Sejak 1996 Nokia terus berinovasi dan telah meluncurkan lebih dari 30 perangkat ber- QWERTY, mulai dalam bentuk monoblok, slide, lipat, hingga layar sentuh. Kali ini, dalam upaya kebangkitan keduanya, Nokia menaruh harapan pada Nokia Asha 303. Tak hanya mengandalkan disain, Nokia memberikan makna baru mengenai istilah QWERTY, yakni menghadirkan pengalaman bersosial media yang tidak terbatas seperti berbagai layanan chatting, Facebook, Twitter, SMS, e-mail, dan aplikasi social networking semata.
Dilengkapi layar sentuh yang sangat responsif sehingga cocok untuk anda saat menjelajahi web, menggulir-gulir beragam halaman di dalamnya dan membuka aplikasi. Plus, keyboard QWERTY yang memiliki ukuran yang nyaman untuk melakukan pengetikan dengan cepat. Sistem dual input yang diterapkan oleh ponsel ini sepertinya memang mewujudkan kenyamanan dalam mengoperasikan ponsel, dengan lincah dan cepat.
Pada casing belakang, bagian baterai dilindungi oleh casing berwarna sesuai dengan warna keseluruhan dengan efek glossy logam. Namun casing yang terkesan eksklusif tersebut sepertinya masih belum cukup untuk memberikan nilai lebih. Satu poin tambah untuk desain ponsel ini adalah ketipisannya yang cukup mampu mengisi kekurangan di segi pewarnaan dan desain model.
Selain layar TFT capacitive touch-screen dengan 256 ribu warna yang ditampilkan, ponsel berlayar 2,6 inci (154 ppi piksel density) beresolusi 320 x 240 piksel ini memadukan papan kunci QWERTY dengan sentuhan jari.
Asha 303 memiliki tampilan visual yang minim, maklum keypad QWERTY yang dibawanya memberikan sedikit ruang untuk tampilan layarnya. Untuk homescreen-nya, anda dapat menyesuaikan layar depan sesuai keinginan.

Kini anda tidak perlu repot ke menu, karena dapat menambahkan bar kontak fayorit, atau pintasan di homescreen untuk membuka aplikasi, hanya dengan sekali sentuh. anda dapat menambahkan bar untuk push email agar tahu saat ada email baru atau menambahkan bar jaringan sosial untuk melihat info terbaru dari Facebook.
Buat anda yang gandrung mendownload beragam aplikasi, jaga khawatir ya, karena Nokia Asha 303 telah diisi dengan berbagai aplikasi seperti Angry Birds Lite. Bila ingin menyisipkan lebih banyak, anda dapat menikmati akses mudah ke ribuan permainan dan aplikasi di Nokia Store. Terlebih dengan prosesor 1 GHz, aplikasi merespons dengan lebih cepat. Nokia Store menawarkan pula beberapa aplikasi lokal yang bisa diakses melalui Nokia Asha 303 seperti Bouncity, Games Sexy Witch dan ratusan e-Book terbitan Mizan Publishing.
Berbeda dengan seri pendahulunya yakni seri Nokia Asha 300 dan Nokia Asha 200, kali ini Nokia memberikan harapan resolusi kamera lebih besar, yakni 3,2MP (2048x1536 pixels) ke dalamnya.
Kamera juga dilengkapi dengan fixed focus,dan settingan kamera yang standar ditambatkan di kamera ponsel. Hasil kamera dapat anda edit dan, langsung dapat mengunggahnya langsung ke situs jejaring sosial seperti Facebook. Kualitas jepretan indoor dan outdoornya tajam dan detail.
Di sektor video mampu memutar video H.263 level 45, MPEG4, H.264/MPEG-4 AVC dengan kualitas yang jernih dan tidak lag.
Nikmati pengalaman jelajah web yang lebih cepat dan mudah, dengan mengkompresi halaman hingga 90%. Otomatis browser Nokia membuat hasil download jadi lebih kecil, biaya data lebih rendah, dan pemuatan halaman lebih cepat. Dilengkapi dengan prosesor 1 GHz, serta dilengkapi dukungan 3,5G dan Wi-Fi 802.11 b/g/n terbaru untuk konektivitas cepat. Asha 303 dilengkapi akses satu tombol untuk pesan, email dan jejaring sosial seperti Facebook Chat dan WhatsApp. Semuanya dapat dilakukan langsung dari layar utama. RAM yang ditanamkan pun berkapasitas 128MB setara dengan ROM nya yang juga berukuran 128MB, ROM-nya 256 MB dan memiliki kanal HSDPA 10.2 Mbps, HSUPA 2 Mbps, jalur data GPRS dan EDGE class 32 untuk melakukan akses internet dan sosial network.
Prosessor dengan kapasitas besar memungkinkan pengguna untuk melakukan multi-tasking tanpa ada halangan yang berarti. Anda dapat melihat aktivitas dari layar depan dengan sekali sentuh baik saat menjelajahi mendengarkan musik, Facebook, chat di WhatsApp, ataupun saat mengakses email. Saat diuji coba untuk masuk ke halaman web menggunakan jalur koneksi gratisan WiFi, pairing jaringannya cepat dan tidak ada kendala.
Kesimpulan
Sepertinya Nokia tidak rela posisinya di dunia gadget tergeser dengan kehadiran produk-produk dari Apple maupun Android. Ini bisa dilihat dengan semakin gencarnya Nokia meluncurkan seri terbaru mereka. Walau kenyataannya seri-seri teranyar itu tidak banyak mendongkrak posisi Nokia, namun setidaknya itu membuktikan bahwa Nokia tetap konsisten dalam menghadirkan ponsel oke bagi kalangan muda yang aktif berkomunikasi dan social networking. Harga Nokia Asha 303 dirasa cukup terjangkau dengan jika mempertimbangkan sejumlah fitur keren yang dimilikinya.
Selanjutnya...
Nokia Asha 303, dual input dan fitur musik
IMO W8000 vs Nexian NX-W701 (bagian 1)
IMO dan Nexian akhirnya mendobrak celah pasar baru industri telekomunikasi tanah air, khususnya sebagai penyedia handset lokal dengan menghadirkan teknologi generasi ketiga (3G) digarapan paling gres mereka, yakni IMO W8000 dan Nexian NX-W701.
Kedua ponsel ini bisa dibilang sebagai ikon baru, setelah sebelumnya pasar dibombardir dengan produk dual on 'itu-itu saja'. Sebagai pendatang baru yang menyandang predikat 'pelopor', tentunya perlu melalui uji pasar. Kira-kira, seberapa tangguh teknologi keduanya?
Display
Tampilan fisik keduanya tetap menyuguhkan karakteristik ponsel merek lokal. Yakni, ala smartphone branded yang tentunya tengah ngetrend di pasaran. Nexian NX-W701 misalnya, mengadopsi bentuk Samsung OmniaPRO. Sementara IMO W8000, terlihat mirip Huawei U9130 Compass. Hanya saja, ada beberapa bagian yang agak'dipoles', supaya ada bedanya.
