Showing posts with label Review Blackberry. Show all posts
Showing posts with label Review Blackberry. Show all posts

BlackBerry Q10 dengan keypad qwerty

Perubahan BlackBerry dari 0S7 ke OS 10 adalah sebuah evolusi. Tidak sekedar merubah sebagian kecil bagian saja, melainkan hampir merupakan sebuah perombakan besar-besaran yang sejatinya menuju ke arah yang lebih baik.

Berbeda dengan BlackBerry Z10 yang cenderung mirip dengan iPhone 5, Q10 dibuat kembali ke bentukan tradisonal BlackBerry. Lengkap dengan tombol QWERTY fisik. Bodinya melebar ke samping, mengingatkan kita pada card type-nya BlackBerry Bold, namun membawa layar yang sedikit lebih luas. Jika Anda bertanya mengapa harus luas, maka jawabannya ada pada susunan keyboard qwerty fisik. Ternyata kita tidak lagi menemukan trackpad ataupun trackball di ponsel ini. Jadi, layar sentuh akan menjadi satu-satunya cara untuk mengontrol layar ponsel.

Beralih ke bagian sisi ponsel, kita akan menemukan sejumlah tombol dan ports. Secara berurutan ada tombol volume rocker, port micro USB, Micro HDMI, port audio 3.5 mm dan sebuah tombol power/steep. Jadi tidak ada lagi ditemukan tombol convenience ala BlackBerry-BlackBerry lawas. Sekarang masuk ke faktor yang lebih subyektif, yakni kenyamanan. Entah karena material yang memang dipilih secara khusus atau memang pasarnya yang mencoba lebih ke pebisnis yang eksklusif, ponsel ini terasa nyaman di genggaman. Akses menuju ke layar pun tidak sesulit yang awalnya dibayangkan. Dan itu adalah poin yang positif karena bagaimanapun awalnya agak canggung untuk berpindah-pindah dari layar ke keyboard fisik.

Bicara software akan membawa kita ke sebuah sistem operasi anyar yang disebut BlackBerry 10 sebagai sebuah sistem yang digadang mampu mengembalikan BlackBerry di medan peperangan produk-produk pintar. Seperti yang telah kita ketahui BlackBerry 10 lahir dari nenek moyang yang sama dengan iOS dan Android, yakni Linux. Sehingga tidak heran jika ada yang menyebut beberapa apk Android bisa diinstal di ponsel BlackBerry 10. Jumlah aplikasi yang bisa didownload dan diinstal di ponsel ini memang tidak sebanyak Android dan iOS, namun yang pasti terus berkembang. Anda bisa melakukan transaksi dengan kartu kredit dan PayPal, sebuah alternatif yang dirasa membantu.

Tapi ada satu fitur yang membuatnya tetap bertahan menjadi idola di Indonesia, yakni BlackBerry Messenger. Bahkan di BlackBerry 10 ini sejumlah fitur tambahan akan memudahkan Anda berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sesama pengguna BlackBerry 10. Diantaranya adalah BBM Video, yang memungkinkan kita melakukan video call dengan sejumlah fitur tambahan semisal screen share. Anda bisa berbagi layar yang Anda lihat dengan teman Anda. Hal ini bisa digunakan semisal untuk memperlihatkan hasil kerja Anda ke pemimpin atau melaporkan kerusakan software pada teman yang jago memperbaiki.

Menjadi sebuah ponsel bisnis mengharuskan ponsel ini membawa semua sarana koneksi yang ada. Produk yang kami tes kali ini adalah SQN100-3 yang membawa hanya HSDPA dan LTE. Anda mungkin akan menemukan Q10 CDMA jika masuk dalam model SQN100-2 dan AQN100-4. Cek sebelum Anda membelinya. Jika sementara LTE masih belum dapat digunakan di Indonesia, maka jaringan HSDPA dan WiFi sudah cukup mumpuni mengawal kemampuannya terkoneksi dengan internet. Cara terhubung antara ponsel dengan internet bisa dikatakan mudah. Anda bisa dengan cepat melakukan koneksi tanpa butuh bantuan orang lain. Demikian juga saat melakukan sinkronisasi dengan PC. Anda bisa mendownload/instal aplikasi tertentu seperti BlackBerry Link, atau hanya melakukan transfer file via WiFi

Sebagai ujung tombak, Q10 menyediakan sebuah browser yang mumpuni. Jangan samakan dengan browser BlackBerry lawas karena browser ini memiliki banyak fitur yang memudahkan penggunanya saat mencari informasi di internet. Dan karena berformat HTML 5 maka akan terasa lebih powerful dan paling cocok untuk perangkat mobile.

Layaknya layar Super AMOLED lain, apa yang dipancarkan layar ponsel Q10 termasuk dalam kualitas baik. Meskipun ada kecenderungan yang khas. Dimana hitam akan terlihat sangat bagus sementara warna-warna cerah akan tampak (kadang) terlalu tersaturasi. Tapi itu hanya penilaian pribadi. Mungkin mata Anda akan berbeda menilainya. Untuk akurasi layar sentuh, kami tidak punya keluhan. Setiap sentuhan dan gesture berhasil diterjemahkan dengan baik, membuat kontrol dengan layar (tanpa touchpad) pun semakin mudah dilakukan. Butuh membiasakan diri memang, tapi tidak sesulit itu.

Hanya saja aspek rasio yang 1 berbanding 1 membuatnya terlihat seperti foto-foto di Instagram. Meskipun diklaim sudah beresolusi HD (720 x 720 pixel), dan kepadatan pikset yang cukup bagus dibandingkan retina disptay-nya iPhone, sayang beberapa file video disiapkan dengan rasio 16:9 alias wide, sehingga akan tertampit cukup kecit di layar ponsel. Jika dimaksudkan untuk menampilkan sebuah file presentasi berasio 4:3 sih akan ter-lihat cukup besar dan apik. Tapi jika file presentasi tadi memiliki rasio 16:9 maka akan terlihat cukup kecil di layar dengan menyisakan banyak layar hitam atas maupun di bawah file presentasi tadi.

Sementara itu, layar ponsel ini pun terbilang kurang siap digunakan di bawah cahaya matahari langsung. Sedikit menyulitkan ketika membalas email sambil berjalan di luar ruangan saat siang dan dalam kondisi panas. Dalam ranah interface, aman rasanya jika kami sebut Q10 dengan BlackBerry 10 nya sudah siap di pelajari. Artinya ada sejumlah shortcut yang rnemudahkan pengguna saat mengkombinasikan interface fisik (keyboard) dan sentuh (layar dan kontrol), termasuk hub-hub yang memudahkan kita meraih informasi terkini, yang biasa kita akses hanya dengan satu dua kali sentuhan saja.

Tidak banyak yang bisa dibahas di sisi ini. Yang pasti fitur timeshift lah yang pertama kita coba, karena dengan fitur ini kamera akan menangkap gambar dalam rentang waktu tertentu sehingga kita bisa memilih bagian mana yang terbaik untuk dianggap sebagai hasil foto jadi.

Fitur HDR hadir di sini, setelah pada awalnya tidak dimasukkan ke dalam kamera Z10 (versi awal). Fitur ini memungkinkan kita mengambil gambar dengan tone warna dan kontras yang apik ketika berada di terik matahari. Hasilnya, seperti yang sudah ditebak, cukup memuaskan. Artinya meski kurang bagus di auto fokus dan pemotretan di ruangan minim cahaya, hasil foto di kondisi luar ruang bisa diadu dengan hasil kamera ponsel kelas atas Lain.

Dari spesifikasi yang dibawa Q10 diharapkan mampu mengejar ketertinggalannya dari produk-produk teratas vendor dan OS lain. Semisal iPhone 5, Samsung Galaxy S4 atau pun Lumia 920. Hal ini bisa saja menjadi kenyataan saat metakukan booting di awal aktivasi ponsel yang terbilang cukup singkat jika dibandingkan BlackBerry -BlackBerry lawas.

Beralih ke akselerasi secara keseluruhan, pada dasarnya Q10 sudah siap menjalankan aplikasi-aplikasi berat. termasuk game. Namun bukan untuk itu produk ini dibuat. Meskipun kita bisa memaksakannya. Namun jika Anda pengguna iPhone, Anda akan merasa bahwa Q10 membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka sebuah aplikasi. Tapi ini bukan karena hardware rasanya, melainkan karena sifat ekosistem BlackBerry. Tapi jika Anda tidak terlalu memperhatikan, hal ini tidak akan terasa.
Selanjutnya...

