanya menyediakan akses khusus ke Google, baik itu Google search maupun Google maps. Google maps nya cukup untuk menutupi ketiadaan fitur GPS. Untuk membidik segmen muda, semestinya aplikasi-aplikasi internet yang disediakan cukup bervariatif khususnya yang terkait dengan social networking. Satu kelemahan, di ponsel ini tidak memiliki akses khusus ke layanan macam facebook, twitter, dan myspace.
Di kisaran harga yang diberikannya, memang sudah ditemukan kompetitor dengan WiFi, tapi berhubung Lollipop sudah berkonsentrasi di fesyen dengan disain dan materialnya yang aduhai, kehilangan fitur WiFi ini menjadi bisa dimaklumi.
Untuk koneksi Wireless lokal, ponsel ini hanya dibekali koneksi Bluetooth standard 2.0 dengan A2DP dan kabel data yang satu port dengan chargernya.
Selanjutnya...