Bodi W8000 sedikit tebih 'tambun' dibanding NX-W701. Hanya saja, lekuk bodi IMO lebih ergonomic dengan efek kaca di sisi depan, sebagai pemanis tampilan. Sedang Nexian, guratan 'kaku'-nya terasa lebih menonjol. Namun, komposisi disain dan dimensi yang pas di NX-W701 justru membuatnya terlihat mewah.
Bodi besar di IMO, ternyata membawa berkah untuk layar. Ya, diagonal LCD W8000 0.4 inci lebih luas dibanding Nexian. Resolusi gambarnya yang 240x320 piksel (QVGA) pun membuat tampilan gambarnya lebih rapat dan enak dipandang.
Soal interface, keduanya tetap menghadirkan antarmuka khas ponsel lokal. Wajar, platform software yang digunakan pun sama. Yakni, MTK6268. Struktur menu diatur dalam model grid, dan dilengkapi ikon standar. Di homescreen, baik IMO maupun Nexian menghadirkan ikon shortcut untuk mengakses menu favorit. Di NX-W701 ada tambahan ikon ala today Nokia, yang bisa menampilkan notifikasi missed call, unread message dan task.
Layanan Online
Inilah inovasi baru yang coba ditawarkan ponsel lokal, untuk mendobrak pasar yang sudah jenuh dengan produk yang 'itu-itu' saja. Ya, keduanya sudah didukung dengan teknologi generasi ketiga (3G). Di atas kertas, speed data yang bisa dipacu oleh network kedua ponsel adalah 3.6 Mbps. Namun, real-nya masih di kisaran 1.8 Mbps (downlink). Untuk uplink-nya mencapai 384 kbps. Jika network ini tidak ter-cover jaringan 3G operator, NX-W701 maupun W8000 tetap menyediakan jalur EDGE atau GPRS class 12.
Sayang, network 3G ini hanya bisa dinikmati melalui slot SIM card utama (SIM 1) yang dalam hal ini dilock oleh operator. IMO W8000 oleh Telkomsel, dan Nexian NX-W701 oleh XL. Kondisi ini tentu saja bakal berpengaruh pada kinerja kemampuan 3G secara keseluruhan.
Saat dicoba untuk membuka halaman situs internet, prosesnya tergolong cepat dan lancar. Sayang, browser yang ditanamkan kedua ponsel masih sekelas WAP 1.2.1 Alhasil, tampilannya pun terlihat sederhana, khas banget ponsel merk lokal. Beruntung, keduanya menawarkan pilihan browser yang sedikit lebih baik, yakni Opera Mini.
Seperti kebanyakan ponsel Dual On, kita pun tetap bisa mengatur profile penggunaan browser internet menggunakan slot SIM card yang tersedia. Bisa SIM 1 atau SIM 2. Untuk pilihannya, ada di menu setting. Tapi untuk SIM 2-nya, tetap tak bisa memanfaatkan jalur 3G.
Masih seputaran dunia maya, baik IMO maupun Nexian sama-sama dijejali link shortcut untuk masuk ke portal jejaring sosial. Ada Facebook dan Twitter. Lagi-lagi, ini hanya sebuah link akses ke versi mobile, jadi bukan widget aplikasi khusus. Meski begitu, lumayan oke buat memantau status/update konten di Facebook atau Twitter.
Buat yang hobi chatting, jangan khawatir. Di kedua HP sudah ditanamkan aplikasi chat, ada Yahoo Messenger, Skype dan MSN. Sebagai tambahan IMO juga punya IMO Chat, SXMobi UMVChat (video chat) dan Facebook Chat, sedangkan Nexian ada Nexian Messenger.
Fasilitas keren yang 'membonceng' kemampuan 3G di kedua ponsel adalah Video Call. Jika di ponsel lokal menggembar-gemborkan Video chat, di W8000 dan NX-W701 ini merupakan fitur ngobrol interaktif sesungguhnya. Kita benar-benar bisa berinteraksi langsung dengan lawan bicara via video call. Cukup dengan memilihnya di menu call saat ingin melakukan panggilan, dan jika sudah terkoneksi maka akan terbuka tampilan viewer video Call di layar utama. Lagi-lagi, fitur ini Cuma bisa dinikmati melalui slot SIM card utama (SIM 1).
Baca selanjutnya bagian ke 2 : IMO W8000 vs Nexian NX-W701
Selanjutnya...
LG GT350i Wink Plus review Internet dan Kamera
Ponselnya anak muda. Nampaknya tagline itu cocok mengingat baik desain maupun fitur dan antarmuka LG Wink ini membawa hal-hal yang digemari usia ABG hingga remaja tersebut. Beberapa fitur khas dan aplikasi khusus situs jejaring sosial favorit pun diyakini bisa menjadi nilai jual tersendiri. Serta kehadiran WLAN yang kini juga sedang digandrungi.
Namun tetap saja beberapa kekurangan seperti yang dialami selama masa pengetesan bisa menjadi batu sandungan, apalagi itu terjadi di fitur andalannya. Juga absennya 3G dengan video callnya sedikit disayangkan.
Internet
Mengandalkan koneksi maksimal EDGE ternyata sudah cukup maksimal, walau ini semua tergantung oleh jaringan operator yang anda gunakan. Jika pulsa tidak mencukupi atau mau lebih hemat dalam berselancar di dunia maya, gunakan saja koneksi nirkabel lokal tanpa kabel (WLAN) yang disediakan.
LG si tukang kedip ini pada dasarnya mengandalkan Social Networking Service atau SNS Manager yang memungkinkan anda mengakses status Facebook Et Twitter teman-teman dalam daftar kontak secara langsung. Yah, mirip-mirip Timescape milik Sony Ericsson lah.
Selain itu ada pula aplikasi Facebook & Twitter khusus LG yang tercatat masih memiliki beberapa kelemahan, terutama untuk Facebook. Pertama adalah walaupun kita telah diminta untuk memasukkan password tiap kali akan login kembali, namun halaman yang kita akses seperti profit kita acap kali belum di-update sehingga harus dilakukan secara manual.
Nah, catatan berikutnya terkait dengan refresh ini. Lebih dari tiga kali ponsel yang dites tiba-tiba mati dan restart ketika proses loading masih berjalan. Padahal halaman Facebook yang dibuka tidak mengandung konten terlalu besar.
Kamera
Media pengambil gambar yang dibenamkan pada ponsel ini tergolong standar, melihat dari resolusi yang baru mencapai 2 MP tanpa dilengkapi lampu kilat.
