Advan Vandroid S5D, Quadcore sejutaan
Selanjutnya...
Dgtel 718, tablet lokal murah 7 inch
Menjamurnya Tablet PC merk lokal di pasaran tanah air, membuat pilihan konsumen makin beragam. Namun yang pasti, kebanyakan tablet tersebut menawarkan banderolan harga yang cukup terjangkau. Salah satunya adalah DGtel 718 ini.
Tablet berlayar 7 inci ini dibanderol sekitar Rp 800 ribuan. Kira-kira, fasilitas apa saja yang ditawarkan? Berikut ulasannya.
Memiliki tampilan seperti kebanyakan tablet lokal. Berbentuk empat persegi dengan dimensi 198,5x127x16.8 mm. Tablet dengan balutan warna hitam kombinasi metalik, dan didukung layar sentuh 7 inchi TFT Resistive WVGA wide screen 800 x 480 piksel, 16:9 dengan kemampuan 2 point multi touch screen.
Tablet ini didukung prosesor WM 8650 high performance 800 MHz, CPU 400 MHZ DSP. Dengan memori internal 256MB RAM dan 4GB ROM, plus memori ekspansi jenis microSD up to 32GB. Untuk menghemat memori dan pemakaian prosesor, sebaiknya aplikasi yang tidak diperlukan ditutup melalui task manager. Soal fitur, tablet ini tergolong standar. Sama seperti tablet Android lokal kebanyakan yang masih menggunakan versi 2.2 Froyo.
Menariknya, di DGtel 718 ini sudah ditanamkan Android Market resmi milik Google selain App Market pihak ketiga (Market Android asal Cina). Artinya, pengguna dapat mendownload ribuan game atau aplikasi gratis dan menginstalnya ke tablet ini.
Selain itu, dengan hadirnya G-sensor 4 arah dapat memudahkan anda untuk melihat dalam format vertikal atau horizontal. Ditambah lagi, dukungan WMtWeather dan live wallpaper membuat interface utamanya terlihat lebih menarik.
Tablet ini juga dilengkapi kamera VGA, video recorder, audio/video player dengan kualitas yang tentunya standar dan lumayan baik.
Untuk berinternet ria tersedia browser bawaan yang mendukung HTML. Tampilan halaman browser dapat di zoom beberapa kali untuk dapat melihat dengan lebih jelas. Karena gadget ini merupakan tablet, anda dapat menggunakan pilihan tampilan classic seperti yang terlihat di PC/laptop atau menggunakan versi mobile layaknya di ponsel.
Jika tidak dalam jangkauan 'hot spot' WiFi, tetap bisa terkoneksi dengan dunia maya melalui port yang terkoneksi dengan modem 3G USB Stick via converter khusus (dongle). Atau, bisa juga menggunakan ethernet alias LAN yang biasanya digunakan di PC.
Kesimpulan
DGtel 718 merupakan tablet Android Froyo yang dapat dijadikan pilihan alternatif tablet murah. Apalagi, sudah didukung dengan Android Market resmi Google selain App Market pihak ketiga.
Selanjutnya...
IMO G68
Tidak hanya gencar menelurkan tablet yang sempat booming beberapa bulan yang lalu, IMO kembali berhasrat mengulang pamor ponsel game ke tanah air dengan meluncurkan IMO G68. Memiliki konsep disain ala PlayStation, mampukah mencuri hati penikmat ponsel game di tanah air?
Seperti pada ponsel game pada umumnya, G68 dilengkapi dengan fitur NES game dan didesain layaknya joystick sama halnya pendahulunya, IMO W8800 dan IMO P800. Sekilas saat anda melihat tampilan bodi, segera akan teringat konsep disain Nokia N-Gage yang telah menyematkan tombol akses game layaknya stick PlayStation. Bentuk membulat (rounding)-nya mengadopsi konsep disain Nokia N-Gage. IMO G68 tidak menyertakan keypad alfanumerik konvensional. Sebagai gantinya, IMO membenamkan layar sentuh resistif berukuran 2.4 inci y.ng memuat papan ketik virtual di dalamnya.
Tombol tambahan yang disediakan diantaranya call (SIM 1 dan SIM 2), End call, Softkey serta tombol shortcut fitur game. IMO G68 memiliki dimensi yang berbentuk oval dengan balutan warna hitam dan biru membuatnya tampil menarik dibungkus dengan bahan plastik dan disain artistik membuat ponsel game ini nyaman di genggaman.
Ber-platform MStar 8532, tampilan homescreen tak berbeda jauh dengan ponsel lokal lainnya. Terdapat indikator jaringan, batere, tanggal dan jam. Beragam wallpaper dapat dipersonalisasikan di setting display. Masuk ke halaman menu, terdapat jajaran ikon menu yang tersaji rapi, grid dan minim grafis yang rumit. Untuk memilih beragam menu yang ditampilkan, anda dapat menggunakan layar sentuh yang cukup respon untuk menggeser kiri, kanan, atas bawah, namun belum multi touch.
Soal game, IMO G68 didukung NES game yang ditanamkan ke kartu microSD. Kalaupun tak digratiskan dalam paket penjualannya, anda bisa mengunduhnya dari Internet, dan menyimpan ROM NES game tersebut ke kartu microSD. Beragam permainan seperti Mario Bros, Zelda hingga games bergenre perang dapat anda temui di dalamnya. Visual game tidak berbeda jauh dengan IMO seri pendahulunya, yakni IMO P800 dan IMO W8800. Beragam tombol fungsi game layaknya PSP menambah kesan tersendiri buat anda. Terutama saat memainkan game di dalamnya. Ada tombol shoot, arah kiri-kanan, atas bawah melompat, hingga adjust button untuk play/stop.
Di sektor hiburan audio, dilengkapi dengan MP3 player. Dukungan lubang speaker yang wide, alias sangat besar pada bagian belakang ponsel, menjadikan kualitas semburan audio yang diputar di ponsel ini nyaring dan bertenaga. Tidak banyak perubahan yang terjadi saat anda melakukan enhancement musik di dalamnya, baik melalui headset maupun loudspeaker.
Sedangkan untuk keperluan transfer file, ponsel ber platform MStar 8532 ini bisa memanfaatkan Bluetooth serta kabel data yang telah disediakan dalam paket penjualan. Saat diuji coba mentransfer data berformat jpeg berbobot 49kb ke BlackBerry Javelin, hanya memangkas waktu 12 detik saja.
Selain menjagokan fitur game yang sesuai dengan disainnya, IMO G68 pun masih dibekali TV Analog yang mengandalkan antena yang built in di bodi ponsel. Kualitas tangkapan gambarnya cukup jernih dan tidak berbintik, akan tetapi anda harus juga aktif memposisikan antena ke tangkapan yang terbaik. Tampilan TV Analognya bisa ditampilkan secara full screen.
IMO G68 dilengkapi kamera 1.3 MP pada kamera utama, sementara di bagian depan tidak terdapat kamera. Kualitas jepretafi indoor-nya masih terlihat berbintik dan anda harus pandai- pandai mengatur besaran EV. Sedangkan pada jepretan outdoor, -kualitasnya sedikit baik, dengan hasil gambar yang natural. Alihkan fungsi kamera sebagai perekam objek bergerak. Bicara kualitas, sayangnya masih terlihat patah- patah dan terdapat jeda.
Ponsel dual on GSM ini menyediakan kanal data via GPRS dan browser WAP. Saat diuji coba membuka halaman web membutuhkan waktu 25 detik untuk menampilkan homepage.
Selanjutnya...
K-Touch W700 Lotus
Manisnya penjualan perangkat berbasis Android ternyata tidak hanya dimanfaatkan oleh vendor Cina dengan meluncurkan ponsel Android low-end. Buktinya, K-Touch sebagai salah satu vendor asal negeri tirai bambu berani mengambil terobosan dengan memasarkan ponsel Android hi-end dengan bekal prosesor ganda. Salah satunya adalah K-Touch W700 Lotus yang dapat anda temui di pasaran domestik pada pertengahan Desember kemarin. ponsel yang secara resmi mulai diperkenalkan kepada publik tanah air pada awal 2012 ini selain telah mengusung spesifikasi tinggi ternyata juga dijual dengan harga yang sangat murah.