Z10, BlackBerry pertama dengan OS 10

Akhirnya platform teranyar besutan perusahaan RIM secara resmi hadir di tanah air lewat produk pertamanya, BlackBerry Z10. Sistem operasi yang dibangun berdasarkan basis yang sama seperti yang digunakan pada PlayBook OS ini, diharapkan bisa mengembalikan sinar kebintangan yang meredup, terutama di pasar global.
Selanjutnya...

BlackBerry Davis a.k.a Curve 9220

BlackBerry Davis a.k.a Curve 9220Seolah menjaga momentum BlackBerry OS 7.1, BlackBerry meluncurkan produk anyar untuk kelas pemula di jajaran smartphonenya. Di generasi terbarunya smartphone BlackBerry sebenarnya sudah memiliki beberapa varian Curve (seri smartphone BlackBerry yang dikenal murah) diantaranya Apollo (9360), Orlando (9380) dan Sedona (9350), sayangnya harga yang ditawarkan untuk varian tersebut masih belum cukup terjangkau untuk kelas pemula. Membaca hal tersebut, RIM menggelontorkan Davis, BlackBerry penerus Gemini tanpa dukungan 3G.

Dari tampilannya, sekilas Davis sangat mirip dengan Gemini (8520) seri Curve terdahulu yang juga tidak berjalan pada jalur data 3G. Tapi jika diperhatikan, tentu saja ada beberapa poin perbedaan dari segi desain. Di bagian depan, terlihat perbedaan pada tombol-tombol yang mendampingi trackpad tepat di atas papan ketik. Empat tombol ini (call, menu, back dan end) tampak berdiri sendiri persis yang dimiliki Bellagio (9790), tidak menyatu dengan bagian layar layaknya pada Gemini.


Tiga tombol kontrol multimedia khas Gemini di sisi atas ponsel digantikan oleh tombol tunggal untuk mengunci dan membuka layar. Posisi port audio 3.5mm yang semula diletakkan di sisi kiri Gemini kini berada di sisi atas pada Davis. Yang dianggap istimewa adalah kehadiran tombol shortcut BBM di sisi kiri ponsel. Tapi sebenarnya tombol ini tidak berbeda dengan convenience key kiri yang juga sudah ada pada Gemini.

Untuk mengganti fungsi convenience key yang semula untuk menuju BBM (kiri) dan Camera (kanan), anda dapat menuju Option> Device> Convenience Keys. Ubah pilihan sesuai kebutuhan, tekan tombol back, pilih Save. Convenience key dapat anda gunakan sebagai jalan pintas menuju fitur favorit yang paling sering digunakan.

Di bagian dapur pacu, Davis memiliki spesifikasi memori yang seimbang dengan seri Curve OS lainnya Apollo dan Orlando. Hal ini juga membuat ketiganya memiliki performa yang sama baiknya.

Untuk suplai daya, Davis punya keunggulan dibanding para saudaranya. Smartphone ini bahkan dibekali baterai yang mempunyai daya lebih tinggi dibanding milik Dakota dan Monza. Dengan layar yang lebih sempit dan spesifikasi lebih rendah tentu saja baterai Davis bisa memberikan 'nyawa' dalam durasi yang lebih lama dibanding keduanya.

Kamera
Davis memiliki kamera dengan spesifikasi terendah yang ada pada smartphone BlackBerry OS 7. Jika yang lain dibekali kamera dengan resolusi 5 MP, pengguna Davis harus puas dengan 2MP. Setidaknya masih cukup untuk narsis lewat jejaring sosial ala anak muda. Sejumlah fitur pada kamera juga diminimalisir, pilihan scene modes misalnya, pada Davis pengaturan ini hanya tersisa 2 pilihan sementara pada Bellagio tersedia 11 pilihan.


Video kamera Davis juga punya kelemahan dibanding BlackBerry anyar lainnya. Davis hanya mampu mengabadikan video dalam definisi standar.

Tak ada kemajuan berarti di sektor display jika dibandingkan dengan layar yang dimiliki Gemini. Dari data spesifikasi yang Kami dapatkan memang ada perbedaan ukuran layar, namun selisih 0.02 inci tentu saja tidak dapat disadari secara Iangsung tanpa melakukan pengukuran. Seperti halnya pada Apollo, layar Davis hanya berfungsi sebagai display dan tidak sebagai panel sentuh seperti kebanyakan BlackBerry generasi OS 7 lainnya.

Muncul belakangan, membuat Davis dibekali BlackBerry OS dengan versi 7.1 secara default. Tidak seperti BlackBerry generasi baru lain yang mengharuskan pengguna melakukan update OS untuk merasakan update anyar ini.
Meski begitu secara umum tampilan OS 7.1 pada Davis tidak berbeda dengan BlackBerry OS 7 pada generasi terbaru lainnya. Terdapat 5 buah panel berdampingan pada homescreen All, Favorites, Media, Downloads dan Frequent. Ikon pada panel-panel tersebut berjejer 6 ke samping, seperti Apollo, Dakota dan Bellagio.

Sayangnya sejumlah fitur yang justru menjadi kekuatan BlackBerry OS 7.1 justru tidak ditemukan pada Davis, seperti Mobile Hotspot, WiFi CaWing dan BlackBerry Tag.

Browser bawaan BlackBerry OS 7 yang konon lebih cepat hingga 40% dari pendahulunya pun bisa anda dapatkan dari daftar menu Davis. Sayang, seperti halnya kamera ada sejumlah fitur yang dihilangkan pada sektor ini diantaranya dukungan terhadap HTML 5.

Tak hanya itu, Davis yang hanya bisa berjalan di jalur data 2G juga membuat pengalaman browsing menjadi kurang asyik. Beruntung ada pilihan konektifitas lain untuk terhubung ke internet yaitu WiFi.

BlackBerry identik dengan fitur perpesanan BlackBerry Messenger. Pada Davis, RIM menyertakan BlackBerry Messenger (BBM) versi teranyar dengan fitur BBM Connect. Fitur ini memungkinkan anda untuk menjalankan aplikasi yang memiliki fitur BBM Connected dan menghubungkannya dengan aplikasi BBM.

Aplikasi jejaring sosial populer seperti Facebook dan Twitter pun sudah terinstall pada Davis saat anda pertama kali menggunakannya. Begitu pula dengan layanan chatting atau instant messaging seperti Yahoo Messenger dan Google Talk.

Berbagai aplikasi sosial ini pun bisa diintegrasikan pada aplikasi social feeds sehingga memudahkan anda untuk memantau berbagai akun sosial yang dimiliki atau meng-update status pada waktu bersamaan.

Bagian ini tentu menjadi hal penting bagi para calon pengguna yang disasar RIM untuk Davis, yaitu anak muda. Untuk itu Davis secara default dibekali pemutar video dan musik yang mendukung berbagai format populer.

BlackBerry Davis a.k.a Curve 9220Jika koleksi lagu yang tersimpan di dalam Davis dirasa sudah membosankan atau tidak cukup menghibur, pengguna bisa mendengarkan playlist yang diputar oleh penyiar kesayangan di stasiun radio favoritnya lewat fitur radio FM.

KESIMPULAN
Jika dibandingkan dengan para saudaranya dari jajaran BlackBerry dengan OS 7, Davis tentu saja punya banyak kekurangan. Wajar saja mengingat Davis memang dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah bahkan untuk sesama seri Curve (Apollo dan Orlando). Bahkan harga awal. Davis adalah yang termurah dibanding harga awal seluruh tipe BlackBerry lain.
Di luar itu Davis punya sejumlah nilai positif, diantaranya fitur hiburan radio FM yang belakangan sering terlupakan dan baterai yang berdaya besar dan siap memberikan waktu aktif lebih lama dibandingkan seri lain yang bahkan lebih mahal.
Selanjutnya...

BlackBerry Porsche Design P'9981

RIM menutup line-up BlackBerry generasi terbaru dengan OS 7 dengan sebuah produk premium. Bekerjasama dengan Porsche Design, RIM melahirkan BlackBerry Porsche Design P'9981 yang dibanderol seharga £1300 atau sekitar $2000. Di tanah air, smartphone ini dijual di kisaran harga 20 hingga 23 juta rupiah, bahkan di awal kemunculannya ada yang menjual produk premium ini dengan harga mencapai 30 juta rupiah.