Karena merasa hasil yang didapat di luar ruangan dengan cahaya melimpah sudah dapat ditebak, mencoba mengambil gambar menggunakan modus malam pada obyek luar ruang yang masih mendapatkan sedikit cahaya dari langit pukul 6 sore. Hasilnya adalah obyek terlihat samar dengan sekelilingnya yang gelap seperti siluet.
Mungkin anda justru akan lebih menyukai hasil kamera indoornya. Baik dengan modus malam maupun tidak, warna dari obyek terlihat natural serta hasilnya cukup tajam. Noise memang ada namun tidak sampai taraf mengganggu. Sementara videonya menghasilkan ukuran maksimal QVGA 12 fps dengan format 3gp yang jadul. Hasilnya bisa ditebak, gambar bergerak baik ketika proses perekaman berlangsung maupun saat playback nampak `lompat-lompat', apalagi jika direkam dengan gerakan cukup tinggi.
Review sebelumnya: LG GT350i Wink Plus review Disain, Display dan Fitur
Selanjutnya...
LG GT350i Wink Plus review Disain, Display dan Fitur
Di negara lain, LG mengeluarkan tipe ini tanpa WLAN dan bernama LG Town atau LG Etna Plus. Mungkin pihak pabrikan asal Korea Selatan ini sadar bahwa fasilitas wireless networking tersebut bisa mendongkrak penjualan, maka LG GT350 yang diluncurkan di Indonesia ditambah embel-embel `i' dengan disuntikkan kemampuan tersebut.
Disain
Secara keseluruhan, desain LG GT350i yang di Indonesia diluncurkan dengan nama `Wink Plus' ini dapat dikatakan cukup manis. Hanya tampak tiga tombol di bawah layar sehingga menciptakan kesan minimalis. Pilihan warna-warna ceria seakan menegaskan pasar yang dituju: anak muda.
Penempatan jack 3.5 mm di atas bodi membuatnya mudah diakses saat ponsel dimasukkan ke dalam saku celana sambil mendengarkan musik metatui headset. Demikian juga slot microSD yang berada sebaris dengan tombol pengatur suara, memudahkan anda dalam menggonta-ganti kartu memori tambahan berukuran sangat kecil tersebut.
Geser penampang ke samping, maka akan anda temukan papan tombol qwerty 4 baris yang mengikuti kontur keyboard komputer. Sayangnya, tombol-tombol berbentuk bulat itu kurang nyaman ketika diakses. Penggunaan dalam jangka waktu lama dan sering akan membuat ujung jari terasa sedikit nyeri.
Anda bisa saja sesekali salah menekan antara spasi dan tombol IM. Hal ini terjadi terutama saat mengetik cepat. Padahal khusus tombol spasi dan enter sudah merupakan gabungan dua tombol sekaligus. Satu lagi nilai plus adalah tersedianya tombol kamera yang bisa sangat membantu dalam mengambil gambar agar ponsel tidak goyang, seperti halnya ketika menyentuh ikon di layar yang acap kali justru membuat tangan menjadi tidak stabil.
Display
Walau kedalamannya belum mencapai jutaan, warna-warna yang terpancar justru mampu tampil alami termasuk dalam menampilkan hasil jepretan kameranya.
Yang menarik tentu saja ada pada antarmuka. Sangat kental nuansa anak mudanya. Lihat saja tampilan bingkai yang bisa dipilih. Selain gambar-gambar pemandangan dan interior rumah, anda juga dapat menemukan sket-sket kartun yang menarik serta colourful. Sangat pas untuk pengguna usia sekolah menengah hingga mahasiswa sekalipun.Sekedar catatan, orientasi layar baru akan otomatis berubah jika anda membuka slide papan qwerty.
Fitur
Beberapa fitur unik bisa ditemukan di ponsel ini. Sebut saja Lilin lunak, merupakan lilin elektronik yang untuk menyalakan dan mematikannya bisa dengan cara sentuhan atau ditiup! Walau butuh tenaga ekstra, namun hal ini cukup menyenangkan, bukan?
Memori internalnya 56 MB tentu tidak akan cukup untuk semua aktivitas anda. Oleh karena itu LG telah menyertakan microSD 2 GB di dalam paket pembelian, dan mampu diekspansi hingga 8 GB.
Review selanjutnya: Internet dan Kamera
Selanjutnya...
Nokia E5, review Internet dan Fitur lainnya
Aktivitas bisnis yang padat memerlukan pendamping yang handal, termasuk di dalamnya adalah ponsel. Selain memiliki OS terbuka serta kamera memadai, Nokia E5-00 juga membawa segudang fitur kantor yang dapat dimaksimalkan untuk menunjang kinerja Anda. Apalagi baterainya tergolong awet, mencapai 2 hari untuk pemakaian cukup aktif, terutama berinternet.
Namun dari review sebelumnya pada Disain dan Display, Kamera, serta Audio yang paling disayangkan dari seri ini adalah ketidakhadiran satu buah permainan pun. Walau Anda bisa mengunduh dengan mudah dari internet, namun tetap saja `feel' yang berbeda akan terasa antara game bawaan dengan game hasil unduhan.
Internet
Ketersediaan HSUPA membuat kemampuan jelajah data pada perangkat ini dapat diandalkan. Ketika berada di luar jangkauan WLAN, Anda masih bisa menggunakan HSDPA yang sayangnya tidak dilengkapi dengan kamera depan untuk kepentingan video call.
Saat dicoba untuk menjelajah berbagai situs, baik mobile maupun website, halaman demi halaman mampu terbuka dengan baik. Menariknya, ketika menekan tombol Kembali, akan terbuka jendela-jendela yang sebelumnya telah dibuka sehingga Anda bisa memilih dengan cepat halaman sebelumnya yang mana yang ingin dituju.
Namun hal tersebut bukannya tanpa kelemahan. Idealnya, ketika memilih untuk 'kembali', perangkat tidak perlu memuat ulang halaman sehingga selain lebih efisien dari segi waktu, juga menghemat pulsa bagi yang menggunakan koneksi bukan WLAN. Hal ini seperti yang dapat ditemukan di browser Opera Mini.
Setiap kali akan memulai jelajah internet, Anda dapat mengatur 2 opsi dalam memilih profil yang akan digunakan; apakah melalui jaringan operator atau WLAN. Opsi tersebut dapat diatur melalui menu Pengaturan, di mana opsi pertama adalah langsung memilih untuk menggunakan salah satu (tiap kali akan browsing selalu menggunakan jaringan operator atau WLAN) atau opsi kedua adalah perangkat akan menanyakannya terlebih dahulu kepada Anda. Jadi, ketika akan memulai selancar, ponsel akan memunculkan jendela pilihan, profil internet mana yang akan digunakan.
Memiliki layar yang berorientasi melebar (landscape) membuat tampilannya ketika menjelajah cukup nyaman di mata. Jika membuka situs web yang ukuran tulisannya terlalu kecil, perbesar saja dengan tombol * dan # untuk memperkecil kembali. Hal ini juga berlaku saat menyaksikan video di YouTube yang diakses melalui browser. Namun jika mengakses langsung dari aplikasi yang terdapat di folder Internet, video yang diputar akan secara otomatis menyesuaikan dengan layar alias screen fit sehingga lebih nyaman disaksikan.