Disain

Berbalut casing full plastik, W700 hadir dengan model full touchscreen yang dipercantik dengan aksen glossy di sekujur bedinya. Dengan bobot 150 gram, W700 terasa lebih berat jika dibandingkan dengan LG Optimus 2X yang sama-sama mengusung prosesor dual core. Di bagian atas ponsel bertengger port audio yang berdampingan dengan port micro USB. Peletakan micro USB pada bagian atas memang terasa agak aneh karena tak seperti lazimnya ponsel lain yang meletakkannya pada bagian bawah sehingga memudahkan anda saat akan mengisi ulang daya baterai.

Pada samping kanan bodi, K-Touch meletakkan tombol power yang juga berfungsi sebagai tombol lock. Sedangkan di sisi kiri bodi W700 hanya terdapat tombol pengatur volume. Sementara itu, tepat di bawah layar luasnya, diletakkan 3 buah tombol sensitif menu, home dan back. Di atas layarnya, anda akan menemukan lubang kamera depan yang berdampingan dengan speakerphone dan sensor gyroscope.


Layar dan OS
Layaknya ponsel Android lainnya, hadir dengan panel sentuh yang cukup lebar. Layar selebar 3,8 inchinya terasa sangat responsif dalam menanggapi input sentuhan jari. Selain telah berkarakter kapasitif dengan kemampuan multitouch, pada layar juga telah sanggup menyuguhkan gambar dengan kekayaan warna hingga mencapai 16 juta.
Sayangnya kelebihan dari segi layar tidak diimbangi dengan pembekalan OS Android terbaru. Masih dengan bekal OS Android 2.2 Froyo, menawarkan tampilan antarmuka yang sudah dikustomisasi dari tampilan standar Froyo.
Tampilan homescreen terdiri dari 5 buah halaman yang dapat anda geser ke samping untuk melakukan perpindahan halaman. Memasuki halaman menu, anda disuguhi dengan ragam ikon yang disusun dalam format grid horisontal. Anda tinggal geser ke samping untuk berpindah halaman.
Hadir dengan OS terbuka, telah dibekali juga dengan fitur khas Android seperti Android Market, Google Search, Google Maps, Youtube dan Gmail. Dalam W700, K-Touch juga telah menanamkan aplikasi Polaris View, News & Weather, Notepad serta Compass. Untuk keyboard virtual, sudah menggunakan TouchPal Keyboard yang sangat mudah untuk dioperasikan.
Multimedia
Bermain di kelas Hi-end, W700 membenamkan kamera dengan resolusi besar 5 megapiksel yang telah dibekali dengan fitur autofokus. Tak ketinggalan, juga telah melengkapi dengan setting tambahan seperti exposure, color effect, white balance, antibanding dan zoom. Sayang sekali ponsel ini belum dibekali dengan lampu flash sehingga untuk pengambilan gambar indoor sangat bergantung pada kondisi cahaya di ruangan bersangkutan.
Sementara di sektor rekam gerak, anda akan terpuaskan dengan bekal kamera yang telah mendukung perekaman sekelas HD 720p dengan framerate sebesar 30fps. Hasil rekam disimpan dengan menggunakan codec H264 dalam format 3gp.
Di sektor audio, telah dibekali dengan audio player yang secara otomatis akan mendeteksi lagu yang tersimpan dalam memori internal dan eksternal ke dalam tiga kategori. Ketiga kategori tersebut adalah judul lagu, nama penyanyi dan nama album. Suara yang dihasilkan cukup bulat dan terdengar jernih meski belum dilengkapi dengan equalizer. Agar semakin mantap, anda dapat mencolokkan headset yang telah disertakan.
Disektor Video, W700 dapat memainkan dengan mulus video beresolusi HD 720p dalam format mp4 dan 3gp. Jika anda ingin memutar video dalam format lain, anda dapat memanfaatkan Android Market untuk mendapatkan aplikasi pemutar eksternal.
Hardware
Untuk menopang kinerjanya sebagai ponsel pintar, K-Touch membekali dengan prosesor Nvidia Tegra 2 dual core berkecepatan 1 GHz. Agar performanya semakin ngebut, juga melengkapi dengan RAM sebesar 512MB.
Sektor memori, anda dapat memanfaatkan memort internal sebesar 6GB yang disediakannya. Jika anda ingin menambahkan kapasitasnya, anda dapat menyisipkan kartu microSD hingga besaran maksimal 32GB. Untuk mendukung kebutuhan daya, K-Touch membekalinya dengan baterai Li- Ion berkapasitas 1.500mAh.
Internet
Untuk mendukung fungsinya sebagai ponsel pintar, K-Touch telah melengkapi W700 dengan koneksi HSDPA 14,4Mbps dan Wi¬Fi 80211 b/g/n receiver. Untuk mendukung aktivitas jelajah di dunia maya, juga sudah dilengkapi dengan browser HTML Android yang dapat membuka 8 buah jendela sekaligus serta telah mendukung flash player.
Juga tak ketinggalan fitur mobile hotspot yang memungkinkan anda membagikan koneksi internet dari operator seluler yang anda pakai. Dalam paket penjualannya, juga sudah disertakan kartu perdana XL dengan bonus paket internet unlimited gratis selama 3 bulan. anda juga dapat mengakses Internet dalam area hotspot dengan memanfaatkan Wi-Fi. Akan tetapi koneksi Wi-Fi pada unit yang kami uji tidak berjalan dengan stabil dikarenakan koneksi akan secara otomatis terputus jika selama jangka waktu tertentu tidak digunakan.
Agar anda dapat mempertahankan koneksi Wi-Fi ke hotspot, anda harus melakukan pengaturan screen timeout terlebih dulu. Hal ini perlu untuk dilakukan, karena pada saat layar mati koneksi Wi-Fi juga akan terputus secara otomatis. Silakan masuk ke setting lalu display dan masuk ke screen timeout untuk melakukan pengaturan ke tingkat maksimal.
Untuk konektivitas internalnya, anda dapat memanfaatkan Bluetooth dan kabel data. Sayang sekali meski telah dibekali dengan prosesor berinti ganda, lagi-lagi fitur berbagi data melalui DLNA dan HDMI harus alpa dalam smartphone ini.
Hasil test benchmark dengan menggunakan Quadrant Standard Edition berhasil mendapatkan skor 2070. Sementara ketika diuji performanya dengan Antutu Benchmark berhasil memperoleh skor yang cukup tinggi yaitu di angka 5162. Perolehan skor benchmark W700 bahkan telah mengungguli HTC Evo 3D dan Tablet Amazon Kindle Fire. Dan i grafik skor dapat dilihat juga bahwa W700 ternyata hanya terpaut tipis dengan skor yang dihasilkan oleh LG Optimus 2X.
Kesimpulan
Bermain di kelas atas dengan membawa segudang fitur lengkap serta kinerja yang sangat cepat dan ringan dalam menjalankan semua beban aplikasi yang terpasang. Jika melirik dari harganya yang hanya di banderol dua jutaan, anda sudah bisa mendapatkan ponsel Android dengan prosesor dual core serta berkemampuan rekam video HD. Namun begitu, absennya lampu flash serta koneksi Wi-Fi yang terkadang tiba-tiba putus saat layar mati pada W700 juga menjadi poin minus tersendiri.
Selanjutnya...
Axioo Vigo 350
Di kenal sebagai vendor komputer lokal, Axioo mencoba melebarkan sayap dengan merilis ponsel canggih berbasis Android. Untuk membedakan produk besutannya dengan ponsel Android besutan vendor lain, Axioo telah mempercantik tampilannya dengan smart switch scene. Tidak seperti ponsel lokal lainnya, ponsel bertajuk Vigo 350 ini memiliki 3 opsi tampilan homescreen yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Lalu bagaimana dengan performa ponsel dual SIM ini? Simak ulasan berikut.
Berbalut casing yang berbahan plastik, Axioo Vigo 350 mengusung kesan yang mewah dengan sentuhan warna khas metal. Mengambil desain full touchscreen, Axioo menempatkan empat tombol sentuh sensitif tepat di bawah layar sentuh 3,5 inchi yang dimilikinya. Tepat di pojok kanan bodi depan tercetak logo Axioo. Sementara di bagian atas bersanding tombol power yang juga berfungsi untuk mengunci layar serta lubang jack headset 3,5mm. Pada samping kanan ponsel hadir tombol pengatur volume.