BlackBerry Porsche Design P'9981Sejauh ini BlackBerry P9981 baru tersedia secara resmi untuk pasar UK dan Timur Tengah. Artinya, dengan banderol semahal itu Anda mendapatkan sebuah produk "black market" tanpa garansi, jika membelinya dari penjual di tanah air. Pertanyaannya, apakah produk ini layak diberi label harga selangit? Baca ulasan berikut.

lnilah bagian paling menarik dari produk ini, bagaimana tidak? P'9981 di desain secara eksklusif oleh perusahaan asal Jerman, Porsche Design. Perusahaan ini diidirikan oieh Ferdinand Alexander Porsche, desainer mobil sport yang sudah begitu terkenal di dunia, Porsche 911. P'9981 memiliki sudut tegas yang elegan berbeda dengan Bold 9900 yang didominasi sudut-sudut membulat. Bagian muka dibuat dari stainless steel ringan yang menyambung hingga bezel di sekeliling ponsel, sementara di bagian belakang Anda akan mendapati backcover yang dibalut bahan kulit asli dengan logo BlackBerry yang tercetak debossed.

Di sisi atas terdapat sebuah tombol lock, sedangkan tombol-tombol volume rocker, mute, convenience key, port micro USB dan audio 3.5mm ditempatkan pada posisi yang sama dengan yang dimiliki Bold Touch 9900. Di sisi bawah, terdapat dua bush pin yang berfungsi sebagai konektor untuk menghubungkan dengan charging dock.

BlackBerry Porsche Design P'9981
Tepat di atas layar, tercetak logo Porsche Design sementara di sisi belakang tersedia sebuah area yang diduduki kamera dan lampu flash yang mengapit tulisan P'9981. Sedang di bawah layar, tersaji 4 buah tombol dan sebuah trackpad yang dilapisi kaca seperti pada layar.

Tombol-tombol pada papan ketik berbaris lurus, berbeda dengan yang bisa ditemukan pada Bold Touch 9900 yang tersusun sedikit melekung. Semua tombol ini juga terbuat dari bahan stainless steel yang memberi kesan tangguh. Meski sebagian besar bodi P'9981 berbahan logam, bobot ponsel ini tidak terasa begitu berat.

Kami mengharapkan BlackBerry dan Porsche Design melakukan kostumisasi eksklusif pada sistem operasi anyar RIM, BlackBerry OS 7. Sayangnya, kostumisasi yang diharapkan hanya sebatas theme yang mengubah ikon pada menu utama, dan ketika ditelusuri lebih dalam dengan menjalankan aplikasi tampilan yang muncul sama sekali tidak berbeda dengan Bold Touch 9900. Persis OS 7 pada perangkat BlackBerry lainnya, tersedia 5 buah panel pada homescreen, all, favorites, media, downloads, dan frequent. Anda dapat memilih untuk menghilangkan salah satu atau beberapa panel dengan menekan tombol menu, kemudian pilih "Manage Panels".

Notifikasi yang perlu diperhatikan berkumpul tepat di bawah tampilan jam dan diapit tombol virtual profil dan search.

Seperti halnya Bold Touch 9900 atau Dakota, selain dengan menggunakan tombol qwerty, RIM juga memasang layar sentuh kapasitif pada P'9981. Ukuran layar dan resolusi displaynya identik dengan yang dimiliki Dakota sehingga menampilkan grafis dengan kualitas yang sama pula.

Pada awal pengunaan, layar ini terasa responsif namun sepertinya responsifitas ini akan ikut menurun seiring lamanya masa penggunaan seperti yang Kami alami pada Bold Touch 9900 yang kami miliki.

P'9981 dikemas dalam sebuah kotak berukuran jauh di atas rata-rata untuk sebuah kotak ponsel. Pertama kali membuka tutup bermagnetnya, Kami menemukan (tentu saja) P'9981 dan sebuah charging dock yang berbahan kulit senada dengan bodinya.

Diurai lebih dalam didapati sebuah baterai bertipe JM1 (seperti yang dimiliki mayoritas BlackBerry generasi terbaru dengan OS 7) yang dikostumisasi dengan branding Porsche Design, serta sekumpulan buku manual, kartu kepemilikan dan kain pembersih. Sedang di susunan terakhir dari paket penjualan, pembeli diberikan sebuah headset yang eksklusif, 4 buah pilihan kepala charger berbeda dan sebuah kabel data micro USB standar. Media penyimpanan berupa kartu MicroSD dengan kapasitas 16 GB juga tertanam di dalamnya.

Sejatinya terdapat sebuah kartu garansi, namun hal tersebut menjadi tidak penting mengingat garansi untuk ponsel ini hanya berlaku di negara asal pembelian produk secara resmi.

Dengan membandingkan spesifikasi P'9981 dan Dakota 9900, tidak salah rasanya jika menyebut ponsel ini sebagai Dakota yang diberi "pakaian" mewah. P'9981 menggunakan seluruh perangkat keras yang juga digunakan Dakota, Chipset Qualcomm MSM8655 Snapdragon dengan CPU single core 1.2 GHz dan Adreno 205 sebagai GPU.

Performa yang didapatkan pun tentu saja sama, dengan hanya aplikasi default yang terinstal dalam ponsel, Anda tidak akan menemukan masalah soal kecepatan prosessing ponsel.

P'9981 juga menggunakan kamera dengan resolusi dan fitur yang sama dengan milik Bold 9900. Dengan kemampuan yang seimbang maka kualitas tangkapan ponsel ini tentu sudah bisa ditebak hasilnya. Foto yang diambil dalam kondisi pencahayaan yang balk direproduksi dengan balk dalam warna yang cukup representatif. Dalam kondisi redup, lampu LED-nya melakukan pekerjaan dengan baik.

Beralih ke mode perekam video, P'9981 memiliki kemampuan yang juga sama dengan Dakota dimana ponsel ini mampu merekam video berkualitas dengan resolusi maksimal 1280 x 720 piksel (HD).

Kesimpulan
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, P'9881 sejatinya adalah Bold 9900 yang di desain ulang oleh sebuah perusahaan kenamaan asal Jarman yang punya portofolio bagus untuk urusan produk hi-end.

Jika Anda membeli P'9981 seharga Rp. 20 juta rupiah, artinya Anda membayar sekitar Rp.14,5 juta untuk desain, themes dan sejumlah aksesoris eksklusif. Selebihnya, fungsionalitas P'9981 hanya seharga Rp 5,5 juta sesuai harga sebuah BlackBerry Bold Touch 9900.

Jika harus membandingkan dengan produk super premium lainnya, daya tarik P'9981 sebenarnya tidak sebesar itu. Produk seperti Nokia Oro misalnya, dilapisi emas 18 karat dan dihiasi dengan kristal sapphire yang tentu lebih berharga dibanding stainless steel. Atau produk seperti Vertu yang menawarkan layanan International Concierge ala kaum borjuis.

Yang juga harus diingat dan menjadi pertimbangan adalah ponsel ini masih berstatus Black Market untuk pasar tanah air. Anda tentu tidak ingin terbang ke Dubai hanya untuk mengklaim garansi ponsel ini ketika terjadi kerusakan bukan?
Selanjutnya...

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias Bellagio

BlackBerry belum kehilangan popularitasnya di pasar Tanah Air. Beruntung kecintaan masyarakat Indonesia terhadap produk besutan RIM ini tidak bertepuk sebelah tangan. Salah satu buktinya tentu saja dipilihnya Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang diberi kehormatan untuk mencoba Blackberry Bellagio, sang penerus trah Onyx. Lalu selain potongan harga 50%, fitur apa yang membuat ribuan orang rela antri untuk menjadi yang pertama memiliki smartphone ini?

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias Bellagio
Desain
Bellagio membawa 'gen' Onyx pada desainnya. Namun tentu saja dengan sejumlah perbedaan yang cukup mencolok. Bodi bagian atas Bellagio memiliki lekukan yang khas ditemukan pada sesama BlackBerry generasi terbaru, terutama pada Apollo dan Blackberry Monaco. Selain itu bezel logam yang méngelilingi ponsel juga terdapat pada bodi Bellagio.

Meski punya dimensi bodi yang lebih kecil dibanding Dakota, Bellagio tidak lebih tipis dari saudaranya tersebut. Sehingga Dakota masih menjadi BlackBerry paling tipis hingga saat ini. Tapi paling tidak jika dibandingkan dengan Onyx terdahulu, Bellagio masih lebih tipis sehingga terkesan lebih seksi.