Sedikit catatan mengenai YouTube, walau masih sama-sama mengalami buffering (dan ini sangat bergantung pada jaringan yang Anda gunakan) ketika pemutaran video, namun buffer maupun loading halaman relatif lebih cepat jika kita langsung mengakses via aplikasinya tersebut.
Fitur
Nokia E5-00 sudah ditanamkan GPS sehingga dapat membantu dalam menemukan suatu lokasi atau memberikan saran terhadap rute suatu perjalanan. Ketika menggunakan Peta, sistem akan mengunduh konten seperti pencitraan satelit, berkas suara, panduan atau informasi lalu lintas serta cuaca sehingga akan membutuhkan transmisi data dalam jumlah cukup besar. Sama seperti dalam modus internet, tekan * atau # untuk melakukan pembesaran pada peta.
Di layar akan tampil informasi berupa bar warna yang mengindikasikan beberapa hal seperti satu bar berarti satu satelit. Jika perangkat mencari sinyal satelit, bar-bar tersebut akan berwarna kuning, dan akan berubah menjadi hijau bila telah memadai untuk menghitung lokasi. Nah, semakin banyak baris hijau ini berarti tingkat keakuratannya semakin baik.
Karena ditujukan untuk kalangan bisnis, tak heran folder Kantor memuat banyak aplikasi, mulai dari kamus, konverter, catatan aktivitas, Microsoft Communicator, Quickoffice (yang mewajibkan Anda untuk mendaftar dahulu), intranet, zip, hingga Adobe PDF, World Traveler, AP Mobile dan Bloomberg, yang merupakan pengumpan ke situs berita pergerakan saham beserta konco-konconya seperti indeks saham, komoditas, obligasi dan valas dari seluruh dunia. AP adalah akronim dari Associated Press, merupakan jaringan berita dunia yang sering menjadi acuan baik berita maupun foto-foto aktualnya.
Ketika menggunakan pertama kali, Anda akan diminta untuk mengisi data seperti usia, jenis kelamin, alamat email (opsional) dan wilayah. Setelah semua entri dimasukkan, perangkat akan mengunduh data-data dari server termasuk foto dan video.
Kebutuhan email pun mampu diakomodir dengan baik lewat fitur push email-nya. Pertama kali menggunakan, Anda akan diminta untuk memilih akun email mana yang ingin disinkronkan dengan ponsel. Ada beberapa yang dapat dipilih seperti OviMail, YahooMail, dan Gmail. Begitu proses konfigurasi berhasil, Anda akan terhubung secara realtime selama akses internet tersedia, baik via jaringan operator maupun WLAN. Bahkan inbox alias kotak masuk Anda dapat tampil di Home Screen.
Klik gambar di bawah untuk membeli ponsel ini:
Selanjutnya...
Nokia E5, review Disain dan Display, Kamera, serta Audio
Kita mengenal seri E Nokia sebagai smartphone bisnis menengah ke atas dengan fitur penunjang lengkap. Kini 'kebijakan' Nokia memungkinkan produk seri tersebut dapat dijangkau oleh pasar yang lebih luas. Harganya dipangkas tanpa mengorbankan fitur mutakhir. Salah satunya adalah Nokia E5-00.
Disain dan Display
Mantap di genggaman. Bobotnya tidak terlalu ringan sehingga ideal ketika digunakan dengan dua tangan saat mengoperasikan keyboard qwerty-nya, dan juga tidak terlalu berat sehingga tidak membuat jari cepat pegal.

Material yang digunakan cukup terjaga kualitasnya: tidak terasa licin di tangan yang mudah berkeringat sekalipun. Sekedar informasi dari situs Nokia Indonesia, bahan yang digunakan pada produk ini bebas PVC dan nikel pada permukaan produk dan ramah lingkungan.
Papan tombol qwerty-nya terbuat dari plastik kesat, namun ukuran dan jarak antar tombol kurang bersahabat. Terlalu sering kesalahan tekan tombol terjadi, dan tentu saja, cukup mengganggu. Itu berarti butuh membiasakan diri lagi bagi Anda yang biasa menarikan jari di atas papan-papan tombol dengan lincah.
Selain keyboard qwerty yang berjumlah 37 tombol tersebut, juga terdapat jack untuk microUSB dan 3.5 mm audio yang terletak di bagian atas, tombol pengatur volume di sebelah kiri ponsel, navigasi 5 arah, dan 2 tombol pengait untuk membuka casing bagian belakang.



Antena ponsel ini terletak di bagian bawah belakang, tepat di bagian bawah casing, sehingga pastikan tangan Anda tidak menutupi bagian tersebut ketika membutuhkan sinyal lebih baik. Jika ada panggilan tak terjawab atau pesan masuk yang belum terbaca, tombol navigasi 5 arahnya akan sesekali berpendar untuk mengindikasikan hal tersebut kepada Anda.
Walau memiliki sensor cahaya di samping earpiece, namun seri ini tidak membawa serta kamera depan. Sedangkan kamera belakangnya berada di tempat yang tepat sehingga tidak ditemukan kendala seperti jari yang tanpa sadar menutupi sedikit dari bagian lensa, misalnya.
Lampu kilat yang menemani cukup kuat jangkauannya, dan dapat digunakan sebagai lampu senter dengan cara menekan-tahan tombol Spasi di layar awal. Sama seperti seri X5, tombol Sym yang juga disisipi logo Bluetooth yang dapat menjadi jalan pintas bagi Anda untuk mengatur aktivitas Si Gigi Biru tersebut.
Orientasi, kedalaman, lebar hingga jenis layar yang digunakan sama dengan seri X5. Dengan orientasi lanskap membuat tampilan foto maupun video nyaman dipandang. Dan, jika ingin menggunakannya di luar ruang pada siang hari, selama layar masih tertutup bayangan kepala Anda sendiri, misalnya, semua informasi yang tertampil dapat dilihat dengan jelas.
Kamera
Masih sama seperti pendahulunya yakni X5, kamera yang dibawa oleh E5-00 ini mampu menghasilkan gambar hingga 5 MP dan video ukuran VGA dengan format mp4. Lampu kilatnya memang cukup membantu di tempat yang minim cahaya, namun hasil yang didapat malah akan mengurangi `tone' warna dari obyek yang Anda jepret. Untuk memaksimalkan penggunaan modus malam di ruangan yang masih terdapat sumber cahayanya untuk memperoleh kualitas gambar yang natural.