Sedangkan di samping kiri, Anda dapat menggunakan port microUSB yang dimilikinya untuk mengisi ulang baterai atau menghubungkannya dengan PC. Nah pada bagian belakang, Anda akan mendapati kamera beresolusi 5 megapiksel tanpa lampu flash dan logo Axioo beserta lubang speaker pada bagian paling bawah.
Meski tidak terdapat tombol fisik yang membedakan panggilan dengan SIM 1 dan SIM 2, namun Anda akan diminta untuk memilih SIM yang akan digunakan. Anda juga dapat menerima panggilan masuk untuk keduanya kapan saja tanpa melakukan pengaturan apapun.
Sayang antara slot SIM pertama dan kedua tidak memiliki kemampuan yang sama dalam koneksi internet. SIM 1 mampu menjelajah internet melalu jaringan 3G/HSDPA sementara SIM 2 hanya mampu mengadopsi jaringan 2G/GPRS/EDGE.
Bermain di kelas menengah, Vigo 350 membenamkon kamera dengan resolusi besar 5 megapiksel yang telah dibekali dengan fitur geotagging, smile detection dan face recognition. Sementara di sektor rekam gerak, telah mendukung perekaman video sekelas VGA. Hasil rekam dapat dipilih untuk disimpan dengan menggunakan codec MPEG4, H263 atau H264.
Layaknya ponsel Android lainnya, hadir dengan bodi full touchscreen berpenampang luas. Meski telah menggunakan layar berteknologi kapasitif, responsnya terhadap sentuhan terasa agak lambat. Layar 3,5 inchi milik Vigo 350 yang hanya sanggup menyuguhkan 256 ribu ragam warna tentu akan terasa sangat kurang jika dibandingkan dengan banderol harganya yang cukup tinggi.
Kekurangan dari segi layar yang Anda alami akan sedikit terobati dengan kustomisasi homescreen yang dihadirkan oleh Axioo. Tersedia tiga pilihan tampilan homescreen yang dapat Anda akses melalui tombol menu->latar. Ketiga homescreen tersebut adalah beranda, bisnis dan hiburan yang masing-masing menyajikan lima halaman yang telah dioptimalkan untuk kebutuhan Anda sehari¬hari. Anda dapat mengatur penggantian latar homescreen tersebut secara otomatis berdasarkan pada lokasi maupun waktu.
Selain dapat berganti secara otomatis, Anda juga dapat menggantinya secara manual. Satu lagi kelebihan dari homescreen yang disuguhkan oleh Vigo 350 ini adalah hadirnya tombol kontrol musik saat layar dalam posisi terkunci sehingga Anda dapat berpindah lagu, mematikan musik player atau mengatur volume tanpa perlu repot membuka layar yang terkunci.
Masuk ke menu, Anda akan disambut dengan tampilan standar Android berupa ikon-ikon menu yang diatur dalam format grid vertikal. Untuk menjelajah menu, Anda harus menggeser layar ke bawah atau ke atas dengan menggunakan jari.
Untuk mengaktifkan "Smart' Switch Scene", Anda cukup sentuh tombol menu kemudian pilih "scene". Selanjutnya, Anda akan diminta untuk menentukan persyaratan dalam mengaktifkan penggantian "scene" secara otomatis balk dengan basis lokasi ataupun waktu.
Hadir dengan OS Android 2.2, telah dibekali juga dengan fitur khas Android seperti Android Market, Google Search, Google Maps, Youtube dan Gmail. Semua Iayanan Google yang terpasang telah mendapat sertifikasi resmi dari Google.
Dalam Vigo 350, Axioo juga telah menanamkan aplikasi Documents To Go, MuVee Video Editor, Myriad UPnP, Nero backup & restore, Nero Mobile Sync News and Weather dan Facebook. Dengan Documents To Go, Anda dapat membaca file word, excel, power point dan pdf. Sementara dengan MuVee Video Editor, Anda dapat mengedit video yang disimpan dalam ponsel atau memori eksternal. Sedangkan aplikasi Nero Backup & Restore serta Nero Mobile Sync dapat Anda gunakan untuk melakukan sinkronisasi dengan PC.
Untuk mendukung fungsinya sebagai ponsel pintar, Axioo telah melengkapi SIM 1 pada Vigo dengan koneksi HSDPA dan Wi-Fi 80211 b/g/n receiver. Sementara untuk SIM 2 hanya mengandalkan jaringan GPRS/EDGE untuk tersambung ke dunia maya.
Untuk mendukung aktivitas jelajah di dunia maya, Vigo juga sudah dilengkapi dengan browser HTML Android yang sayang sekali belum mendukung flash player. Untuk konektivitas internalnya, Anda dapat memanfaatkan Bluetooth dan kabel data.
Hasil test benchmark dengan menggunakan Quadrant Standard Edition berhasil mendapatkan skor 724, berada diatas Nexus One namun masih kalah dari Galaxy S. Sementara ketika diuji performanya dengan Antutu Benchmark berhasil memperoleh skor yang cukup tinggi yaitu di kisaran angka 1329. Perolehan skor benchmark Vigo 350 sedikit lebih tinggi dari Nexus One dan berkebalikan dari hasil benchmark dengan menggunakan Quadrant, Vigo 350 justru kalah dari Nexus One.
Bermain di kelas menengah, Vigo 350 membawa segudang fitur lengkap dengan kinerja yang sangat mumpuni. Kamera sebesar 5 megapiksel serta kapasitas RAM 512MB adalah sederet kelebihan yang dimiliki oleh ponsel yang dilepas dengan harga sekitar 2,3 juta ini. Dengan kisaran harga segitu, Axioo harus siap bersaing dengan produk keluaran vendor kelas global seperti Samsung Galaxy Ace dan Sony Ericsson Xperia Mini.
Selanjutnya...
Compare: Huawei U8300 vs Motorola Charm
Kini ponsel dengan kemampuan input ganda yakni qwerty + touchscreen makin diminati oleh pasar. Kecenderungan pasar tersebut direspon baik dengan beberapa vendor branded yang menggelontorkan jawara mereka dengan moda tersebut. Selain unggul di sektor keleluasaan penggunaan terutama untuk messaging, disain yang unik, antarmuka ponsel yang Iebih interaktif, adalah beberapa kelebihan dari ponsel TouchType. Kali ini kami akan mengkomparasi Motorola Charm dan Huawei U8300. Sama-sama bekerja dengan OS Android Eclair dan TouchType. Who' s the winner?
Kesan apik dan stylish akan segera tergambar saat Kita menggenggam kedua ponsel ini. Sebagai ponsel yang menjalankan OS Android, Huawei U8300 dan Motorola Charm, kedua ponsel ini tampil sejatinya smartphone. Tampilan kedua ponsel menyeruak pada kategori smartphone community, hal itu terlihat dari tampilannya yang menunjang full keypad, dengan dimensi layar yang luas.
Kedua ponsel terasa erat dan pas saat masuk telapak tangan Kita, hal itu dikarenakan material casing ponsel yang terbuat dari plastik yang dikombinasikan dengan gestur karet halus pada permukaan casingnya. Hanya bedanya, pada Huawei U8300 pemilihan warna cerah pada casingnya memberika identitas muda pada penggunanya.
Pada bagian depan Motorola Charm, dijejali oleh jajaran keypad QWERTY yang menemani layar anti gores Gorilla Glass miliknya yang cukup lapang. Tertanam 3 ikon sentuh persis di antara layar dan jajaran keypad yang masing-masing dapat mengakses shortcut, menu, dan back. Pada jajaran QWERTY juga terdapat tombol shortcut.
Sedangkan pada Huawei U8300 dengan kodratnya sebagai ponsel TouchType, memiliki konsep yang lebih seimbang antara besaran layar de'ngan keypad.