Perubahan juga terlihat pada tombol-tombol di bawah layar yang berdampingan dengan trackpad. Kali ini tombol-tombol tersebut tersaji berbentuk kotak dengan sudut membulat seperti pada Monaco.

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias BellagioKamera
Untuk mengabadikan momen ke dalam foto, resolusi maksimal tangkapan kamera Bellagio sama seperti Dakota, begitu pun dengan fiturnya. Selain pengaturan flash, autofocus dan geotagging, Bellagio juga menyediakan 11 pilihan scene mode untuk hasil gambar yang lebih baik dan sesuai keinginan pengguna.

Tidak seperti BlackBerry dengan OS 7 lainnya (kecuali dari jajaran Curve), Bellagio tidak mampu merekam video dalam format definisi tinggi, melainkan hanya sebatas VGA. Pada sektor video tersedia fitur image stabilizer yang memaksimalkan hasil video meski saat direkam terjadi banyak guncangan pada Bellagio. Fitur ini juga ada pada mode kamera foto.

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias BellagioSinkronisasi
Untuk pengguna BlackBerry lawas yang beralih ke Bellagio, dapat memindahkan segala data serta pengaturan yang tersimpan pada perangkat lamanya dengan menggunakan BlackBerry Desktop Software. Cara lain yang menjadi alternatif adalah menggunakan kartu penyimpanan. Pengguna dapat mengakses fitur ini melalui menu setup > device switch > using media card. Namun untuk menggunakan metode ini, perangkat BlackBerry yang digunakan sebelumnya juga harus memiliki fitur yang sama.

Tak hanya itu, ada pula alternatif lain yang dapat dilakukan yaitu menggunakan aplikasi BlackBerry Protect, yang juga harus diinstal pada perangkat lama dan tersedia secara default pada Bellagio.

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias BellagioDisplay
Seperti halnya Dakota dan Torch, layar pada Bellagio tidak hanya berfungsi sebagai display, melainkan juga sebagai panel sentuh untuk memudahkan navigasi antar menu. Sayangnya layar Bellagio tak seluas kedua pendahulunya tersebut, bahkan Bellagio adalah smartphone BlackBerry layar sentuh dengan layar paling sempit saat ini.

Soal kualitas tampilan, Bellagio bisa dikatakan sama baiknya dengan Dakota. Apalagi smartphone ini juga didukung teknologi fluid graphics yang membuat pengguna bisa merasakan waktu respon yang cepat serta rendering yang lebih halus ketika menjelajah setiap menu pada ponsel ini.

Blackberry OS 7
Bagi pengguna BlackBerry, sektor ini termasuk yang paling penting untuk diperhatikan. Meski secara tampilan mirip pada versi 7, RIM menawarkan pembaruan pada sejumlah fitur BlackBerry OS.
Fitur universal search yang sudah lebih dulu muncul pada BlackBerry OS versi 6 kini semakin menarik karena selain menggunakan kata kunci yang diketikkan pada search bar, pencarian juga dapat dilakukan melalui input suara oleh pengguna berkat tambahan voice search.

Disamping pada sektor interface peningkatan fitur juga bisa ditemukan pada browser, fitur sosial, dan konektifitas yang akan Kami bahas lebih lanjut. Saat digunakan BlackBerry OS 7 pada Bellagio relatif lebih stabil dari versi sebelumnya yang sering kali lag.

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias BellagioBrowser
Dari segi tampilan dan fitur, Anda mungkin tidak akan merasakan perbedaan antara browser BlackBerry versi OS 6 dan versi 7. Seperti halnya browser pada OS 6, browser OS 7 milik Bellagio ini juga telah dilengkapi kemampuan multi tab browsing dan pinch zooming.

Tapi bukan berarti tidak ada pengembangan pada browser OS 7, sebab RIM telah mengintegrasikan JavaScript engine terbaru yang membuat browser ponsel ini mengalami peningkatan kecepatan hingga 40% dalam membuka halaman situs dibanding versi terdahulu disamping panning dan zooming yang lebih halus. Dukungan terhadap video HTML5 juga menjadi poin penting browser BlackBerry pada versi ini.

Konektifitas
Untuk menghubungkan Bellagio ke internet tersedia alternatif yang siap dipilih, seperti BlackBerry internet service (BIS), jalur data operator, maupun via wifi. Namun ada pula fitur yang hanya dapat digunakan melalui BIS, misalnya BlackBerry Messenger (BBM).

Pengembangan penting yang dilakukan RIM pada BlackBerry OS 7 salah satunya terdapat pada sektor konektivitas, dimana pada versi ini BlackBerry telah dilengkapi dengan fitur NFC (near field communication) yang memungkinkan Bellagio untuk melakukan pairing atau berkirim data dengan perangkat lain dengan cara yang jauh lebih mudah.

BlackBerry Bold 9790 (Onyx 3) alias BellagioFitur Sosial
Berbeda dengan perangkat BlackBerry dengan OS lebih lawas, Bellagio dan sejumlah BlackBerry generasi baru lainnya telah dilengkapi dengan aplikasi jejaring sosial dan IM secara default, seperti Facebook, Twitter, Yahoo Messenger dan Google Talk.

Yang paling menarik tentu saja aplikasi unggulan RIM, BlackBerry Messenger versi 6 yang kini dapat dihubungkan dengan sejumlah aplikasi pihak ketiga yang memiliki fitur BBM Connected.

Eksis di dunia jejaring sosial menjadi semakin asik berkat aplikasi socialfeeds yang mengintegrasikan sejumlah layanan jejaring sosial dan IM seperti Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, Google Talk dan tentu saja BBM kedalamnya. Fitur ini membuat pengguna dapat lebih mudah memantau update terbaru dari teman-teman di sejumlah layanan jejaring sosial dan IM tersebut.
Anda dapat memilih aplikasi apa saja yang terintegrasi dengan SocialFeeds, caranya tekan tombol menu saat berada dalam aplikasi Social Feeds, pilih Options>Integrated Applications dan tandai layanan yang diinginkan untuk terintegrasi dengan aplikasi ini.

Kesimpulan
Selain desain dengan bentuk yang lebih elegan dan tipis, Bellagio juga menawarkan pengalaman yang berbeda dari BlackBerry Onyx seri sebelumnya yaitu dengan memiliki dual input, papan ketik QWERTY sekaligus layar sentuh. Sayangnya layar Bellagio tak seluas Bold 9900 atau Torch sehingga agak menyulitkan bagi pengguna berjari besar.
Meski begitu sejumlah fitur dan keunggulan BlackBerry OS versi paling anyar bisa Anda rasakan pada Bellagio, mulai dari kinerja yang lebih baik, browser lebih cepat, dukungan terhadap teknologi NFC hingga pengembangan pada sejumlah sektor penting lainnya.
Selanjutnya...

BlackBerry Torch 9850 Monaco

Setelah Bold Touch 9900 Dakota yang Kami uji di artikel lalu, kini lagi BlackBerry Monaco 9850 dengan sistem operasi terbaru RIM BlackBerry OS 7 telah hadir. Kali ini smartphone BlackBerry yang diuji berasal dari keluarga Torch. HP pintar ini adalah yang ketiga dari BlackBerry dengan desain tanpa keyboard.
Desain elegan serta performa apik BlackBerry OS 7 merupakan kombinasi menarik yang dibawa Monaco 9850. Namun ketiadaan tombol fisik bagi sebagian pengguan setia BlackBerry tentu mengurangi pesona HP ini terutama saat digunakan BBM-an. Di luar itu, segala fitur menarik dalam Monaco 9850 membuatnya layak dipilih meski beberapa diantaranya bisa ditemukan pada BlackBerry OS sebelumnya. Berikut ulasan untuk smartphone yang mengantongi nama keren Monaco ini.

BlackBerry Torch 9850 MonacoTanpa kehadiran keyboard fisik, Monaco 9850 tampil memanjang dan terkesan ramping. Secara fisik Kami menemukan kemiripan HP ini dengan Onyx terutama pada bodi bagian atasnya. List plastik berfinishing metal-look yang simetris dari bagian atas ke sisi bawah memperkuat image elegan yang dimiliki Monaco 9850. Sisi depan yang melindungi layar tersambung dari sebagian atas HP hingga ke bawah juga tak kalah menarik perhatian. Tutup baterai terbuat dari material logam dengan cat doff memberi kesan kokoh tanpa mengurangi cita rasa berkelas pada fisik HP ini.