Mengingat hanya mampu menampilkan 15 gambar per detik (15 fps), kita harus maklum bahwa hasil rekaman video di E5-00 ini kurang `smooth' alias kurang luwes, baik ketika dalam modus perekaman maupun ketika diputar ulang. Cara menyiasatinya adalah, pastikan tangan Anda tidak terlalu cepat dalam bergerak, dan obyek yang Anda rekam tidak bergerak cepat dalam jarak yang dekat dengan lensa. Selain lampu video yang dapat digunakan selama perekaman berlangsung, mikrofonnya juga cukup peka menangkap suara.
Audio
Speaker yang terpisah dari earpiece membuat keluaran suaranya mampu tampil keras dan bertenaga. Sayangnya masih kurang `bulat', terutama ketika diset ke volume tertinggi. Bahkan untuk beberapa jenis lagu yang mengandalkan nada tinggi, suara yang keluar cenderung pecah. Ekualiser yang disediakan pun tidak terlalu berpengaruh pada karakter suara. mengira hal ini bisa diperbaiki dengan mendengarkan via headset, namun baik Bass Booster, Klasik, Jazz, Pop hingga Rock yang dicoba bergantian juga tidak membawa perubahan signifikan.
Selebihnya apa yang ditawarkan Nokia E5-00 ini tak jauh berbeda dengan versi pendahulunya di bidang pemanja suara ini. Shazam yang berfungsi sebagai Perpustakaan Musik, Musik Ovi yang menjadi swalayan musik online, Radio FM yang tetap membutuhkan headset sebagai antena serta Radio Internet yang mencakup berbagai siaran dari seluruh stasiun radio dunia bisa Anda maksimalkan penggunaannya walau beberapa membutuhkan koneksi alias terhubung dengan internet. Jadi, awasi penggunaan pulsa Anda atau pastikan Anda berada di jangkauan WLAN.
Selanjutnya, Review Nokia E5: Bagian 2 - Internet dan Fitur
Selanjutnya...
BlackBerry Torch 9800, review Internet, Media, Kamera, Baterai dan Memori
BlackBerry Torch 9800 sukses menjadi produk perdana untuk beberapa hal sekaligus, Slider ber interface ganda, dan penggunaan OS6. Lihat review bagian pertama, Desain dan Sistem Operasi. Dari dua hal tersebut, anda akan banyak mendapatkan hal.
Interface ganda akan membuat anda memiliki banyak pilihan ketika bertelepon, sementara OS6 akan membawa anda ke dimensi Blackberry anyar yang lebih cantik di sisi disain dan lebih multimedia di sisi fitur.
Internet
Seperti yang sudah disebutkan di atas, browser termasuk salah satu aplikasi yang dibenahi. Tampilannya tidak lagi sekaku browser yang ada di versi 5. Bahkan dengan layar sentuh kapasitif, maka melakukan browsing bisa lebih nyaman dari biasanya.
Tampilan flash terlihat semakin nge-desktop banget. Tampilan situs web di layar ponsel sudah semakin setara dengan layar komputer desktop. Dengan dukungan fitur multitouch, kita pun bisa browsing dengan lebih baik. Seperti menggunakan browser Safari di iPhone, kita bisa mencubit layar untuk memperbesar tampilan dan sebaliknya. Tanpa harus takut salah pencet lagi.
Sebagai anggota seri 9 teranyar, rupanya Torch juga menyediakan jalur data berkecepatan tinggi. Sudah ada HSDPA dan WiFi n di perangkat ini. Sementara untuk berkirim fife ke sesama perangkat, ada Bluetooth EDR 2.1 +, serta konektor microUSB.
Media
Hadirnya dua interface ini semakin mengokohkan arah perkembangan perangkat BlackBerry. Seperti yang telah kita maklumi, BlackBerry ingin lepas dari bayang-bayang anggapan 'kaku' karena selama ini perangkat tersebut lebih digunakan untuk berbisnis.
Sejak hadirnya keluarga Storm, BlackBery sudah mulai menantang keberadaan ponsel sentuh fenomenal buatan Apple- iPhone. Termasuk dukungan media player yang semakin `eye candy'.
Nah, di Media versi 6 teranyarnya ini, kembali mereka menampilkan yang terbaik. Meski beberapa hanya sebatas tampilan saja. Semisal tampilan ala cover flow iTunes. Dimana kita bisa mengontrol musik-yang dimainkan hanya dengan menggeser album art masing-masing file yang berputar seperti dalam sebuah Jukebox.
Kamera
Fitur kamera juga merupakan satu dari sekian hal yang ditingkatkan. Resolusi maksimal yang bisa ditangkap adalah 5 megapixel. Dengan fitur autofokus dan sejumlah scene yang sudah mengatami peningkatan dibanding kamera terdahulu.
Hasilnya lumayan, meski kadang-kadang untuk pemotretan jarak dekat, lampu kilat bawaan masih terlalu terang sehingga menghasilkan gambar yang tidak maksimat. Sementara untuk outdoor, hasilnya memuaskan. Obyek foto terlihat detil, meski dengan bukaan lebar, artinya obyek yeng terletak di pinggir area foto pun terlihat detil.
Baterai
Torch 9800 membawa baterai Li-ion berkapasitas 1300 mAh. Dengan banyak kemampuan dan integrasi internet yang bertangsung secara kontinyu semestinya besaran baterai segini belum mampu mendukung secara maksimat. Khas BlackBerry!
Tapi dengan OS anyar, rasanya ada sedikit penghematan sehingga anda tidak harus banyak melakukan charging.
Memori
Sayangnya, seperti biasa, BlackBerry hanya menyediakan memori yang terbatas untuk instalasi aplikasi tambahan dan pihak ketiga. Di Torch 9800, memori untuk keperluan itu hanya disediakan 512 MB. Sementara untuk penyimpanan file multimedia, Torch menyediakan memori internal sebesar 4 GB. Ditambah slot MicroSD dengan MicroSD bawaan 4GB dan kapasitas maksimum hingga 32 GB.

Lihat bagian pertama BlackBerry Torch 9800, review Desain dan Sistem Operasi
Selanjutnya...
BlackBerry Torch 9800, review Desain dan Sistem Operasi
Berat nian tanggung jawab yang diberikan kepada Torch 9800. Selain digarap sebagai ponsel Blackberry pertama yang mengusung dua interface, sentuh dan qwerty fisik standar, ia pun dijejali OS anyar yang mungkin butuh penyesuaian penggunanya.
Lalu apakah ini sebuah blunder BlackBerry, karena sejak dulu, kalangan pengguna ponsel sudah terbagi menjadi dua kubu. Pecinta layar sentuh dan pecinta keyboard fisik. Belakangan ini hal tersebut dirasakan juga pada pengguna BlackBerry. Torch bisa digadang mampu menyatukan dua fanatik tersebut.
Meski tidak 100% tepat, BlackBerry Torch 9800 bisa disebut perpaduan antara keluarga Storm dan keluarga Bold. Pasalnya ponsel berdisain slider ini menyajikan dua interface berbeda, layar sentuh dan keyboard qwerty.