Motorla Charm yang berjalan pada basis HSDPA 3.6 Mbps dan HSUPA 2 Mbps menjamin kenyamanan saat Kita memasuki dunia maya. Baik menggunakan koneksi jalur operator maupun WiFi, yang di mana pairingnya lancar dan tidak ada kendala. Lain dari itu, sarana Bluetooth dan kabel data bisa menjadi opsi Kita guna tukar file maupun instalasi. Special pada Motorola Charm, terdapat fitur Motorola Phone Portal, yang mengkoneksikan Kita dengan PC maupun dengan konektivitas web.
Sedangkan pada Huawei U8300, Kita dapat membagi sambungan data WiFi dengan Hotspot WiFi Tethering, yang di mana ikonnya sudah disematkan di halaman menu.
Kedua ponsel memiliki aplikasi khas Android, termasuk di dalamnya aplikasi navigasi seperti A-GPS, Place, dan Navigation. Huawei U8300 dan Motorola Charm sama-sama mampu menampilkan full halaman pada browser dengan efek multi-touch dan multi-tab.
Kinerja Charm disokong oleh prosesor TI OMAP3410-600 MHz, sedangkan Huawei U8300 mengandalkan processor Huawei U8300 Board CPU model ARM v6 Processor-600MHz. Kedua ponsel tak tertutup kemungkinan mampu mendukung formasi upgrade android ke versi Froyo (v2.2). Perihal frequency processor, kedua ponsel sama-sama di kisaran 600MHz.
Seperti smartphone pada umumnya, Motorola Charm juga melengkapi dirinya dengan Accelerometer sensor for UI auto-rotate dan MOTOBLUR UI v1.5 with Live Widgets sebagai interface khas ala Motorola ponsel ini pun menyediakan shortcut jajaran aplikasi maupun koneksi, serta multitouch (aksi zooming dengan mencubit layar). Sedangkan tampilan pada Huawei U8300 homescreen layaknya UI smartphone. Terdapat 8 halaman homescreen yang dapat disematkan berbagai aplikasi yang Kita sukai, sebagai shortcut yang memudahkan.
Bicara soal system operasi, Motorola Charm dan Huawei U8300 sama-sama mengandalkan OS Android versi Eclair (v2,1). Kedua ponsel ini relatif lancar dalam menjalankan kinerjanya, begitupun saat membuka beragam aplikasi yang tersaji pada jajaran menu. Terutama saat Kita mendownload aplikasi dan situs yang bermuatan video seperti YouTube, efek jeda dan buffering dapat diminimalisir. Dengan hadirnya OS Android Eclair di kedua ponsel ini, memungkinkan Kita untuk mendownload beragam aplikasi gratisan dari Android Market.
lni dia yang menjadi salah satu karakteristik dari kedua ponsel, karena Kita diberikan keleluasaan melakukan pengetikan melalui kypad QWERTY dan tapping touchscreen. Kedua ponsel sama sama memiliki layar yang responsif dalam menerima sentuhan dan ketukan jari. Kontur keypad QWERTY Motorola Charm dan Huawei U8300 sama-sama nyaman digunakan dan empuk di permukaan jari.
Huawei U8300 dan Motorola Charm sama-sama memiliki fasilitas audio player yang mampu memutar data berformat MP3/eAAC + /WAV/WMA player. Motorola Charm dibekali dengan speaker stereo, sehingga kualias suara yang dihasilkan melalui speaker eksternal, maupun headphone dengan sematan audio universal 3,5 mm sangat kuat dan suaranya tidak pecah (sember).
Sedangkan pada Huawei U8300 audio playernya memiliki kemampuan daya sembur yang nyaring baik dari speaker maupun headphone-nya. Tampilan skinnya tidak se-atraktif Motorola Charm, yang dimana pada Huawei U8300 skinnya menampilkan standar audio player biasa, dengan panel audio, judul lagu, nama artis, durasi dan jika albumnya tidak dikenali, maka cover album yang tertampil hanya animasi cakram biasa berwarna perak.
Meski sama-sama tidak memiliki kamera sekunder, dengan beragam settingan seperti color effect, picture quality, white balance dan color effect menjadikan hasil kamera di kedua ponsel ini tetap tajam dan tidak berkabut.
Salah satu kesamaan Huawei U8300 dan Motorola Charm yakni sama-sama membenamkan kamera berkekuatan 3.15 megapiksel (2048 x 1536 pixels) sebagai sarana rekam. Bedanya adalah Huawei U8300 dilengkapi dengan LED Flah, sedangkan Motorola Charm tidak.
Pada video player, Motorola Charm dan Huawei U8300 support pada beragam format putaran, diantaranya MP4/ WMV/H.264/H.263 player. Berjalan pada video berotasi putar 24fps, Kita bisa menikmati beragam video dengan kualitas apik dan tidak lag.
Pada Motorola Charm dan Huawei U8300, sama-sama memiliki beberapa fitur aplikasi kantoran. Semisal Quick Office, Email, Push Mail, Schedule, Calendar, Digital Compass atau Adobe Reader. Pada Huawei U8300, terdapat aplikasi Document To Go yang mampu membaca beragam data berformat Excell, PDF, Word dan slideshow.
Berdasarkan pengukuran kinerja CPU pada Motorola Charm yang dicoba via Aurora SoftworkQuadran Standard, mencapai poin 3053, melampaui Nexus One dan HTC Evo. Sedangkan pada Huawei U8300 yang diuji via Antutu Benchmark, Huawei U8300 mencapai 863 poin dan kemampuan membaca SD card 1 3.4MB/s = 134.
Kesimpulan
Meski menjagokan kemampuan dual input dan OS Android Eclair, kedua ponsel yang Kami adu kali ini cukup memenuhi segala aspek untuk menyandang gelar smartphone.
Masing masing punya keunggulan tersendiri, sesuai dengan karakteristik ponsel. Motorola Charm memiliki Motoblur UI v1.5 with Live Widgets. Sedangkan Huawei ue300 memiliki disain yang muda serta fasilitas Hotspot WiFi Tethering yang "menyulap" dirinya menjadi titik hotspot untuk WiFi dan dapat berbagi koneksi ke beberapa perangkat.
Bicara kisaran harga, Motorola Charm ditebus dengan harga Rp.1,5jutaan, sedangkan Huawei U8300 hanya dibanderol Rp.1jutaan, baca review lengkapnya di sini. Kini pilihan ada di tangan Kita, ponsel dual input apa yang cocok dengan selera dan kebutuhan Kita.
Selanjutnya...
Huawei U8300
Akhir tahun ini Huawei membidik segmen kawula muda dengan mengedepankan perangkat komunikasi yang berbalut gaya. Produk yang dipercaya untuk misi tersebut adalah Huawei U8300. Gaya segera bisa kita dapatkan dari desain luar, koneksi untuk gaul online pun sudah mantap, sayang OS yang dibawa terlalu jadul untuk produk akhir tahun 2011.
Smartphone Huawei U8300 yang berkonsentrasi pada entry-level didesain dengan kebutuhan anak muda. Smartphone ini mengkombinasikan keyboard QWERTY dan layar sentuh dalam bentukan ponsel candy bar yang compact. Bahan casing plastik doff memberi rasa nyaman dalam genggaman. Selain tidak mudah licin, juga meminimalisir resiko gores dan efek kotor karena jejak jari. Terdapat berbagai port yang memudahkan Kita untuk mengsinkronisasi ponsel ini dengan perangkat lain. Semisal port micro SD dan jack audio 3,5 mm, tombol penguncian dan daya, dan tombol volume.
Pada bagian depan, dominasi layar tetap terlihat. Meskipun ponsel ini tercipta sebagai ponsel layar sentuh sekaligus keyboard QWERTY sebagai media input text. Berukuran 6x6mm, tiap tuts QWERTY-nya tidak licin, dengan kontur menonjol seperti bantalan, sangat nyaman digunakan untuk pengetikan cepat. ponsel ini direkomendasikan banget untuk Kita yang aktif.
Saat Kita menggeser pengunci dari kiri ke kanan pada layar, akan menemukan homescreen layaknya tampilan UI smartphone. Terdapat 8 halaman homescreen yang dapat disematkan berbagai aplikasi yang Kita sukai, sebagai shortcut yang memudahkan. Dengan kekayaan warna sebanyak 256K, layar Huawei U8300 prima dalam menampilkan berbagai fitur yang terkait kebutuhan entertainment dan sosial, bahkan saat difungsikan di bawah terik matahari sekalipun. Halaman menu disusun secara grid, vertical dan Kita dapat memilih beragam ikon dengan scroll halaman ke atas dan bawah.