BlackBerry Torch 9850 Monaco4 buah tombol fisik masing-masing call, menu (BlackBerry), back dan end/power mengapit optical trackpad tepat di bawah layar Monaco 9850. Di sisi atas HP, bertengger tombol pengunci yang secara kasat mata hanya diwakili simbol bergambar gembok. Disamping kanan, disematkan tombol pengatur suara, tombol play/pause dan tombol shutter menemani gerbang audio 3.5mm, sedang port microUSB ada tepat di tengah pada sisi kiri HP.

OS teranyar RIM ini secara umum nyaris tidak terasa perubahan pada tampilan antara BlackBerry OS 7 dari versi 6. Perubahan yang terlihat hanya dari ikon yang digunakan pada menu aplikasi. Pada versi 7 ini ikon-ikon yang digunakan lebih berwarna dengan bentukan yang mirip untuk memudahkan pengguna BlackBerry dengan OS versi terdahulu mengenali setiap ikon. Selebihnya tampilan kedua versi bisa dikatakan identik.

Juga seperti versi 6, tersedia 5 buah panel pada homescreen, all, favorites, media, downloads dan frequent. Pengguna dapat memilih untuk menghilangkan salah satu atau beberapa panel dengan menekan tombol menu, kemudian pilih "Manage Panels". Notifikasi yang perlu diperhatikan pengguna berkumpul tepat di bawah tampilan jam dan diapit tombol virtual profil dan search.

Salah satu perkembangan yang terdapat pada versi 7 adalah dukungan terhadap teknologi NFC (near field communication) yang memungkinkan transaksi, pertukaran data, serta hubungan nirkabel antara dua perangkat berbeda yang diletakkan berdekatan, namun fitur tersebut tidak dimiliki Monaco 9850.

Kita pasti setuju bahwa salah satu keunggulan perangkat BlackBerry dari para pesaingnya adalah fitur BlackBerry Messenger (BBM) yang sangat adiktif. Dan seperti halnya Bold Touch, Monaco 9850 juga dibekali BBM versi 6 secara default. Pada versi terbaru ini pengguna dapat mengintegrasikanBBM dengan aplikasi pihak ketiga yang memiliki fitur "BBM Connected". Hal ini memungkinkan pengguna untuk menikmati fungsionalitas BBM dari dalam aplikasi yang telah dihubungkan.

Selain BBM ada pula aplikasi Social Feeds yang memudahkan pengguna untuk terhubung dan berkomunikasi dengan teman-teman di jejaring sosial ataupun instant messaging client popular seperti Facebook, Twitter, Yahoo! Messenger, Windows Live dan Google Talk. Aplikasi ini sebenarnya sudah bisa ditemukan pada perangkat BlackBerry dengan sistem operasi versi 6. Ketiadaan keyboard fisik bagi sebagian orang juga akan mengurangi kecepatan bahkan menyulitkan ketika mengetik pesan.

Ukuran tombol pada virtual QWERTY keyboard HP ini jelas menyulitkan pengguna dengan jari berukuran besar. Untuk itu pengguna dapat mengubah tampilan keyboard dalam bentuk "reduce keyboard" yang memiliki ukuran tombol virtual lebih besar. Pengaturan ini dapat diakses melalui Setup>Keyboard, pilih reduced keyboard, klik tombol back, dan pilih save.

Tidak seperti 2 buah BlackBerry-tanpa- keyboard sebelumnya yaitu Storm dan Odyn (Storm 2), Monaco tidak menggunakan teknologi SurePress tak lain karena teknologi tersebut memang dianggap gagal menandingi layar sentuh pada iPhone dan investasi pengembangannya telah dihentikan oleh RIM sejak setahun lalu.

Mengikuti tren HP layar sentuh berukuran luas, display pada Monaco 9850 memiliki ratio widescreen pada posisi landscape. Kami juga merasakan responsifitas yang sangat baik saat menyapu layar menyusuri panel homescreen maupun memperbesar tampilan halaman situs web dengan pinch-zooming. Kesulitan mungkin akan pengguna temukan saat mencoba mengoreksi ketikan yang salah dan menempatkan kursor pada bagian tertentu menggunakan layar sentuh, namun dengan bantuan trackpad hal tersebut dapat dengan mudah diatasi.

Layar HP ini mampu menampilkan kualitas grafis yang sama baiknya dengan Bold Touch 9900. Untuk pengguna BlackBerry yang beralih ke Monaco 9850 dari perangkat BlackBerry lain dapat memindahkan segala data serta pengaturan yang tersimpan pada perangkat lamanya dengan menggunakan BlackBerry Desktop Software.

Cara lain yang menjadi alternatif adalah menggunakan kartu penyimpanan. Pengguna dapat mengakses fitur ini melalui menu setup>device switch>using media card. Namun untuk menggunakan metode ini, perangkat BlackBerry lama harus memiliki fitur yang sama. Sebenarnya ada cara lain yang dapat dilakukan yaitu menggunakan aplikasi BlackBerry Protect, namun untuk sementara aplikasi ini belum bisa digunakan di Indonesia menggunakan Monaco 9850.

Dari segi tampilan dan fitur, Kita mungkin tidak akan merasakan perbedaan anatara browser BlackBerry versi dengan OS 6 dan versi 7. Seperti halnya browser pada OS 6, browser milik Monaco 9850 juga telah dilengkapi kemampuan multi tab browsing dan pinch zooming.

Hal tersebut bukan berarti tidak ada pengembangan pada browser OS 7, sebab RIM telah mengintegrasikan JavaScript engine terbaru yang membuat browser HP ini mengalami peningkatan kecepatan hingga 40% dalam membuka halaman situs dibanding versi terdahulu disamping panning dan zooming yang Iebih halus. Dukungan terhadap video HTML 5 juga menjadi poin penting browser BlackBerry pada versi ini.

Juga senada dengan Bold 9900, Monaco 9850 juga dipersenjatai kamera dengan resolusi 5MP dan menggunakan fitur sama seperti 2 BlackBerry OS 6, Onyx 2 dan Torch. Gambar yang dihasilkan kamera ini juga balk berkat fitur apik semisal autofocus dan flash yang sangat membantu saat keadaan pencahayaan disekitar objek kurang mendukung.
Hal menarik yang juga bisa ditemukan pada sektor kamera HP ini adalah kemampuannya untuk mengabadikan gambar bergerak kedalam video beresolusi tinggi 720p. Dengan dukungan fitur image stabilization kamera video Monaco 9850 lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Selanjutnya...

Blackberry Bold 9900 aka Dakota

Meski memiliki kemampuan OS yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya, atau kamera yang seharusnya bisa lebih balk dari pendahulunya, namun untuk kemampuan Bold 9900 memiliki kemampuan yang cukup signifikan dari seri sebelumnya. Selain dibentuk dengan desain yang lebih elegan dan tipis, Bold 9900 juga memiliki kemampuan yang berbeda dari seri sebelumnya yaitu berdesain qwerty sekaligus layar touchscreen.


Bold 9900 atau yang biasa disebut dengan Dakota ini memiliki desain yang mirip dengan bold 9000 namun dibuat lebih tipis. Bahkan tipe ini termasuk BlackBerry tertipis yang resmi beredar di Indonesia. Memiliki ketebalan yang sama dengan saudaranya yaitu seri 9930, Dakota nampak lebih elegan meskipun memiliki keyboard qwerty yang sama dengan milik bold terdahulu.


Penggunaan qwerty sangat nyaman karena dilengkapi dengan bantalan yang empuk. Di atasnya terdapat layar yang mengkilap dan dikelilingi dengan pambatas material metal yang hampir mirip dari seri 9000. Sementara bagian belakang terbuat dari kombinasi plastik dan kaca. Tidak seperti pada bold 9000, Dakota hanya menutup sepertiga dari bagian belakang. Sayang untuk slot microSD tidak Hot Swap, sehingga Anda harus membuka baterai untuk mengambil kartu memorinya.


Di sisi kanan terdapat empat tombol. Tiga dari mereka menempel dengan fungsi atas dan bawah yang bertindak sebagai volume. Sedangkan tombol yang di tengah digunakan sebagai tombol pause saat Kita menyalakan media. Di bawahnya terdapat tombol convenience key. Sedangkan di sisi kiri dikhususkan port, yaitu port microUSB dan 3.5mm headphone.