Disain
Saat slider tertutup, ponsel ini sangat mirip dengan keluarga Storm. Dimana layar akan berubah posisi mengunakan akselerometer. Pembedanya hanya terletak pada jenis layar yang tidak lagi menggunakan teknologi Surepress. Ada positif dan negatifnya nih. Positifnya, ketika kita menggunakan layar sentuh thok, maka layar tidak lagi bergoyang-goyang seperti Surepress. Negatifnya, tingkat akurasi layar sentuh jadi tidak se-presisi Surepress.

Beruntung Torch 9800 juga membawa keyboard qwerty yang disembunyikan di bagian 'laci' slidernya. Untuk penggunaan yang membutuhkan akurasi tingkat tinggi, semisal mengetik sms dan email, maka gunakan keyboard ini.

Letak keyboard qwerty rasanya memang agak terlalu menjorok ke dalam. Masuk akal sih, dengan bobot yang cukup berat, posisi keyboard yang terlalu dalam akan memperkokoh pegangan saat kita mengetik dengan dua ibu jari. Satu hingga sepuluh menit mencoba, maka anda akan terbiasa.

Di bawah layar sentuh, kita bisa menemukan sejumlah tombol standar BlackBerry. Tombol call, tombol BlackBerry, Trackpad, tombol Back dan End. Menariknya, sudah tidak ada tombol convenience left yang biasanya digunakan sebagai shortcut untuk voice recognition. Kini tinggal tombol convenience kanan yang secara default masih diberikan tanggung jawab sebagai shortcut kamera.
Sistem Operasi
Banyak perubahan yang dapat dirasakan di OS teranyar BlackBerry ini. Sebagian besar memang terletak pada tampilan. Sebagian yang lain pada susunan menu dan settingan yang mungkin akan membingungkan pengguna lawas.
Hal pertama yang bisa dirasakan adalah bahwasannya kita tidak lagi bisa membuka menu utama hanya dengan menekan tombol BlackBerry. Deret menu akan tersimpan pada area drop down (atau pop up?) layaknya menu pada Android. Jadi, yang ada hanyalah pilihan "open tray" atau menggeser tanda panah di bagian dasar home screen ke atas.

Interface Menu Utama pun terpisah sesuai dengan kategorinya. Terlihat seperti halaman-halaman widget Android yang bisa digeser ke kanan dan ke kiri. Pengelompokan secara default adai multimedia, Downloads, dan favorite, tempat dimana kita bisa meletakkan menu-menu penting yang sering diakses.
Hampir semua aplikasi bawaan BlackBerry, yang termasuk Core maupun Add-on sudah menggunakan versi anyar. Semuanya sudah menggunakan embel-embel v6.0 sekian, kecuali BlackBerry Messenger. Namun yang disebut terakhir ini tetap dengan tampilan yang segar loh.
Menariknya, Sistem operasi anyar ini memungkinkan kita me-review jumlah memori yang digunakan, proses apa saja yang sedang berjalan dan sebagainya lewat satu fitur bawaan. Tanpa menggunakan trigger (kombinasi keyboard) untuk memunculkannya. Dengan demikian anda bisa berhitung, aplikasi apa saja yang perlu diinstal dan aplikasi mana yang rasanya sudah harus dihapus dari ponsel.
Selanjutnya BlackBerry Torch 9800, review Internet, Media, Kamera, Baterai dan Memori
Selanjutnya...
Nokia C3 Qwerty
Nokia C3 nampaknya akan menjadi ikon baru Nokia di harga sejutaan. Menawarkan sesuatu yang tengah diminati masyarakat, yakni fitur-fitur online, lengkap dengan dukungan layanan dan interface yang sating bersatu padu.
Layanan Nokia Messaging yang menghadirkan manajemen email multi akun gratis akan menjadi ancaman semua vendor yang bermain di ranah bisnis. Sementara interface berupa keyboard qwerty dan widget Home Screen bisa dimanfaatkan sebagai jalur singkat menuju EKSIS di dunia maya.
Perbandingan fitur dan harga yang ditawarkan sesungguhnya sudah pas. Namun kalau saja Nokia bisa menjualnya di angka 900 ribu hingga 1 juta, tentu akan lebih menarik lagi. Di angka ini, kemampuan online ponsel lokal akan tampak tertinggal jauh. Terlebih jika beberapa isu di multi chat sudah teratasi. Dua hal yang mungkin tidak dapat diungguli C3 hanya pada ketersediaan dual Sim card dan TV analog. 
Kehadiran BlackBerry dan ponsel lokal ber-Qwerty rupanya telah menyudutkan Nokia ke sebuah posisi dimana mereka harus melawan balik. Kepungan produk ber-Qwerty di kelas atas oleh BlackBerry dan kelas bawah oleh ponsel lokal akhirnya dijawab juga dengan deretan produk yang telah dipersiapkan dengan baik.
Nokia C3 bisa jadi senjata utama mereka untuk ikut berebut 'kue' di kelas bawah. Menyediakan pilihan alternatif bagi pengguna ponsel yang kepingin eksis dan selama ini hanya menemukan produk-produk online lokal. Sejumlah strategi pun diterapkan, semisal harga terjangkau dan akses ke menu komunitas lewat homescreen widget.
Desain
Jika dibandingkan dengan kebanyakan BlackBerry, Nokia Qwerty satu ini terlihat lebih ramping. Lebarnya mendekati Nokia E71 dan E63, namun dengan tampilan yang lebih sederhana.
Ponsel dibalut material plastik dengan perbedaan tekstur. Dimana bagian muka didominasi oleh bahan glossy dan icin, kecuali di keyboard. Sedangkan di bagian belakang, material plastik yang digunakan lebih bertekstur kasar dan cenderung doff. Strategi yang tepat untuk menghilangkan kesan licin saat menggunakan ponsel dan mengurangi kemungkinan lecet ketika diletakkan di permukaan kasar.Beralih ke bagian keyboard, Nokia menyediakannya dalam bentuk full qwerty 35 tombol. Tiap tombol tersusun saling berdempetan. Namun bukan berarti tidak nyaman. Karena tiap tombol dibentuk menonjol sehingga tanpa disadari membentuk batas tak nyata di antara tombol-tombol tersebut.
Dibandingkan keyboard milik BlackBerry, susunan karakter yang disediakan keyboard C3 terasa lebih nyaman. Tanda baca penting diletakkan di tombol utama, sehingga kita tidak perlu lagi menekan shift untuk memilih tanda titik, misalnya. Hal ini berlaku juga untuk tanda @.