Di sektor mengabadikan gambar, Kita diberikan keleluasaan berkreasi dengan resolusi kamera 3.15 MP (2048x1536 piksel) dan LED flash. Meski tidak memiliki kamera sekunder, dengan beragam settingan seperti color effect, picture quality, white balance dan color effect menjadikan hasil kamera ponsel ini tetap tajam. Terutama saat mengabadikan panorama/outdoor, kualitas dan komposisi warnanya natural dan detail. Sayangnya, berbeda dengan kebanyakan kamera smartphone lain, Huawei H8300 belum membekali diri dengan auto-focus, touch-focus, geo-tagging, face detection, dan image stabilization. Kualitas pemutar videonya apik dan tidak lag.
Tak hanya mengandalkan style dan disain semata, ponsel ini juga piawai dalam ranah internet. Huawei U8300 mampu menampilkan full halaman pada browser dengan efek multi-touch dan multi-tab. Dukungan flash memberikan kenyamanan tersendiri saat membuka berbagai situs dengan cepat.
Kita yang tergolong pelupa? Ingin diingatkan dengan cara yang seru? Aplikasi yang cukup asyik adalah RichPad yang di mana memungkinkan untuk membuat catatan secara handwriting maupun pengetikan custom. Manfaatkan fasilitas Remind Me untuk mengingatkan tanggal dan waktu. Jadi pada saat alarmnya aktif, tampilan notes akan tampil di notifikasi layar.
Ponsel ini memiliki jalur koneksi ke berbagai perangkat, seperti Wi-Fi 802.11 b/g , Bluetooth v2.1 A2DP dan microUSB v2.0. Kita pun dapat membagi sambungan data WiFi dengan Hotspot WiFi Tethering di ponsel ini. Lalu bagaimana dengan Benchmark? Berdasarkan pengukuran kinerja CPU yang dicoba via Antutu Benchmark, Huawei U8300 mencapai 863 poin dan kemampuan membaca SD card 13.4MB/s =134.
Mengandalkan sistem operasi Android v2.1 Eclair, ponsel besutan China ini juga disokong prosesor CPU Huawei Board ARMv6 sebesar 600 MHz yang menjadikan kinerja ponsel cukup stabil dan cepat dalam mengakses beragam data. Terutama saat Kita mendownload aplikasi dan situs yang bermuatan video seperti YouTube, efek jeda dan buffering dapat diminimalisir.
Dibanderol dengan harga 1 jutaan, menjadikan Huawei U8300 dapat direferensikan sebagai ponsel yang mendukung berbagai aktivitas berkoneksi dalam sentuhan yang modis. Namun Huawei U8300 patut waspada dengan competitor yang lebih dulu meluncurkan device-nya dengan bekal OS Eclair di range harga 1 jutaan seperti Samsung IDEOS i5503, dan Motorola Charm.
Selanjutnya...
Beyond B800, Ponsel Android TV dan Dual on GSM
Sifat Android yang open source memberi kesempatan bagi vendor lokal untuk mempersenjatai HP-HP mereka dengan OS ini. Kemudian berjamurlah HP-HP pintar lokal di kisaran harga yang terjangkau. Namun beberapa vendor masih tetap mempertahankan ciri khas HP lokal mereka ke dalam perangkat pintarnya. Salah satu contohnya adalah Beyond B800. HP Android ini 'keukeuh' membawa teknologi Dual on GSM dan TV Analog. Tak kurang mengejutkan, harganya pun termasuk rendah, yaitu sekitar Rp l juta.Desain dan Layar Sentuh
Jika Kita perhatikan, Beyond B800 memiliki desain yang mirip dengan HTC Desire. Mulai dari dominasi layar sentuhnya, tombol fungsi pada bagian depan, dan dimensi bodi HP. Dari sisi kenyamanan, Beyond B800 tergolong ringan dijinjing. Pada bagian atas HP terdapat slot jack audio dan tombol power. Tombol volume (+/-) terlihat di sisi kanan HP ini.
Tampilan layar TFT 3,6 inchi Beyond B800 cukup lapang dengan kekayaan warna maksimal hingga 262 ribu warna. Di layar utama, Beyond B800 menghadirkan UI layaknya smartphone dengan 5 homescreen. Pada jajaran menu hadir pula aplikasi launcher dari jejaring sosial dan chatting.OS dan Processor
Beyond B800 telah dibekali platform versi 2.2.1 yakni Froyo. Meski bukan lagi versi anyar di kelas ponsel Android, namun cukup baik saat melakukan kinerja berupa menjalankan aplikasi maupun konektivitas internet. Namun dampak lain terlihat pada sisi grafis saat menyajikan format video live, terjadi buffering atau jeda sesaat. Dan untuk mendukung kinerja, HP ini pun telah dibekali prosesor CPU MT6516- E1K/ARMv6 dengan CPU frequency 207,66MHz.
Semakin banyak aplikasi yang dijejalkan di HP, semakin berat beban batere. Hal ini yang kerap terjadi pada smartphone. Untuk menghemat batere, non aktifkan setingan aplikasi yang sedang tidak digunakan misalnya WiFi, Bluetooth dan lain-lain karena proses mencari jaringan cukup menguras daya. Lakukan personalisasi brightness layar lebih redup, dan lakukan setting timer lock off otomatis.Kamera dan Video
Beyond B800 dibekali kamera beresolusi 2 MP lengkap dengan beberapa fitur pendukung yakni auto- focus, LED flash, Geo-tagging, serta zoom hingga 8x. Kamera HP ini boleh dibilang rata-rata di kelasnya. Berbekal LED Flash dan auto focus, ranah jepret memberikan hasit yang belum optimal baik ketika di dalam maupun luar ruangan. Masih terlihat berkabut dan berbintik.
Di sektor video, keleluasaan layar yang hanya 3,6 inci bisa menjadi media yang menunjang kepuasan tampilan gambar bergerak. Kita pun pastinya terpuaskan oleh kualitas yang cukup baik pada sektor video. Pilihan Effect Setting yang lumayan banyak di Camera maupun Video Recorder mungkin cukup menarik untuk diketahui penyuka kamera HP. Oya, video yang diputar di Video player masih bisa difoto; ketuk saja icon bergambar kamera yang terdapat di sebelah icon fullscreen.
TV Analog
Sebagai alternatif hiburan, Kita dapat menjajal TV Analog di HP ini. Siagakan antenna, masuk ke menu TV Mobile lakukan scan stasiun televisi dengan menekan tombol Menu. Pilih area, dan scan. Secara otomatis HP akan mencari tangkapan stasiun televisi yang terbaik dan menyimpannya. Kurang puas dengan tampilannya? Ketuk saja icon fullscreen atau pencet tombol * untuk menonton dengan layar penuh. Suara bisa diatur dengan tombol volume di sebelah tombol kamera, atau navigasi atas-bawah (posisi landscape). Untuk pindah saluran, bisa pakai navigasi kiri-kanan.Internet, Koneksi dan Bechmark
Untuk memenuhi kebutuhan jejaring sosial, Beyond B800 membekali diri dengan akses data EDGE/ GARS. Lumayan lah untuk sekadar menikmati fasilitas social networking dan mengakses AppMarket untuk mendownload beragam aplikasi/game Android. Selain tampilan web disajikan secara penuh, dukungan multi-touch dan multi-tab memberikan kenyamanan dalam berinternet ria.
Perihal kebutuhan koneksi guna perpindahan data, Beyond B800 menyediakan kabel data, dan Bluetooth. Jalur koneksi via WiFi juga dapat Kita jajal, termasuk kemampuannya untuk berbagi data melalui WiFi tethering ke beberapa perangkat.
Saat diuji coba pengukuran kinerja CPU dengan Antutu Benchmark, Beyond B800 hanya mampu mengukir angka 638 serta kemampuan membaca SD card 79MB/s.Kesimpulan
Tak tanggung-tanggung, Beyond B800 langsung menggebrak dengan kemampuan Dual On GSM plus TV Analog di dalam HP pintar berbasis Android. Langkah inovatif buat Kita untuk memiliki perangkat komunikasi, koneksi lengkap plus full entertainment. Dengan versi OS masih Froyo, di kelasnya Beyond B800 berhadapan langsung dengan Samsung Android Galaxy Mini, CSL Blueberry M1320, IVIO DE38, dan AHA Touch IDEOS yang dibanderol dengan kisaran harga Rp 1 jutaan.