Seperti pada BlackBerry Torch atau Onyx 2, Bold 9900 juga menggunakan kamera dengan resolusi yang sama dan menggunakan fitur yang sama dengan milik torch. Akan tetapi gambar yang diambil pada 9900 Bold pada resolusi maksimal sebenarnya sedikit lebih kecil yaitu
2560 x 1920 piksel, padahal Onyx 2 atau 9780 mampu menghasilkan ukuran foto maksimal 2592 x 1944 piksel.

Dengan kemampuan yang sama dengan Torch maka kualitas sudah bisa menebak bagaimana hasilnya. Apalagi didukung dengan layar beresolusi warna 16 juta maka tampilan foto yang dihasilkan menjadi lebih jernih.

Foto yang diambil dalam cahaya yang baik direproduksi dengan baik dan warna yang cukup representatif. Pada hasil di siang hari sangat bagus. Dalam gelap gulita, lampu LED-nya melakukan pekerjaan dengan baik, memilih gambar dari kegelapan lengkap, hasilnya cukup membantu objek yang akan diambil sehingga tidak menjadi gelap.

Saat merekam video Bold 9900 memiliki kemampuan yang cukup menggiurkan karena mampu merekam video berkualitas HD. Dengan kameranya 9900 mampu menghasilkan video dengan resolusi maksimal 1280 x 720 piksel/ 720p.


Selain menggunakan qwerty sebagai alat input, Bold 9900 memiliki kelebihan pada layar sentuhnya. Seperti milik Torch, Bold 9900 menggunakan layar jenis kapasitif
membuat pengguna sangat nyaman saat mengakses menu-menunya. Apalagi dukungan layar sangat responsif dan dukungan Sistem Operasi BlackBerry terbaru yaitu versi 7. Membuatnya, lebih canggih dari BlackBerry terdahulu.

OS versi 7 memiliki ikon yang lebih berwarna ketimbang versi terdahulunya dengan fitur lebih menjanjikan.
Menggunakan prosesor 1.2 GHz dengan RAM 768 MB, OS versi 7 dapat dijalankan dengan sempurna. Dengan peningkatan hardware sudah pasti berbuah ke peningkatan tampilan visual dan tampilan antarmuka yang memiliki grafis lebih baik.

Browser BlackBerry 7 telah diuji dan dibandingkan dengan rivalnya, melalui Torch yang mengunakan versi 5 dan Bold 9900 dengan versi 7-nya. Hasilnya juga cukup memuaskan. Dengan fitur Liquid Grafis maka proses rendering menjadi semakin cepat, RIM sendiri mengklaim browser OS 7 lebih cepat 1.6x dari OS 6, bahkan memiliki dukungan penuh untuk elemen HTML 5.
Pengguna OS BlackBerry 7 juga akan mendapatkan versi penuh dari Docs to Go dengan seluruh fungsi premiumnya. Dan tambahan dukungan NFC yang memungkinkan pembayaran secara langsung melalut HP (semacam dompet digital), sayangnya di Indonesia belum bisa digunakan.

Tidak hanya itu, trackpad yang berada tepat dibawah layar seakan tidak berguna sama sekali, karena Anda dapat dengan mudah memilih menu melalui layar.


Untuk dapat terkoneksi ke internet bold 9900 menggunakan jaringan maksimal HSDPA/HSUPA. Melalui paket BlackBerry servicenya pengguna dapat terkoneksi ke internet dengan mudah dan cepat apalagi dukungan browser versi terbaru. Tidak hanya itu Anda juga dapar terhubung pada Hospot Area melalui Wifi yang dimilikinya.

Untuk transfer atau backup data, Bluetooth dan slot MicroUSB siap dimanfaatkan untuk berbagi data antar perangkat. Tidak hanya itu fasilitas GPS sudah build-In di dalamnya sehingga dengan menggunakan peta BlackBerry Anda dapat bernavigasi, atau berbagi lokasi.

Agak aneh jika melihat spesifikasi 9900 Bold hanya dilengkapi dengan baterai 1230mAh. Ini berarti kurang dari 1300mAh yang sudah dimiliki 9800 Torch dan secara signifikan lebih kecil dari 1 500mAh yang datang dengan Bold 9000 dan Onyx 2.

Akan tetapi RIM mengklaim bahwa 0S7 lebih ramah akan baterai, tapi mungkin mereka lupa bahwa handset ini jugs dikemas dengan prosesor 1.2GHz dan itu pasti akan ber-efek pada baterai.

Kami membuktikannya dengan Bold 9900 kami miliki. Dalam keadaaan baterai penuh, kami menggunakannya standart dengan menerima dan mengirimkan beberapa pesan BBM dan 20 email yang diterima. Tidak hanya itu kami juga sampat menggunakannya untuk berfoto dan merekam video dan memutar beberapa musik dengan lama sekitar 45 menit melalui headphone dan menggunakannya untuk menelpon selama 30 menit melalui perangkat ini. Ditambah lagi browsing dengan menggunakan jaringan 3G /Wifi pada hari yang sama, kekuatan baterai langsung menyisakan 10 persen saja. Dengan pembuktian seperti ini Anda disarankan untuk selalu tetap membawa portable charger.
Selanjutnya...

BlackBerry Pearl 3G 9105, review Suretype, Sistem Operasi, Koneksi dan Media

Sebagai produk BlackBerry, Pearl 3G 91055 memiliki banyak hal yang ditawarkan, utamanya pada bidang disain dan tampilan (lihat review-nya). Namun sebagai ponsel biasa, dengan keypad biasa, maka harga yang ditawarkan rasanya terlalu mahal.
Penggunaan BlackBerry yang sebagian besar membutuhkan kecepatan mengetik alias texting belum bisa maksimal tanpa keyboard qwerty penuh. Namun jika Anda membutuhkan sebuah BlackBerry dengan tampilan yang unik, low profile, namun tetap elegan, 9105 adalah jawaban yang tepat.

Beberapa produk BlackBerry terakhir menyertakan teknologi Suretype dalam produknya. Terutama untuk produk-produk berlayar sentuh (ber-keyboard virtual), dan produk-produk yang tidak ber-keyboard qwerty fisik. Termasuk 9105 ini.
SureType adalah teknologi predictive input yang menyerupai fitur T9 pada ponsel-ponsel kebanyakan. Sayangnya, meski ada pilihan penggunaan, SureType kurang bermanfaat untuk input dalam Bahasa Indonesia, baik resmi maupun slang.

Bandingkan dengan predictive input milik iPhone 3Gs dan HTC Touch Pro misalnya. Selain memiliki kemampuan membangun kata-kata sendiri, ia juga mampu mengenali kata-kata yang sering digunakan, meski tidak dalam sistem bahasa default (English US/English UK).
Sejatinya, untuk input bahasa yang disokong (English, Francais, Deutsch, Italiano dan Espanol), SureType akan sangat membantu. Semisal kita ingin menulis "I Love You", maka kita tinggal tekan angka 4, 0, 5, 6, 8, 3, 0, 9, 6 dan 8, masing-masing sekali tekan.

Sistem Operasi
BlackBerry Pearl 3G 9105 menjalankan sistem operasi versi 5.0. Versi OS ini dikabarkan sudah siap di-upgrade ke versi 6.0. Namun untuk sementara, Anda harus puas dengan versi 5.0 ini. Sudah banyak hal yang positif di sini. Termasuk fitur penghemat daya yang sudah lebih baik dari versi sebelumnya.

Koneksi
Tak mau ketinggalan dengan saudara-saudaranya di seri Curve, Pearl pun ikut diperbarui dengan penambahan jaringan 3G HSDPA. Adalah Pearl 3G 9105 yang ada dites dan Pearl 3G 9100 (coming soon) akan mengawali revolusi Pearl di sisi jaringan tersebut. Apa yang berbeda? Anda akan merasakan peningkatan kecepatan ketika browsing dan mendownload aplikasi baru. Sementara untuk akses BlackBerry Messenger dan aplikasi chatting lain, hampir tidak ada perbedaan.