Kesederhanaan C3 dibanding Nokia Qwerty yang sudah ada terletak pada tombol-tombol kontrol yang ada di atas keyboard. Selain D-Pad yang juga berfungsi sebagai tombol eksekusi (OK) dan 2 tombol telepon (call/hang), kita akan menemukan empat tombol tambahan, yaitu 2 softkey dan 2 tombol shortcut (pintas). Dimana saat default, tombol-tombol pintas ini berfungsi untuk membuka kontak dan messaging.
Layar dan Widget
Nokia C3 dipersenjatai layar lebar 2,4 inchi dengan tingkat kecerahan yang memadai. Layar berjenis TFT 262.144 warna ini menampilkan gambar dengan resolusi 320 x 240 pixel yang terbujur horisontal alias landscape. Layaknya ponsel Qwerty lain.
Dengan layar seperti ini kita bisa menikmati tampilan ponsel dalam kondisi cahaya seperti apapun. Termasuk di outdoor di bawah cahaya matahari. Disamping itu disain interface dengan menggunakan font besar saat menulis nomor telepon yang dituju, sms dan sebagainya sangat cocok untuk siapapun, termasuk orang tua kita dengan penglihatan yang sudah tidak prima lagi.
C3 yang disebut sebagai penantang ponsel-ponsel online lokal juga menyediakan home screen yang terbukti efektif sebagai gerbang utama fitur chatting, Facebook-ing maupun Twit-ing. Lengkap dengan deretan widget yang menjadi andalannya.
Sekedar mengingatkan sistem widget ini sudah digunakan beberapa vendor ponsel lain, termasuk dari Korea. Bahkan LG menyusun UI baru berdasarkan Widget yang disebut UI S-Class. Jadi, sejatinya, ini bukan hal baru. Namun untuk ponsel sejutaan besutan Nokia berkeyboard qwerty seperti C3, hal ini menjadi penting.
Widget merupakan program berupa ikon, gambar atau baris teks yang memuat data-data (baik dari aplikasi itu sendiri maupun aplikasi lain) untuk langsung tertampil di
hadapan Anda dan Anda bisa berinteraksi langsung dengannya. Dalam hal ini di C3 Anda akan mendapat widget berupa ikon kontak favorit, Feed informasi Facebook, widget email, chat, katender dan musik.
Dari halaman awal alias home screen, kita bisa langsung menutis status Facebook atau nge-twit di Twitter tanpa masuk ke menu terlebih dahulu. Membuka email, mengirimkan email, menyetel musik favorit, menelepon orang yang dicintai dan sebagainya.
Nokia S40
Sebelum jauh melangkah ke fitur-fitur lain yang disiapkan C3 untuk memanjakan penggunanya, Anda juga perlu tahu lingkungan software yang berjalan di ponsel ini. C3 berjalan di platform S-40. Seperti yang sudah Anda ketahui, platform ini banyak digunakan oleh Nokia-Nokia low end. Platform ini belum bisa dikategorikan sebagai platform ponsel pintar. Karena tidak ada OS terbuka spesifik yang mengasuhnya.
Beberapa ciri khas yang tidak menguntungkan adalah tidak hadirnya fitur multitasking, terutama di aplikasi-aplikasi java. Namun positifnya, ponsel jenis ini tidak membutuhkan memori besar dan cenderung sederhana dalam penggunaan.
Communities
Inilah fitur yang disebut-sebut akan membuat betah berinteraksi dengan teman via jalur online. C3 merupakan ajang debut bagi aplikasi Nokia Communities. Dengannya kita bisa mendaftarkan beberapa akun Facebook dan Twitter, untuk kemudian ditampilkan di Home Screen. Tapi, kita harus memilih hanya satu akun yang ditampilkan di Home Screen ini, yaitu akun utamanya saja. Pilihan akun utama bisa dirubah sesuai dengan keinginan.
Saat akun utamanya berasal dari Facebook, widget feeds pada Home Screen akan menampilkan 7 halaman yang bisa digeser. Halaman pertama adalah profit picture kita dengan pilihan merubah status dengan hanya meng-klik-nya saja. Kedua adalah informasi notifikasi dan pesan masuk (inbox message di facebook), ke tiga hingga ke tujuh merupakan update status teman terakhir.
Sementara saat diseting Twitter sebagai akun utama, maka hanya ada 6 halaman saja di feed Home Screen ini. Terdiri dari profit picture kita di halaman pertama, dan 5 tweet terakhir yang dilakukan oteh orang-orang/ teman-teman/instansi-instansi yang kita follow.
Lalu bagaimana dengan notifikasi? Apakah kita akan menerima notifikasi ketika ada komentar di status Facebook atau mention yang dilakukan teman Twitter kita? Sejauh ini belum ada. Kita tetap harus merefresh halaman communities untuk mengetahui bilamana ada notifikasi anyar yang masuk.
Facebook dan Twitter yang kita daftarkan di Communities dapat mengupdate info secara otomatis dan terjadwat. Kita bisa mengatur agar proses updating info yang membutuhkan koneksi internet tersebut untuk berjalan di kisaran waktu tertentu. Semisal dari pukul 06.00 pagi hingga 20.00 malam. Artinya, kita sendiri yang mengontrol pengeluaran pulsa.
Sebelumnya kita hanya bisa mendaftarkan email ovi saja di perangkat S40. Nokia Messaging Service yang memungkinkan kita mendaftarkan email-email yahoo, Google, hotmail dan sebagainya dulu hanya bisa diakses melalui perangkat S60 yang kompatibel.
Kini di C3, layanan perpesanan Nokia sudah dapat dinikmati secara penuh. Memungkinkan kita untuk mendaftarkan email Yahoo, Gmail, Hotmail dan semua email lain hingga 10 email dalam satu ponsel. Sayangnya, masih banyak kekurangan yang dimiliki layanan di C3 ini meski dengan update-an layanan teranyar sekalipun.
Pertama email ini tidak bersifat push. Dengan kata lain kita harus menjemputnya sendiri dengan melakukan refresh atau mengatur sistem untuk melakukan refresh (update info) secara berkala.
Kedua dengan sifatnya seperti itu, maka notifikasi di bawah sistem tidak berjalan dengan semestinya. Maksudnya, ketika ponsel kita idle (di Home Screen), maka pemberitahuan email masuk akan terasa sangat lambat.
Saat dicoba dengan Gmail dan Yahoo mail, jedanya bisa mencapai hingga 5 jam. Jeda ini bisa sangat bervariasi tergantung kualitas server Nokia Messaging. Tapi satu hal yang pasti, notifikasi ini tidak pernah berlangsung realtime (sudah pasti ada jeda).
Ketika pertama kali menggunakannya ada sebuah proses yang harus dilewati, yaitu proses updating layanan dengan perangkat C3 yang kita miliki sehingga terjadi sinkronisasi. Jangan kaget apabila proses ini sering memakan waktu yang lebih lama dari perkiraan kita.
Baik dengan menggunakan WiFi maupun dengan jalur GPRS/EDGE. Hal ini terjadi karena server Nokia Messaging yang sering tidak bisa diakses. Mungkin sedang melakukan pemeliharaan atau sedang diakses banyak pelanggannya.