Selanjutnya...
Huawei Ideos X3, Android GingerBread dengan harga murah
Android GingerBread memang bukan hal yang baru, sayangnya bagi pecinta Android berbudget pas-pasan harus menahan keinginan menikmati pesona Android versi terbaru untuk versi HP tersebut. Pasalnya beberapa vendor branded baru menanamkan sistem operasi ini pada seri HP yang tergolong hi-end dengan banderol harga yang tidak murah tentunya.
Dengan harga 1,5 jutaan, Ideos X3 tergolong murah untuk sebuah HP berbasis Android GingerBread, sebab produk kompetitor pada kisaran harga yang sama, seperti sebut saja Galaxy Mini atau Optimus Me, baru dibekali sistem operasi sekelas Froyo. Belum lagi dengan aplikasi bawaan yang sangat membantu seperti Smart Traffic, File Manager sampai fitur TouchPad Input membuat Ideos X3 layak direkomendasikan terutama bagi Anda yang berminat memiliki HP canggih sambil tetap menghemat budget.
Sementara update resmi untuk perangkat mid-low end yang dijanjikan tak kunjung tiba. Untungnya Huawei menghadirkan HP berbasis Android GingerBread dengan harga yang tergolong murah, Ideos X3. Seperti beberapa seri Ideos sebelumnya, Ideos X3 dan HP seri Ideos lainnya memang tidak berbagi kemiripan desain yang membuat pengguna dapat dengan mudah mengenalinya sebagai HP Huawei dari seri Ideos Bahkan menurut kami, HP ini terlihat mirip Wildfire besutan HTC, terutama pada bentukan di sisi bawah Ideos X3 yang menyambung langsung ke backcover sehingga ketika Kita membuka tutup baterai HP ini bagian di sisi bawah tersebut ikut terlepas.
Ukurannya yang compact membuatnya duduk nyaman digenggaman bahkan saat digunakan dalam waktu yang panjang. Backcover dengan finishing doff selain memberi kesan elegan juga membuat Ideos X3 tidak licin di tangan.

Huawei meletakkan port audio 3.5mm di sisi atas HP bersama tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai tombol lock. Sementara gerbang micro USB diletakkan berseberangan, tepatnya di sisi bawah. Tombol pengatur besaran suara berada di sisi kanan HP. Selebihnya tombol lain baik yang fisik maupun kapasitif yang juga melengkapi Ideos X3 diletakkan tepat di bawah layar. Tombol-tombol ini diantaranya tombol fisik home dan 3 tombol kapasitif back, menu dan search.
Untuk sebuah HP pintar dengan input touchscreen, ukuran layar Ideos X3 memang tidak luas. Namun jika parameternya digeser menjadi HP pintar branded seharga 1,5 jutaan, ukuran ini tergolong yang terluas, bandingkan saja dengan Optimus Me, Sony Ericsson W8, atau Galaxy Mini meski selisihnya tidak terpaut jauh.
Harga yang miring tidak berarti HP ini memiliki performa yang mengecewakan, buktinya layar Ideos X3 ini responsif dalam menanggapi sentiap input sentuh yang dilakukan seperti swipe atau pinch misalnya.
Sejalan dengan responnya, kualitas grafis yang ditampilkan Ideos X3 juga terbilang sangat baik dengan tingkat kerapatan pixel hingga 180 ppi (pixel per inch).
Tampilan antar muka Ideos X3 dikemas dengan sentuhan ala Huawei yang menjadikan HP ini memiliki identitas tersendiri. Pada Homescreen misalnya, Ideos memaparkan 5 buah panel berjajar ke samping dengan efek animatif menarik bertajuk "cube" saat pengguna menyapu layar ke samping untuk berpindah antar panel homescreen. Selain cube tersedia 6 animasi lain yang bisa diaplikasikan. Pilihan ini bisa diakses dengan menekan tombol sensitif sentuh menu, kemudian pilih "Home Settings" lalu klik "Animation".
Masih di Homescreen, Ideos X3 memaparkan 3 buah ikon yang bersatu pada sebuah dock di bagian bawah layar. Ikon-ikon ini diapit 2 buah ikon lain yang terpisah, masing-masing digunakan untuk mengakses menu utama dan menampilkan panel pada homescreen dalam bentuk thumbnail.
Beralih ke menu utama, ikon aplikasi dipaparkan juga dalam sajian multi panel menyamping, mirip dengan menu pada iPhone atau HP seri Galaxy dari Samsung. Bedanya, di bagian bawah layar pengguna tidak akan menemukan ikon seperti pada menu utama, melainkan dua buah tombol virtual untuk menuju homescreen dan yang lainnya digunakan untuk mengatur urutan ikon pada menu utama.
Resolusi maksimal tangkapan lensa Ideos X3 setingkat dengan Optimus Me dan Galaxy Mini yaitu sebesar 3.15MP. Sayangnya pada fitur kamera HP ini bisa dikatakan miskin fitur, praktis hanya efek warna yang bisa diaplikasikan pada foto yang ingin diabadikan. Selebihnya hanya pengaturan standar yang dimiliki kamera HP ini, seperti white balance, geo-tagging, zoom, resolusi dan kualitas gambar. Fitur yang juga penting seperti autofocus tidak ditemukan pada Ideos X3. Absennya lampu flash juga mengurangi pesona Ideos X3.
Soal hasil, kamera Ideos X3 mampu menangkap gambar sesuai dengan keadaan aslinya tanpa perubahan warna yang menggangu. Dan pada keadaan pencahayaan yang bagus seperti saat di luar ruang di siang hari, hasil jepretan kamera ini juga semakin baik.
Untuk memainkan koleksi file musik yang tersimpan dalam HP, Huawei menyertakan Huawei Music, sebuah aplikasi bawaan dengan tampilan menarik. Pada tampilan awalnya, tampak 5 buah ikon di bagian bawah layar yang digunakan untuk menampilkan koleksi lagu berdasarkan beberapa ketegori misalnya album, judul lagu, playlist, folder. Kategori lain seperti nama artis, komposer atau genre lagu bisa dipilih dengan menekan ikon "More".
Saat file musik dimainkan, pengguna dapat mengganti tampilan ke "Now Playing" yang menampilkan cover art lagu yang diputar lengkap dengan informasi lain di atasnya, sedangkan control berada di bawah cover art. Ketika HP diputar ke dalam orientasi landscpe, tampilan ini juga ikut berubah menjadi cover flow, mirip dengan milik iPhone.
Sementara file gambar dan dan video dapat diakses dan diputar melalui pilihan gallery pada menu utama.
Browser yang dimiliki ldeos X3 hanya membawa fitur standar seperti halnya browser HP Android lain, seperti multi tab browsing, bookmark, hingga share page. Tak ada yang istimewa, namun dapat memenuhi kebutuhan pengguna untuk menjelajah internet dengan lancar.
Dari segi konektifitas, HP ini mampu berbagi jalur data operator melalui fitur portable hotspot atau melalui USB tethering.
Selain fitur fungsional khas Android seperti google search, google talk, places, google maps, latitude dan lainnya. Ideos X3 juga membawa aplikasi yang tidak umum ditemukan pada HP Android secara default. Yang menarik perhatian adalah aplikasi Smart Traffic yang membantu pengguna memantau pemakaian data operator, dan Stream yang mengintegrasikan akun jejaring sosial yang dimiliki seperti Facebook dan twitter dengan kontak yang tersimpan pada HP.
Pelanggan data plan operator dengan kuota yang terbatas? Hal ini biasanya akan membuat Kita harus selalu memperhatikan penggunaan data untuk keperluan internet. Operator biasanya memberikan Iayanan untuk memeriksa jumlah atau sisa penggunaan kuota data Kita, namun tentu tidak praktis. Untunglah Ideos X3 membawa aplikasi bertajuk Smart Traffic yang dapat membantu Kita memantau penggunaan data operator.