Demikian juga dengan WiFi. Kembali di Pearl 3G 9105, kita sudah bisa menggunakan fitur ini sebagai sarana koneksi alternatif, semisal untuk mengupgrade software secara online atau streaming video. Seperti yang diketahui bersama, menonton video streaming (sejatinya) membutuhkan biaya yang terpisah dari BIS. Jadi, jika ada jalur WiFi di daerah Anda, gunakan saja jalur ini untuk menonton video tersebut.
Atau Anda ingin mendownload file yang besarnya di atas 2.5 MB? Gunakan jalur WiFi, karena BIS akan membatasi besaran file untuk didownload hanya sekitar 2 mb-an saja.

Media
Meski tidak didukung layar lebar, ponsel ini tetap dipersenjatai fitur-fitur multimedia khas BlackBerry. Dalam folder Media, Anda akan menemukan semuanya, lengkap. Pemutar musik, video, picture, ringtones, voice notes, video camera dan voice note recorder.
Seluruhnya tidak mengalami penurunan performa ataupun tampilan jika dibandingkan milik BlackBerry lain yang ber-OS 5.0. Kemampuan yang setara ini ada di sisi player. Sementara di sisi tampilan, Blackberry Torch 9800 masih jauh lebih baik.

Jangan khawatir, walaupun secara fisik ponsel ini terbilang kecil, port audio stereo 3.5 mm masih dibawa. Masih cocok dengan headset favorit Anda.
Sebagai media penyimpanan, ponsel ini menyediakan slot MicroSD card di bagian dalam cover baterai namun tetap bersifat hotswap. Sayangnya, dalam paket penjualan, tidak ada MicroSD yang ditemukan. Namun secara teori, slot memori ini mampu menampung hingga 32 GB.

Ponsel ini memiliki pekerjaan yang amat berat. Tentu saja, karena ponsel akan selalu mencoba untuk terhubung dengan server guna mengupdate semua informasi terkait ponsel dan data-data pribadi Anda. Termasuk email, calender, facebook, Twitter dan sebagainya.

Kapasitas baterai 1150 mAh di perangkat lithium ion nampaknya sudah cukup mumpuni. Tapi dengan kemampuan yang dimiliki ponsel ini, jangan harap Anda bisa mendapatkan performa setara ponsel lain yang cenderung offline.


Lihat Review sebelumnya: Desain dan Display
Selanjutnya...

BlackBerry Pearl 3G 9105, review Desain dan Display

Anggapan bahwa perangkat BlackBerry selalu identik dengan keyboard qwerty nampaknya sudah tertanam di pikiran kita. Meskipun kita tahu, bahwa itu tidak sepenuhnya benar. Kalau kita ingat-ingat lagi, lineup Pearl BlackBerry kerap menampilkan disain yang 'nyeleneh', semisal clamshell dan termasuk menghilangkan keyboard qwerty standar mereka.

Namun di Pearl 9105, hilangnya tombol qwerty standar punya keistimewaan tersendiri. Pasalnya teknologi multitap yang diterapkan merupakan standar ponsel biasa alias yang biasa disebut alfanumerik.

Disain dan Display
BlackBerry Pearl 3G 9105 dibuat dengan disain ponsel kebanyakan. Bentuk yang cenderung candybar standar, juga dengan keypad yang sama dengan ponsel lain. Khusus untuk keypad, hal ini merupakan hal baru yang bisa ditemui dalam perangkat BlackBerry. Bandingkan keyboard Pearl lawas dengan Pearl 3G 9105 di bawah ini.

Multitap adalah dimana satu tombol berfungsi untuk banyak karakter (huruf). Gambar sebelah kanan adalah susunan keypad Pearl lawas (termasuk Pearl 3G 9100 yang baru keluar), yang memperlihatkan susunan keypad multitap namun dengan susunan huruf tetap mengacu pada keyboard qwerty.
Sementara gambar kiri adalah susunan keypad Pearl 3G 9105. Bisakah Anda melihat perbedaannya? Iya, keypad pada Pearl 3G 9105 disusun mirip dengan standar keypad alfanumerik ponsel kebanyakan. Dimana angka 2 mewakili huruf abc dan seterusnya. Beberapa modifikasi dilakukan pada kedua ujung kanan dan kiri baris terakhir, dengan menambhakan tombol back di sisi kiri dan tombol enter di sisi kanan.

Menurut pengalaman, keypad multitap dengan susunan qwerty memberikan rasa kurang nyaman ketika mengetik cepat. Meskipun telah terbiasa dengan susunan keyboard qwerty. Sementara dengan keypad Pearl 3G 9105 baru, kenyamanan itu sangat mudah didapat karena sebelum mengenal ponsel ber-keyboard qwerty kita sudah lebih dulu mengenal susunan keypad seperti itu.

Masalahnya, perangkat BlackBerry lebih banyak digunakan untuk 'mengetik'. Dengan layanan internet BlackBerry yang memungkinkan kita mengakses situs tanpa batas, ber-Twitter, ber-BBM (blackBerry Messenger), ber-YM (Yahoo! Messenger), ber-Facebook dan ber-jaringan sosial lainnya, kadang membutuhkan akses mengetik cepat. Dan keypad standar ponsel seperti ini kurang mampu menyediakannya. Artinya, jika dibandingkan Pearl ber-keypad multitap lain, Pearl 3G 9105 masih lebih baik. Namun jika dibandingkan dengan BlackBerry berqwerty penuh, maka ponsel ini kurang maksimal.

Sarana navigasi ponsel ini sudah mengikuti tren produk BlackBerry terkini, yaitu dengan menggunakan Trackpad. Lebih minim perawatan ketimbang trackball, tentunya.
Bentuk keypad dibuat khas layaknya Pearl terdahulu dengan efek huruf V, dimana kolom tengah lebih rendah dari dua kolom yang mengapitnya. Sementara bahan plastik keras nan glossy yang membalut tombol-tombol ini tidak memberikan kesulitan berarti saat menggunakannya untuk mengetik.

Dilihat sepintas saja, ponsel ini memancarkan kemewahan. Pewarnaan dengan gradasi di sisi depan, layar portrait yang cukup lebar dan efek metal pada penutup baterai di bagian belakang sudah cukup membuatnya tampil elegan. Tak kalah jika harus disandingkan dengan ponsel candybar milik vendor-vendor Asia yang biasanya unggul di sisi ini.

Seperti halnya keluarga BlackBerry Storm dan BlackBerry Torch, tampilan default menu-menu Pearl 3G 9105 diposisikan portrait, alias vertikal. Tidak banyak berpengaruh untuk kegiatan bertelepon dan mengirimkan pesan. Namun cukup mengganggu ketika digunakan untuk browsing.
Beruntung, meski ukuran layar tidak besar, resolusi yang dibawanya mencapai 360 x 400 pixel. Cukup tinggi. Baik saat menampilkan foto, video maupun image pada situs-situs web.

Lihat Review selanjutnya: Suretype, Sistem Operasi, Koneksi dan Media.
Selanjutnya...

BlackBerry Torch 9800, review Internet, Media, Kamera, Baterai dan Memori

BlackBerry Torch 9800 sukses menjadi produk perdana untuk beberapa hal sekaligus, Slider ber interface ganda, dan penggunaan OS6. Lihat review bagian pertama, Desain dan Sistem Operasi. Dari dua hal tersebut, anda akan banyak mendapatkan hal.
Interface ganda akan membuat anda memiliki banyak pilihan ketika bertelepon, sementara OS6 akan membawa anda ke dimensi Blackberry anyar yang lebih cantik di sisi disain dan lebih multimedia di sisi fitur.

Internet
Seperti yang sudah disebutkan di atas, browser termasuk salah satu aplikasi yang dibenahi. Tampilannya tidak lagi sekaku browser yang ada di versi 5. Bahkan dengan layar sentuh kapasitif, maka melakukan browsing bisa lebih nyaman dari biasanya.

Tampilan flash terlihat semakin nge-desktop banget. Tampilan situs web di layar ponsel sudah semakin setara dengan layar komputer desktop. Dengan dukungan fitur multitouch, kita pun bisa browsing dengan lebih baik. Seperti menggunakan browser Safari di iPhone, kita bisa mencubit layar untuk memperbesar tampilan dan sebaliknya. Tanpa harus takut salah pencet lagi.

Sebagai anggota seri 9 teranyar, rupanya Torch juga menyediakan jalur data berkecepatan tinggi. Sudah ada HSDPA dan WiFi n di perangkat ini. Sementara untuk berkirim fife ke sesama perangkat, ada Bluetooth EDR 2.1 +, serta konektor microUSB.