Chatting
Beralih ke masalah chatting. Di box, di iklan hingga di beberapa spesifikasi yang disebar oleh Nokia, C3 dijanjikan dapat digunakan untuk chatting dengan semua layanan chat yang sudah ada. Nyatanya, secara default hal ini belum bisa dimaksimalkan.
Sejatinya satu corong chat akan tersedia untuk akun ovi (Ovi Contacts), Yahoo (Yahoo Messenger), Googte (Gtalk), Windows Live dan sejumlah layanan chat lainnya. Seperti Nokia Messaging for IM beta yang tersedia untuk N97 misalnya. Namun entah mengapa hanya disediakan OVI contacts (chat) dan jika kita mengaktifkan fitur Yahoo Messenger via akun email selalu ada notifikasi belum dapat digunakan. Mungkin Nokia masih berusaha mengembangkan fitur ini.
Untuk sementara kita bisa mendownload aplikasi yang direkomendasikan C3 via Ovi Store-nya, saudara-saudara. semisal eBuddy dan Snaptu untuk mengasuh multi account chat. Tentunya hal ini lebih baik ketimbang kita chatting melalui situs mobile Yahoo Messenger.
Baik email maupun chat dapat diakses langsung dari halaman Home Screen dengan widget yang disediakan.
Browser Web
Secara umum kinerjanya hampir sama dengan sejumlah browser bawaan ponsel lain. Hanya saja, jika dibandingkan browser ponsel bawaan ponsel lokal, browser OSS milik Nokia ini jauh lebih baik. Mulai dari akselerasi hingga dukungan terhadap flash sederhana, javascript 1.3 dan 1.5, CSS, TCP/IP dan sebagainya.
Tapi sebagian besar pengguna ponsel java lebih memilih browser pihak ketiga. Semisal OperaMini. Nah kalau soal ini jangan khawatir, Nokia C3 juga menyediakannya. Di folder yang sama dengan OSS Web browser bawaan. Kedua browser ini juga sating berbagi cache.
Apabila ingin berhemat pulsa, OperaMini bisa diandalkan, tapi jika butuh tampilan yang maksimal, browser web OSS bawaan C3 akan lebih memuaskan.
Konektivitas
Nah, sekarang membahas koneksi yang bertanggung jawab terhadap semua kebutuhan online tadi. Ada dua hal yang menjadi perhatian, mobile dan wireless. Untuk mobile, C3 menyediakan akses GPRS dan EDGE. Secara teori, kecepatan yang disediakan adalah 85 hingga 236 kbps.
Mungkin kita semua akan berfikir, cukupkah koneksi GPRS/EDGE ini untuk mengasuh kegiatan berbau narsis di C3? Kalau dibilang cukup ya cukup, tapi tidak maksimal. Gini deh, bilamana Anda ingin mengupload gambar baru ke Facebook misalnya, maka kecepatan GPRS akan membatasi untuk mengupload besaran file yang tidak terlalu 'wah'. Sukur-sukur jika C3 mampu menangkap sinyal EDGE, kecepatan dan kemungkinannya bisa lebih besar untuk mengupload file gambar yang lebih baik.
Tapi dilihat dari harganya yang hanya sedikit di atas 1 juta-an, untuk sebuah ponsel Nokia, hal ini bisa dimaklumi. Beruntung, dengan harga segini, Nokia tidak ragu-ragu untuk menyertakan pula receiver WiFi. Bicara kecepatan, secara teori maksimalnya koneksi ini dapat memiliki bandwidth 11 mbps/54 mbps.
Pengaturannya mudah, kita tinggal mencari hotspot yang ada, masukkan WEP key jika diperlukan, dengan font raksasa yang besar-besar, lalu koneksi akan segera terjadi.
Seperi kebanyakan ponsel Nokia, C3 juga bisa digunakan sebagai modem. Koneksi via kabel MicroUSB dan Bluetooth dapat dimanfaatkan dengan bantuan Nokia PC Suite.
Kamera
C3 membawa kamera 2 megapixel yang biasa-biasa saja. Tidak ada autofokus dan lampu kilat. Hasil foto dalam ruangan cenderung memunculkan noise. Sementara foto outdoor cukup memuaskan, dengan komposisi warna yang baik. Khas kamera ponsel Nokia, warna-warna muncul, hanya sayang kehilangan autofokus mengakibatkan ketajaman gambar yang kurang memuaskan.
Kamera ini juga bisa dimanfaatkan untuk merekam video beresolusi maksimal 320 x 240 pixel.
Pemutar Musik
Ponsel ini membawa pemutar musik khas Nokia. Kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Sorting file dilakukan dengan baik. Memisahkan lagu koleksi ke dalam sejumlah kategori untuk memudahkan pencarian file. Termasuk dukungan ID3 tags yang tetap dipertahankan.
Bicara output, sepertinya harus kecewa dengan speaker (internal) ponsel. Pasalnya suaranya terlalu cempreng dengan satu corong output yang bersebelahan dengan kamera. Jangankan dibandingkan dengan ponsel XpressMusic atau Walkman, dengan ponsel bisnis sekelas BlackBerry saja sepertinya masih kurang bersaing.
Beruntung ponsel ini menyediakan kemampuan A2DP dan konektor audio stereo 3.5 mm. Kita bisa memanfaatkannya. Tapi earset handsfree bawaan C3 masih kurang bagus.
Bagaimanpun kita masih bisa memanipulasi suara output-nya via equalizer dan sound widening yang tersedia. Tapi direkomendasikan untuk menggunakan earset yang lebih baik. Nokia punya earset yang lebih baik dari bawaan C3 ini, atau gunakan merek lain. Karena secara software, pemutar musik C3 ini sebenarnya sudah mumpuni.
Pemutar musik beserta Radio FM ini termasuk aplikasi yang mampu berjalan di bawah sistem. Artinya bisa berjalan selagi kita membuka fitur lain semisal sambil chatting. Tapi kemampuan multitasking ini tidak berlaku global, terutama pada aplikasi-aplikasi java.
Memori
Nokia C3 dalam pembeliannya tanpa ditemani kartu memori. Padahal sudah tersedia slot MicroSD di ponsel ini, yang menurut sepsifikasinya mampu menampung hingga 8GB. Jika berniat memaksimalkan fitur media player dan kamera di ponsel ini, pastikan untuk membeli MicroSD yang tidak tersedia dalam paket penjualannya kali ini.
Jika mengandalkan memori internalnya yang hanya 55 MB saja, kita tidak bisa bebas menyimpan file musik dan foto.
Baterai
Terakhir, sebagai penyedia daya, ada baterai Lithium ion 1320 mAh yang siap digunakan sekitar 1,5 hari dengan pemakaian internet yang tidak terus menerus.
Selanjutnya...