Saat pertama kali dijalankan Kita dapat langsung memasukkan batas jumlah penggunaan data operator perbulan dan perharinya. Untuk mengganti besaran data, misalnya Kita berlangganan paket dengan jumlah kuota berbeda, Kita dapat mengakses tab Settings> Monthly traffic limit. Kita juga bisa mengganti besaran pengingat harian dan bulanan dengan mengakses tab Settings> Reminder value.
Selain itu Ideos X3 yang kami uji dilengkapi dengan aplikasi XL Baca dan XL GO. Dari sini terlihat bahwa HP ini seharusnya di-bundle dengan kartu perdana XL. Namun anehnya BG tidak mendapatkan kartu perdana XL dalam paket penjualan pada unit yang kami uji. Padahal tersedia paket menarik dari XL seperti paket internet unlimited selama 3 bulan pada program bundling mereka. 
Selanjutnya...
IMO W8000 vs Nexian NX-W701 (bagian 1)
IMO dan Nexian akhirnya mendobrak celah pasar baru industri telekomunikasi tanah air, khususnya sebagai penyedia handset lokal dengan menghadirkan teknologi generasi ketiga (3G) digarapan paling gres mereka, yakni IMO W8000 dan Nexian NX-W701.
Kedua ponsel ini bisa dibilang sebagai ikon baru, setelah sebelumnya pasar dibombardir dengan produk dual on 'itu-itu saja'. Sebagai pendatang baru yang menyandang predikat 'pelopor', tentunya perlu melalui uji pasar. Kira-kira, seberapa tangguh teknologi keduanya?
Display
Tampilan fisik keduanya tetap menyuguhkan karakteristik ponsel merek lokal. Yakni, ala smartphone branded yang tentunya tengah ngetrend di pasaran. Nexian NX-W701 misalnya, mengadopsi bentuk Samsung OmniaPRO. Sementara IMO W8000, terlihat mirip Huawei U9130 Compass. Hanya saja, ada beberapa bagian yang agak'dipoles', supaya ada bedanya.
Bodi W8000 sedikit tebih 'tambun' dibanding NX-W701. Hanya saja, lekuk bodi IMO lebih ergonomic dengan efek kaca di sisi depan, sebagai pemanis tampilan. Sedang Nexian, guratan 'kaku'-nya terasa lebih menonjol. Namun, komposisi disain dan dimensi yang pas di NX-W701 justru membuatnya terlihat mewah.
Bodi besar di IMO, ternyata membawa berkah untuk layar. Ya, diagonal LCD W8000 0.4 inci lebih luas dibanding Nexian. Resolusi gambarnya yang 240x320 piksel (QVGA) pun membuat tampilan gambarnya lebih rapat dan enak dipandang.
Soal interface, keduanya tetap menghadirkan antarmuka khas ponsel lokal. Wajar, platform software yang digunakan pun sama. Yakni, MTK6268. Struktur menu diatur dalam model grid, dan dilengkapi ikon standar. Di homescreen, baik IMO maupun Nexian menghadirkan ikon shortcut untuk mengakses menu favorit. Di NX-W701 ada tambahan ikon ala today Nokia, yang bisa menampilkan notifikasi missed call, unread message dan task.
Layanan Online
Inilah inovasi baru yang coba ditawarkan ponsel lokal, untuk mendobrak pasar yang sudah jenuh dengan produk yang 'itu-itu' saja. Ya, keduanya sudah didukung dengan teknologi generasi ketiga (3G). Di atas kertas, speed data yang bisa dipacu oleh network kedua ponsel adalah 3.6 Mbps. Namun, real-nya masih di kisaran 1.8 Mbps (downlink). Untuk uplink-nya mencapai 384 kbps. Jika network ini tidak ter-cover jaringan 3G operator, NX-W701 maupun W8000 tetap menyediakan jalur EDGE atau GPRS class 12.
Sayang, network 3G ini hanya bisa dinikmati melalui slot SIM card utama (SIM 1) yang dalam hal ini dilock oleh operator. IMO W8000 oleh Telkomsel, dan Nexian NX-W701 oleh XL. Kondisi ini tentu saja bakal berpengaruh pada kinerja kemampuan 3G secara keseluruhan.
Saat dicoba untuk membuka halaman situs internet, prosesnya tergolong cepat dan lancar. Sayang, browser yang ditanamkan kedua ponsel masih sekelas WAP 1.2.1 Alhasil, tampilannya pun terlihat sederhana, khas banget ponsel merk lokal. Beruntung, keduanya menawarkan pilihan browser yang sedikit lebih baik, yakni Opera Mini.
Seperti kebanyakan ponsel Dual On, kita pun tetap bisa mengatur profile penggunaan browser internet menggunakan slot SIM card yang tersedia. Bisa SIM 1 atau SIM 2. Untuk pilihannya, ada di menu setting. Tapi untuk SIM 2-nya, tetap tak bisa memanfaatkan jalur 3G.
Masih seputaran dunia maya, baik IMO maupun Nexian sama-sama dijejali link shortcut untuk masuk ke portal jejaring sosial. Ada Facebook dan Twitter. Lagi-lagi, ini hanya sebuah link akses ke versi mobile, jadi bukan widget aplikasi khusus. Meski begitu, lumayan oke buat memantau status/update konten di Facebook atau Twitter.
Buat yang hobi chatting, jangan khawatir. Di kedua HP sudah ditanamkan aplikasi chat, ada Yahoo Messenger, Skype dan MSN. Sebagai tambahan IMO juga punya IMO Chat, SXMobi UMVChat (video chat) dan Facebook Chat, sedangkan Nexian ada Nexian Messenger.
Fasilitas keren yang 'membonceng' kemampuan 3G di kedua ponsel adalah Video Call. Jika di ponsel lokal menggembar-gemborkan Video chat, di W8000 dan NX-W701 ini merupakan fitur ngobrol interaktif sesungguhnya. Kita benar-benar bisa berinteraksi langsung dengan lawan bicara via video call. Cukup dengan memilihnya di menu call saat ingin melakukan panggilan, dan jika sudah terkoneksi maka akan terbuka tampilan viewer video Call di layar utama. Lagi-lagi, fitur ini Cuma bisa dinikmati melalui slot SIM card utama (SIM 1).
Baca selanjutnya bagian ke 2 : IMO W8000 vs Nexian NX-W701
Selanjutnya...
Huawei U9130 Compass HSDPA
Dengan dukungan HSDPA dan kemampuan navigasi A-GPS yang tangguh, Huawei U9130 Compass nampaknya bakal mendobrak dominasi ponsel QWERTY merk lokal. Apalagi, banderolan harganya pun tak jauh beda dan cukup terjangkau. Disainnya pun tergolong mewah dan cantik. Hanya saja, U9130 Compass tak dibekali teknologi Dual On.
Di sisi multimedia, ponsel ini pun tampil prima. Ada kamera 2 MP, pemutar musik/video, radio FM serta beberapa fitur keren lain. Sayang, aplikasi bawaan yang dibawa U9130 Compass memang tak terlalu komplit. Tak ada link Facebook, Twitter maupun aplikasi chatting. Namun, lewat platform Java MIDP yang didukungnya kita bisa menambahkan semua itu via proses download.
Nampaknya, ponsel multimedia berkonsep bisnis kian merangsek pasar ponsel global. Buktinya sebagian besar vendor ponsel bermain di semen mi. Tak hanya merk lokal, produsen besar pun kian gencar menelurkan produk di kategori ini, satu diantaranya Huawei. Tercatat, sudah beberapa tipe yang ikut dipasarkan, dan yang paling baru adalah Huawei U9130 Compass.
Dari penamaan, U9130 Compass jelas mengunggulkan kemampuan data yang rata-rata dimiliki generasi `U'. Tapi tak hanya itu, embel-embel `Compass' yang juga dibawa nampaknya jadi andalan berikutnya yang menonjolkan kemampuan navigasi. Dalam hal ini diidentikkan dengan dukungan GPS (Global Positioning System). Namun, bagaimana dengan performa sejatinya? Berikut ulasan lengkapnya.