Media
Hadirnya dua interface ini semakin mengokohkan arah perkembangan perangkat BlackBerry. Seperti yang telah kita maklumi, BlackBerry ingin lepas dari bayang-bayang anggapan 'kaku' karena selama ini perangkat tersebut lebih digunakan untuk berbisnis.

Sejak hadirnya keluarga Storm, BlackBery sudah mulai menantang keberadaan ponsel sentuh fenomenal buatan Apple- iPhone. Termasuk dukungan media player yang semakin `eye candy'.

Nah, di Media versi 6 teranyarnya ini, kembali mereka menampilkan yang terbaik. Meski beberapa hanya sebatas tampilan saja. Semisal tampilan ala cover flow iTunes. Dimana kita bisa mengontrol musik-yang dimainkan hanya dengan menggeser album art masing-masing file yang berputar seperti dalam sebuah Jukebox.

Kamera
Fitur kamera juga merupakan satu dari sekian hal yang ditingkatkan. Resolusi maksimal yang bisa ditangkap adalah 5 megapixel. Dengan fitur autofokus dan sejumlah scene yang sudah mengatami peningkatan dibanding kamera terdahulu.

Hasilnya lumayan, meski kadang-kadang untuk pemotretan jarak dekat, lampu kilat bawaan masih terlalu terang sehingga menghasilkan gambar yang tidak maksimat. Sementara untuk outdoor, hasilnya memuaskan. Obyek foto terlihat detil, meski dengan bukaan lebar, artinya obyek yeng terletak di pinggir area foto pun terlihat detil.


Baterai
Torch 9800 membawa baterai Li-ion berkapasitas 1300 mAh. Dengan banyak kemampuan dan integrasi internet yang bertangsung secara kontinyu semestinya besaran baterai segini belum mampu mendukung secara maksimat. Khas BlackBerry!
Tapi dengan OS anyar, rasanya ada sedikit penghematan sehingga anda tidak harus banyak melakukan charging.

Memori
Sayangnya, seperti biasa, BlackBerry hanya menyediakan memori yang terbatas untuk instalasi aplikasi tambahan dan pihak ketiga. Di Torch 9800, memori untuk keperluan itu hanya disediakan 512 MB. Sementara untuk penyimpanan file multimedia, Torch menyediakan memori internal sebesar 4 GB. Ditambah slot MicroSD dengan MicroSD bawaan 4GB dan kapasitas maksimum hingga 32 GB.


Lihat bagian pertama BlackBerry Torch 9800, review Desain dan Sistem Operasi

Selanjutnya...

BlackBerry Torch 9800, review Desain dan Sistem Operasi

Berat nian tanggung jawab yang diberikan kepada Torch 9800. Selain digarap sebagai ponsel Blackberry pertama yang mengusung dua interface, sentuh dan qwerty fisik standar, ia pun dijejali OS anyar yang mungkin butuh penyesuaian penggunanya.
Lalu apakah ini sebuah blunder BlackBerry, karena sejak dulu, kalangan pengguna ponsel sudah terbagi menjadi dua kubu. Pecinta layar sentuh dan pecinta keyboard fisik. Belakangan ini hal tersebut dirasakan juga pada pengguna BlackBerry. Torch bisa digadang mampu menyatukan dua fanatik tersebut.
Meski tidak 100% tepat, BlackBerry Torch 9800 bisa disebut perpaduan antara keluarga Storm dan keluarga Bold. Pasalnya ponsel berdisain slider ini menyajikan dua interface berbeda, layar sentuh dan keyboard qwerty.

Disain
Saat slider tertutup, ponsel ini sangat mirip dengan keluarga Storm. Dimana layar akan berubah posisi mengunakan akselerometer. Pembedanya hanya terletak pada jenis layar yang tidak lagi menggunakan teknologi Surepress. Ada positif dan negatifnya nih. Positifnya, ketika kita menggunakan layar sentuh thok, maka layar tidak lagi bergoyang-goyang seperti Surepress. Negatifnya, tingkat akurasi layar sentuh jadi tidak se-presisi Surepress.


Beruntung Torch 9800 juga membawa keyboard qwerty yang disembunyikan di bagian 'laci' slidernya. Untuk penggunaan yang membutuhkan akurasi tingkat tinggi, semisal mengetik sms dan email, maka gunakan keyboard ini.

Letak keyboard qwerty rasanya memang agak terlalu menjorok ke dalam. Masuk akal sih, dengan bobot yang cukup berat, posisi keyboard yang terlalu dalam akan memperkokoh pegangan saat kita mengetik dengan dua ibu jari. Satu hingga sepuluh menit mencoba, maka anda akan terbiasa.

Di bawah layar sentuh, kita bisa menemukan sejumlah tombol standar BlackBerry. Tombol call, tombol BlackBerry, Trackpad, tombol Back dan End. Menariknya, sudah tidak ada tombol convenience left yang biasanya digunakan sebagai shortcut untuk voice recognition. Kini tinggal tombol convenience kanan yang secara default masih diberikan tanggung jawab sebagai shortcut kamera.

Sistem Operasi
Banyak perubahan yang dapat dirasakan di OS teranyar BlackBerry ini. Sebagian besar memang terletak pada tampilan. Sebagian yang lain pada susunan menu dan settingan yang mungkin akan membingungkan pengguna lawas.

Hal pertama yang bisa dirasakan adalah bahwasannya kita tidak lagi bisa membuka menu utama hanya dengan menekan tombol BlackBerry. Deret menu akan tersimpan pada area drop down (atau pop up?) layaknya menu pada Android. Jadi, yang ada hanyalah pilihan "open tray" atau menggeser tanda panah di bagian dasar home screen ke atas.

Interface Menu Utama pun terpisah sesuai dengan kategorinya. Terlihat seperti halaman-halaman widget Android yang bisa digeser ke kanan dan ke kiri. Pengelompokan secara default adai multimedia, Downloads, dan favorite, tempat dimana kita bisa meletakkan menu-menu penting yang sering diakses.

Hampir semua aplikasi bawaan BlackBerry, yang termasuk Core maupun Add-on sudah menggunakan versi anyar. Semuanya sudah menggunakan embel-embel v6.0 sekian, kecuali BlackBerry Messenger. Namun yang disebut terakhir ini tetap dengan tampilan yang segar loh.

Menariknya, Sistem operasi anyar ini memungkinkan kita me-review jumlah memori yang digunakan, proses apa saja yang sedang berjalan dan sebagainya lewat satu fitur bawaan. Tanpa menggunakan trigger (kombinasi keyboard) untuk memunculkannya. Dengan demikian anda bisa berhitung, aplikasi apa saja yang perlu diinstal dan aplikasi mana yang rasanya sudah harus dihapus dari ponsel.

Selanjutnya BlackBerry Torch 9800, review Internet, Media, Kamera, Baterai dan Memori

Selanjutnya...

Langganan Artikel GRATIS

Tulis alamat email di kotak, lalu tekan Subscribe, ikuti petunjuk selanjutnya:

Delivered by FeedBurner

Followers

Blog Direktori

Mobile Phone Blogs - BlogCatalog Blog Directory Directory of Gadgets Blogs Add to Technorati Favorites blog-indonesia.com

Kategori

·         Advertorial

·         Android

·         Android GingerBread

·         Aplikasi Ponsel

·         Apple

·         Audio Video MP3

·         Berita

·         Beyond

·         Blackberry

·         Blackberry Playbook

·         CDMA

·         Compare

·         Download

·         e-Mail

·         Gadget

·         Games Java

·         Games Symbian

·         HTC

·         Huawei

·         IMO

·         Install _ Un-install

·         Internet GPRS

·         iPad 2

·         iPhone

·         Kamera_Video

·         Layar Sentuh

·         LG

·         Motorola

·         Nokia

·         PC Tablet

·         PC_Software

·         PDA/PPC/O2

·         Ponsel Java

·         Proteksi Security

·         Pustaka

·         Qwerty

·         Review

·         S60v5

·         Samsung

·         Service Ponsel

·         Slide Geser

·         Sony Ericsson

·         Symbian Anna

·         Symbian Belle

·         Symbian S60 v3

·         Symbian S60 v5

·         Symbian S60v2

·         Symbian^3

·         Symbian_s60v3

·         Symbian_SE_UIQ2

·         Symbian_SE_UIQ3

·         Tips Tricks

·         Tutorial

·         Virus Symbian

·         ZTE

Arsip Artikel

 
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]