Disain dan Interface
Bentuk fisik Huawei U9130 Compass memang tengah digandrungi, apalagi buat pecinta ponsel messaging. Ya, full QWERTY dengan diagonal layar yang juga luas. Namun dibanding ponsel QWERTY lokal, bahan cover Huawei U9130 tergolong lebih baik. Padanan warna putih bersepuh lis metalik membuat tampilannya elegan dan mewah. Jika dirunut dari konstruksi, sisi ergonomic bodinya serupa ponsel bisnis Nokia E71 maupun E63.
Untuk keypad, teksturnya terasa enak dan nyaman saat diraba. Bentuknya agak menyembul, untuk memudahkan proses pengetikan. Respon tombol untuk mengenali karakter alfanumerik pun tergolong baik. Begitu pula dengan D-pad konvensionalnya. Hanya, strukturnya saja yang agak kurang kompak. Sayang, backlight di beberapa tombol terlihat kurang terang. Alhasil, bakal banyak kendala saat mengakses menu dan shortcut.
Di sektor interface, Huawei U9130 Compass menyematkan LCD matriks aktif 65 ribu warna beresolusi QVGA. Lumayan terang untuk menampilkan struktur menu grid, dengan ikon khas ponsel multimedia bisnis. Secara model, karakternya tak jauh beda dengan konsep antarmuka ponsel lokal. Semua fitur tergambar dengan jelas dan dikelompokan sesuai fungsi masing-masing.
Soal platform software, Huawei U9130 Compass sudah didukung Java MIDP 2.0. Alhasil, kita bisa menambahkan beragam aplikasi/ game pihak ketiga yang kompatibel. Sayang, masih banyak pula ditemukan kasus-kasus seputar file Java yang tak bisa diinstal ke ponsel ini.
Jaringan dan Navigasi
Untuk kategori entry level, fitur yang dibawa Huawei U9130 Compass tergolong tangguh. Tengok saja, dengan harga sekitar Rp 1,4 juta-an ponsel ini sudah didukung jalur data HSDPA. Alhasil, buat keperluan browsing internet dan menyambangi portal jejaring social Facebook, Twitter serta chatting bakal Lebih lancar dan cepat. Termasuk untuk streaming video dari portal YouTube. Namun, speed akses jalur HSDPA-nya masih sebatas 3.6 Mbps.
Saat dijajal membuka halaman situs internet, prosesnya cukup cepat dan tanpa kendala, meskipun tetap tergantung jaringan si operator. Menariknya, interface browser Huawei U9130 Compass menyertakan pilihan minimal. Jadi, kita bisa membuka beberapa tab sekaligus.
Buat yang kepingin menjadikan Huawei 09130 Compass sebagai modem internet PC, jalur data HSDPA yang didukungnya bakal jadi kanal menarik. Apalagi, proses setting-nya pun tergolong mudah (plug and play). Tapi, tetap harus melakukan pengaturan khusus di PC.Selain jalur data, U9130 Compass juga punya fitur jagoan lain, yakni A-GPS. Untuk peta digitalnya, Huawei menanamkan aplikasi Google Maps. Sesuailah dengan nama yang diusungnya `Compass'. Jadi, buat yang hobi traveling atau sekadar mencari panduan navigasi saat berkendara, bisa memanfaatkan fitur ini. Sayang, tingkat keakurasiannya masih belum maksimal. Pasalnya, A-GPS mengandalkan informasi yang didapat dari transmisi BTS operator. Dan tentu saja, bakal menguras pulsa.
Multimedia
Meski lebih menonjolkan sisi data dan navigasi, Huawei U9130 Compass tetap menyertakan sarana multimedia yang cukup oke. Sebut saja kamera dan audio/video player. Sayang, Huawei U9130 Compass tak dilengkapi dengan radio FM sebagai sarana hiburan alternatif.
Kamera
Resolusi kamera yang dibawa U9130 adalah 3.2 MP dengan ukuran gambar maksimal 2048x1536 piksel. Sayang, untuk fasilitas tambahannya tercatat sangat minim. Tak ada flash, autofocus serta pengaturan professional lainnya. Namun, untuk kualitas jepretan sih sudah cukup bagus. Hasil foto terlihat tajam, bening dan pewarnaan yang nampak sesuai aslinya.
Selain foto, kamera U9130 Compass juga bisa merekam video. Format rekamnya adalah 3gp. Untuk kualitas, klip videonya tergolong tajam namun terlihat kurang mulus alias masih patah-patah. Tapi, buat sekadar aksi saja sih sudah cukup mewakili kebutuhan.
Hasil foto maupun rekam video bisa langsung bisa dikirimkan via Bluetooth, message atau email. Prosesnya pun tergolong mudah dan cepat. Namun, tak tersedia pilihan untuk mengirimkannya langsung ke portal upload foto/ video semisal Flickr atau Picasa.
Audio/Video Player
Ini merupakan fitur standard dan wajib hukumnya untuk sebuah ponsel. Tanpa media ini, ponsel jadi terasa kurang menarik. Umumnya, player media yang ditanamkan ke ponsel menengah sudah dilengkapi dengan pengaturan file serta playlist yang kompleks. Seperti di Huawei U9130 Compass ini. Kita bisa mengkategorikan file lagu berdasarkan tracks, artis, albums, playlists, recent added serta recent played.
Namun soal interface dan performa sejatinya sih tergolong biasa saja. Tak ada sesuatu yang paling menonjol. Performa output audio yang disemburkan speakernya pun datar, meski cukup keras untuk ukuran ponsel sejenis. Untuk meningkatkan performa audio, hanya disediakan beberapa pilihan equalizer. Menariknya, kita bisa menyalurkan dendangan musik via profile A2DP ke Bluetooth speaker stereo.
Koneksi
Buat bertukar file, Huawei U9130 Compass menyediakan Bluetooth dan kabel data miniUSB. Kedua media koneksi ini sudah didukung profile yang lengkap. Sebut saja A2DP yang disupport Bluetooth, serta kemampuan untuk menjadikan ponsel sebagai mass storage maupun modem internet PC via kabel data. Menariknya, pengaturan untuk menjadikan ponsel sebagai modem terbilang mudah. Pasalnya, kita hanya tinggal mengkoneksikan ponsel dengan PC via kabel data. Dan secara otomatis, driver USB pun akan terdeteksi sekaligus menginstal dan menampilkan 'Huawei PC Option", yang isinya berupa pilihan File transfer, PC assistant dan Huawei mobile connect via the phone.
Ketika dijajal mengirim file foto ke perangkat lain via Bluetooth, proses pairing-nya pun cepat dan tanpa kendala. File yang dikirim pun dengan mulus dan lancar berpindah tempat.
Aplikasi
Seperti disinggung sebelumnya, U9130 Compass sudah didukung platform Java MIDP 2.0. jadi, kita bisa dengan mudah menambahkan beragam aplikasi/game ke dalamnya. Untuk defaultnya, hanya disediakan beberapa pilihan diantaranya Nimbuz dan AOM7 (aplikasi client untuk push mail).
Untuk fitur bawaan lain, U9130 Compass juga dilengkapi dengan kemampuan merekam percakapan telepon. Sama seperti kebanyakan ponsel merk lokal. Fasilitas ini sebenarnya cukup menarik dan bisa dijadikan alat untuk memata-matai atau merekam bukti percakapan, tanpa lawan bicara mengetahuinya. Kita bisa menemukannya di menu opsi saat percakapan berlangsung.
Bagi penggemar situs jejaring sosial, bisa menambahkan client alias launcher Facebook atau Twitter berbasis Java ke ponsel. Pasalnya, Huawei U9130 Compass tak menyediakannya secara default.
Memori
Huawei U9130 Compass menyediakan ruang memori internal buat keperluan menyimpan file sebesar 175.6 MB. Selain itu, ponsel ini juga menanamkan slot kartu memori ekspansi berjenis microSD jika internalnya tak bisa menampung file lagi. Sayang, kita harus membeli kartu microSD ekstranya secara terpisah.
Baterai
Buat menopang kinerja ponsel, Huawei U9130 Compass didukung baterai lithium polimer 1500 mAh. Kapasitas dan jenis baterai ini tergolong tangguh. Jadi, jangan takut boros baterai. Untuk standby saja sih bisa sampai 4 hari lebih.
Selanjutnya...




